Madura adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah timur Jawa dan terhubung dengan Surabaya melalui Jembatan Suramadu. Pulau ini memiliki banyak tempat wisata yang menarik, mulai dari pantai, bukit kapur, air terjun, hingga situs-situs bersejarah yang menyimpan cerita masa lalu. Berikut adalah beberapa tempat bersejarah di Madura yang bisa Anda kunjungi.
– Masjid Agung Sumenep. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua dan terbesar di Madura, yang dibangun pada tahun 1763 oleh Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I. Masjid ini memiliki arsitektur yang indah dan unik, dengan pengaruh gaya Jawa, Cina, Eropa, dan Timur Tengah. Masjid ini juga memiliki menara setinggi 35 meter yang menjadi ikon kota Sumenep.
– Vihara Avalokitesvara. Vihara ini adalah salah satu vihara tertua di Indonesia, yang didirikan pada abad ke-13 oleh para pedagang Cina yang singgah di Madura. Vihara ini memiliki patung Dewi Kwan Im setinggi 6 meter yang terbuat dari batu kapur dan dipercaya sebagai penolak bala. Vihara ini juga memiliki koleksi benda-benda antik dan bersejarah, seperti prasasti, arca, dan lukisan.
– Kota Tua Kalianget. Kota ini adalah bekas pusat pemerintahan Kesultanan Sumenep pada masa kolonial Belanda. Kota ini memiliki banyak bangunan-bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini, seperti benteng VOC, gudang garam, rumah dinas residen Belanda, dan rumah adat Madura. Kota ini juga menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Madura melawan penjajahan Belanda.
– Museum Keraton Sumenep. Museum ini berada di kompleks Keraton Sumenep, yang merupakan istana resmi para sultan Madura sejak abad ke-17 hingga ke-20. Museum ini menyimpan berbagai koleksi benda-benda bersejarah dan budaya Madura, seperti keris, tombak, pedang, pakaian adat, perhiasan, kereta kencana, dan lain-lain. Museum ini juga menampilkan replika ruang-ruang keraton, seperti ruang takhta, ruang tamu, ruang tidur, dan ruang makan.
– Karapan Sapi. Karapan sapi adalah tradisi budaya Madura yang sudah ada sejak abad ke-13. Karapan sapi adalah perlombaan sapi yang digiring oleh dua orang joki dengan menggunakan kereta kayu beroda dua. Karapan sapi biasanya digelar setiap tahun pada bulan Agustus hingga Oktober di beberapa kota di Madura, seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Karapan sapi merupakan salah satu atraksi wisata yang menarik dan menegangkan untuk disaksikan.
– Monumen Sampang. Monumen ini berada di kota Sampang, yang merupakan ibu kota kabupaten Sampang. Monumen ini dibangun untuk mengenang peristiwa pertempuran Sampang pada tahun 1947 antara pasukan Republik Indonesia melawan pasukan Belanda dan NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Monumen ini memiliki bentuk tugu setinggi 17 meter dengan relief-relief yang menggambarkan peristiwa sejarah tersebut.
– Kompleks Pemakaman Raja-Raja Sumenep. Kompleks ini berada di desa Asta Tinggi, sekitar 2 km dari kota Sumenep. Kompleks ini merupakan tempat pemakaman para sultan dan keluarga keraton Sumenep sejak abad ke-17 hingga ke-20. Kompleks ini memiliki banyak makam yang berbeda-beda bentuk dan ukurannya, sesuai dengan status dan jasa dari yang dimakamkan. Kompleks ini juga memiliki arsitektur yang menarik, dengan pengaruh gaya Islam, Jawa, Cina, dan Eropa.
– Menara Mercusuar Sembilangan. Menara ini berada di desa Sembilangan, kecamatan Batang-Batang, kabupaten Sumenep. Menara ini dibangun pada tahun 1879 oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai alat navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Madura. Menara ini memiliki tinggi 65 meter dan terbuat dari besi cor. Menara ini masih berfungsi hingga kini dan menjadi salah satu objek wisata yang menarik untuk dikunjungi.