Lampung adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak tempat dan peninggalan bersejarah. Mulai dari zaman purba, kerajaan Islam, hingga masa kolonial Belanda, Lampung menyimpan banyak kisah dan jejak sejarah yang menarik untuk diketahui. Jika Anda ingin berwisata sejarah di Lampung, berikut adalah beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi:
1. Situs Batu Bedil
Situs Batu Bedil merupakan peninggalan purbakala yang berada di Dusun Batu Bedil, Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus. Di situs ini, Anda bisa melihat berbagai batu besar yang tersusun membentuk lingkaran, persegi panjang, dan segitiga. Batu-batu ini diduga merupakan bekas tempat upacara atau ritual pada zaman megalitikum. Situs Batu Bedil juga memiliki pemandangan alam yang indah dan sejuk¹.
2. Rumah Daswati
Rumah Daswati adalah rumah adat Lampung yang berada di Desa Sukaraja, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Rumah ini dibangun pada tahun 1890 oleh Daswati, seorang tokoh masyarakat dan pejuang kemerdekaan asal Lampung. Rumah ini memiliki arsitektur khas Lampung dengan atap berbentuk limas dan dinding dari anyaman bambu. Di dalam rumah ini, Anda bisa melihat berbagai benda-benda peninggalan sejarah seperti senjata tradisional, peralatan rumah tangga, dan foto-foto keluarga Daswati¹.
3. Buay Pernong
Buay Pernong adalah rumah adat Lampung yang berada di Way Pernong, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat. Rumah ini merupakan milik dari keturunan Buay Pernong, salah satu raja dari Kerajaan Selalau. Rumah ini dibangun pada tahun 1900 dan masih terawat hingga sekarang. Di depan rumah ini, Anda bisa melihat beberapa meriam besar yang merupakan peninggalan zaman Belanda dan berasal dari Krui. Di belakang rumah ini, Anda bisa melihat makam Raja Selalau ketiga dan seterusnya¹⁴.
4. Masjid Jami’ Al-Anwar
Masjid Jami’ Al-Anwar adalah masjid tertua di Lampung yang berada di Jalan Raden Intan Nomor 1, Kota Bandar Lampung. Masjid ini dibangun pada tahun 1878 oleh Raden Intan II, seorang penguasa dari Kesultanan Banten yang menguasai Lampung pada saat itu. Masjid ini memiliki arsitektur khas Banten dengan atap bertingkat tiga dan menara setinggi 25 meter. Masjid ini juga memiliki koleksi benda-benda bersejarah seperti mimbar kayu jati, bedug raksasa, dan nisan-nisan para ulama dan pejuang Lampung¹⁵.
5. Taman Purbakala Pugung Raharjo
Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah situs arkeologi yang berada di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Di situs ini, Anda bisa melihat berbagai peninggalan purbakala seperti gerabah, perhiasan, mata uang kuno, dan batu-batu bertulis aksara Pallawa. Situs ini juga memiliki museum yang menyimpan koleksi benda-benda purbakala lainnya seperti patung-patung Hindu-Buddha dan arca-arca dari zaman Majapahit¹.
6. Museum Lampung
Museum Lampung adalah museum provinsi yang berada di Jalan ZA Pagar Alam Nomor 66, Kota Bandar Lampung. Museum ini dibangun pada tahun 1978 dan memiliki koleksi lebih dari 10.000 benda-benda bersejarah dan budaya dari berbagai daerah di Lampung. Di museum ini, Anda bisa melihat berbagai benda-benda seperti pakaian adat, senjata tradisional, alat musik, kerajinan, dan lukisan. Museum ini juga memiliki replika rumah adat Lampung dan diorama sejarah Lampung¹.
7. Gedong Aer
Gedong Aer adalah bangunan bersejarah yang berada di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung. Bangunan ini dibangun pada tahun 1827 oleh pemerintah Belanda sebagai menara dan tampungan cadangan air untuk memenuhi kebutuhan logistik di Lampung. Bangunan ini memiliki bentuk segi delapan dengan ketinggian 18 meter dan diameter 12 meter. Bangunan ini juga memiliki tangga spiral yang menghubungkan lantai bawah dan atas. Setelah Belanda pergi, bangunan ini masih difungsikan sebagai pemasok air utama oleh pemerintah Jepang dan PDAM⁵.
8. Vihara Thay Hin Bio
Vihara Thay Hin Bio adalah vihara tertua di Lampung yang berada di Jalan Ikan Kakap Nomor 35, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung. Vihara ini dibangun pada tahun 1850 oleh Po Heng, seorang pedagang Tionghoa yang tinggal di Lampung. Vihara ini memiliki arsitektur khas Tionghoa dengan atap bertingkat dan ornamen-ornamen naga dan burung phoenix. Vihara ini juga menjadi saksi bisu dari letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 yang merusak sebagian bangunan vihara. Vihara ini tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah umat Buddha, tetapi juga umat Konghucu dan Hindu⁴⁵.
9. Istana Sekala Brak
Istana Sekala Brak adalah istana kerajaan yang berada di Desa Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat. Istana ini dibangun pada tahun 1890 oleh Raja Sekala Brak IV, seorang raja dari Kerajaan Sekala Brak yang merupakan salah satu kerajaan terbesar di Lampung pada masa lalu. Istana ini memiliki arsitektur khas Lampung dengan atap berbentuk limas dan dinding dari anyaman bambu. Di dalam istana ini, Anda bisa melihat berbagai benda-benda peninggalan kerajaan seperti singgasana, mahkota, pedang, dan perisai⁴.
10. Goa Warak
Goa Warak adalah goa bersejarah yang berada di Desa Way Harong, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat. Goa ini merupakan bekas tempat persembunyian para pejuang kemerdekaan Indonesia saat melawan penjajah Belanda pada tahun 1947-1949. Goa ini memiliki panjang sekitar 100 meter dan lebar sekitar 10 meter. Di dalam goa ini, Anda bisa melihat berbagai benda-benda peninggalan sejarah seperti senjata api, granat, peluru, dan seragam militer⁴.
Sumber:
(1) 10 Tempat dan Peninggalan Bersejarah di Lampung. https://www.ghotel.co.id/10-tempat-dan-peninggalan-bersejarah-di-lampung/.
(2) 10 Tempat Bersejarah di Lampung yang Menarik Dikunjungi. https://www.andalastourism.com/history/tempat-bersejarah-lampung.
(3) Bangunan Bersejarah di Lampung – IDN Times. https://lampung.idntimes.com/travel/destination/tama-wiguna/bangunan-bersejarah-di-lampung-wajib-dikunjungi-1.
(4) . https://bing.com/search?q=tempat-tempat+bersejarah+di+lampung.
(5) RedDoorz Plus Syariah near Museum Lampung. http://www.reddoorz.com/en-id/hotel/Indonesia/gedong-meneng/bandar-lampung/lampung/reddoorz-plus-syariah-near-museum-lampung.