Sulawesi Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak peninggalan sejarah, baik berupa bangunan, situs, maupun benda purbakala. Tempat-tempat bersejarah di Sulawesi Utara menjadi saksi bisu perkembangan peradaban manusia di daerah ini sejak zaman prasejarah hingga masa penjajahan. Berikut adalah beberapa tempat bersejarah di Sulawesi Utara yang layak dikunjungi:
Bangunan Peninggalan Sejarah Sulawesi Utara (Sulut)
Bangunan peninggalan sejarah Sulawesi Utara (Sulut) adalah bangunan-bangunan yang dibangun oleh berbagai pihak yang pernah menguasai daerah ini, seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Jepang. Beberapa bangunan peninggalan sejarah Sulawesi Utara (Sulut) antara lain³:
– Benteng Amurang: Benteng ini dibangun oleh Portugis pada tahun 1550 sebagai benteng pertahanan dan pusat perdagangan. Benteng ini terletak di Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.
– Benteng Manado: Benteng ini dibangun oleh Spanyol pada tahun 1570 sebagai benteng pertahanan dan pusat kegiatan misionaris. Benteng ini terletak di Kelurahan Wenang Utara, Kota Manado.
– Benteng Tahuna: Benteng ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1677 sebagai benteng pertahanan dan pusat pemerintahan. Benteng ini terletak di Kelurahan Tahuna Timur, Kota Tahuna.
– Benteng Kema: Benteng ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1680 sebagai benteng pertahanan dan pusat perdagangan. Benteng ini terletak di Desa Kema, Kabupaten Minahasa Utara.
– Benteng Tondano: Benteng ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1809 sebagai benteng pertahanan dan pusat pemerintahan. Benteng ini terletak di Kelurahan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa.
– Benteng Moraya: Benteng ini dibangun oleh Jepang pada tahun 1942 sebagai benteng pertahanan dan pusat komunikasi. Benteng ini terletak di Desa Moraya, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Situs dan Peninggalan Manusia Purba di Sulawesi Utara
Situs dan peninggalan manusia purba di Sulawesi Utara adalah situs-situs dan benda-benda yang menunjukkan adanya aktivitas manusia purba di daerah ini sejak zaman prasejarah. Situs dan peninggalan manusia purba di Sulawesi Utara antara lain³:
– Gua-gua Purba: Gua-gua purba adalah gua-gua yang berisi lukisan dinding, alat-alat batu, tulang binatang, dan jejak manusia purba. Gua-gua purba yang ada di Sulawesi Utara antara lain Gua Batu Kapal di Pulau Sangihe, Gua Batu Pinabetengan di Minahasa, Gua Batu Pintu di Bolaang Mongondow, dan Gua Batu Sarapung di Talaud.
– Kubur Batu Waruga: Kubur batu waruga adalah kubur batu yang berbentuk persegi empat dengan tutup berbentuk segi delapan yang berukir gambar-gambar tentang kehidupan orang yang dikuburkan. Kubur batu waruga tersebar di berbagai tempat di Minahasa, seperti Airmadidi, Sawangan, Tomohon, Tondano, dan Langowan.
– Fosil-fosil Binatang Purba: Fosil-fosil binatang purba adalah fosil-fosil binatang yang hidup di daerah ini pada zaman es, seperti gajah purba (stegodon), badak purba (rhinoceros), dan kuda purba (hipparion). Fosil-fosil binatang purba yang ditemukan di Sulawesi Utara antara lain di Pulau Sangihe, Pulau Siau, dan Pulau Talaud.
Bangunan Bersejarah di Manado
Bangunan bersejarah di Manado adalah bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, atau budaya yang tinggi di Kota Manado. Bangunan bersejarah di Manado antara lain⁴:
– Tugu Perang Dunia II: Tugu ini dibangun untuk memperingati jatuhnya pasukan Jepang di Sulawesi Utara pada tahun 1945. Tugu ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Manado.
– Museum Negeri Sulawesi Utara: Museum ini menyimpan berbagai koleksi sejarah, budaya, dan pengetahuan alam yang berkaitan dengan Sulawesi Utara. Museum ini terletak di Jalan W.R. Supratman, Kota Manado.
– Gereja Sentrum: Gereja ini dibangun pada tahun 1890 oleh misionaris Belanda sebagai gereja tertua di Manado. Gereja ini terletak di Jalan Sam Ratulangi, Kota Manado.
– Gedung Serba Guna: Gedung ini dibangun pada tahun 1918 oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai gedung pertemuan dan kegiatan sosial. Gedung ini terletak di Jalan 17 Agustus, Kota Manado.
– Rumah Adat Wale Ne Tou: Rumah adat ini dibangun pada tahun 1930 oleh keluarga Tumbelaka sebagai rumah adat Minahasa yang megah dan unik. Rumah adat ini terletak di Kelurahan Wanea, Kota Manado.
– Klenteng Ban Hin Kiong: Klenteng ini dibangun pada tahun 1819 oleh masyarakat Tionghoa sebagai klenteng tertua di Sulawesi Utara. Klenteng ini terletak di Jalan Panjaitan, Kota Manado.
– Masjid Raya Al-Mashun: Masjid ini dibangun pada tahun 1923 oleh Sultan Deli sebagai masjid terbesar dan termegah di Sulawesi Utara. Masjid ini terletak di Jalan Masjid Raya, Kota Manado.
– Rumah Dinas Gubernur Sulawesi Utara: Rumah dinas ini dibangun pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai rumah dinas residen Minahasa. Rumah dinas ini terletak di Jalan 23 Maret, Kota Manado.
Sumber:
(1) Bangunan Peninggalan Sejarah Sulawesi Utara (Sulut). https://semuatentangprovinsi.blogspot.com/2020/10/bangunan-peninggalan-sejarah-selawesi-utara-sulut.html.
(2) Ternyata Manado Menyimpan Sejuta Kisah, Berikut 8 Bangunan Bersejarah …. https://dolandolen.com/ternyata-manado-menyimpan-sejuta-kisah-berikut-8-bangunan-bersejarah-di-manado-yang-melegenda/.
(3) . https://bing.com/search?q=tempat-tempat+berserjarah+di+sulawesi+utara.
(4) SD Negeri Wakan. https://www.facebook.com/people/WAKAN-Hunter/100069774285976/.