Menu Tutup

Tempat-Tempat Bersejarah di Jawa Timur

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan sejarah dan budaya. Di sini, kita bisa menemukan banyak peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha yang pernah berjaya di masa lalu, seperti Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, dan Kerajaan Singasari. Salah satu bentuk peninggalan sejarah yang paling menarik untuk dikunjungi adalah candi. Candi adalah bangunan suci yang biasanya digunakan untuk tempat pemujaan atau persembahan kepada dewa-dewa. Candi juga memiliki nilai arsitektur dan artistik yang tinggi, serta mengandung banyak makna simbolis dan filosofis.

Di Jawa Timur, ada banyak candi yang tersebar di berbagai daerah. Beberapa di antaranya bahkan sudah ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Berikut adalah beberapa candi di Jawa Timur yang patut dikunjungi oleh para pecinta sejarah dan budaya:

 – Candi Penataran. Candi ini terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Candi ini merupakan candi terluas di Jawa Timur dan merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang dibangun sekitar abad ke-14 Masehi. Candi ini memiliki beberapa bangunan yang membujur dalam poros barat laut-tenggara, dengan candi utama berada di bagian tengah. Candi ini memiliki relief-relief yang menggambarkan kisah Ramayana, Arjunawiwaha, dan Krishnayana. Candi ini juga memiliki dua arca raksasa yang bertugas sebagai penjaga pintu, serta Bale Agung yang diperkirakan sebagai tempat musyawarah atau berkumpulnya para pendeta kerajaan.

 – Candi Singasari. Candi ini terletak di Jalan Kertanegara No 148, Desa Candirenggo, Singosari, Malang. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang dibangun pada abad ke-13 Masehi untuk menghormati Raja Kertanegara, raja terakhir dari dinasti tersebut. Candi ini memiliki tinggi sekitar 15 meter dan bercorak Hindu-Budha. Bagian bawah candi berbentuk persegi dengan relung pada masing-masing sisi candi, sedangkan bagian atap berbentuk meru bersusun yang semakin ke atas semakin mengecil. Candi ini juga dikelilingi oleh empat arca Dwarapala yang menjaga empat penjuru mata angin.

 – Candi Jolotundo. Candi ini terletak di Bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan, Mojokerto. Candi ini merupakan bangunan petirtaan peninggalan Raja Udayana dari Bali yang diperuntukkan bagi Raja Airlangga (sang putera) setelah dinobatkan menjadi Raja Sumedang Kahuripan pada abad ke-11 Masehi. Candi ini berbentuk segi empat dengan ukuran 18 x 18 meter dan memiliki 33 buah pancuran air di sekelilingnya. Candi ini masih ramai dipadati wisatawan, sebab mata air di sini dipercaya mampu menyembuhkan beragam penyakit.

 – Candi Jawi. Candi ini terletak di Desa Prigen, Kecamatan Pandaan, Pasuruan. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang dibangun pada abad ke-13 Masehi untuk menghormati Raja Wisnuwardhana, pendiri dinasti tersebut. Candi ini memiliki tinggi sekitar 24,5 meter dan bercorak Hindu. Bagian bawah candi berbentuk persegi dengan empat buah tangga yang mengarah ke empat penjuru mata angin, sedangkan bagian atap berbentuk meru bersusun yang semakin ke atas semakin mengecil. Candi ini juga memiliki relief-relief yang menggambarkan kisah Ramayana dan Krishnayana.

 – Candi Kedaton. Candi ini terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang dibangun pada abad ke-14 Masehi sebagai tempat pemujaan atau persembahan kepada dewa-dewa. Candi ini memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran 18,5 x 13,5 meter dan memiliki dua buah tangga yang mengarah ke arah timur dan barat. Candi ini memiliki relief-relief yang menggambarkan kisah Ramayana, Mahabharata, dan Tantri Kamandaka.

 – Candi Bentar. Candi ini terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang dibangun pada abad ke-14 Masehi sebagai gapura atau pintu masuk ke kompleks istana kerajaan. Candi ini memiliki bentuk seperti gerbang dengan ukuran 13 x 6 meter dan tinggi sekitar 15 meter. Candi ini memiliki relief-relief yang menggambarkan kisah Ramayana, Mahabharata, dan Tantri Kamandaka.

 – Candi Tikus. Candi ini terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang dibangun pada abad ke-14 Masehi sebagai tempat pemandian atau petirtaan bagi para bangsawan kerajaan. Candi ini memiliki bentuk seperti kolam dengan ukuran 15 x 15 meter dan kedalaman sekitar 2 meter. Di tengah kolam terdapat bangunan berbentuk segi delapan dengan empat buah tangga yang mengarah ke empat penjuru mata angin. Di atas bangunan tersebut terdapat arca Ganesha yang duduk di atas bunga teratai.

 – Candi Brahu. Candi ini terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang dibangun pada abad ke-15 Masehi sebagai tempat penyimpanan abu jenazah para raja kerajaan. Candi ini memiliki tinggi sekitar 22,5 meter dan bercorak Buddha. Bagian bawah candi berbentuk persegi dengan empat buah tangga yang mengarah ke empat penjuru mata angin, sedangkan bagian atap berbentuk stupa bersusun yang semakin ke atas semakin mengecil. Di dalam candi terdapat ruang kosong yang diperkirakan sebagai tempat penyimpanan abu jenazah.

Sumber:
(1) Tempat Bersejarah di Jawa Timur – Tripadvisor. https://www.tripadvisor.co.id/Attractions-g2301797-Activities-c47-t17-East_Java_Java.html.
(2) . https://bing.com/search?q=tempat+tempat+besejarah+di+jawa+timur.
(3) Jawa Timur Park 1. https://jtp.id.
(4) The Bagong Adventure Museum Tubuh. https://jtp.id/museumtubuh.
(5) 8 Candi di Jawa Timur Ini Tawarkan Wisata Sejarah Seru – Traveloka. https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/8-candi-di-jawa-timur-ini-tawarkan-wisata-sejarah-seru/17646.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya