Menu Tutup

Tepuk-Tepuk dalam Pramuka: Makna, Fungsi, dan Contoh

Pramuka adalah gerakan pendidikan nonformal yang bertujuan untuk membentuk karakter anak-anak dan remaja yang berkualitas. Dalam kegiatan pramuka, terdapat berbagai macam simbol, lambang, dan tradisi yang memiliki makna dan fungsi tertentu. Salah satu tradisi yang sering dilakukan dalam pramuka adalah tepuk-tepuk.

Apa itu Tepuk-Tepuk dalam Pramuka?

Tepuk-tepuk dalam pramuka adalah gerakan-gerakan tangan yang digunakan sebagai ungkapan salam, hormat, atau ucapan terima kasih. Tepuk-tepuk biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh anggota pramuka dalam suatu kesempatan tertentu, seperti saat upacara, rapat, atau permainan.

Tepuk-tepuk dalam pramuka memiliki makna dan fungsi yang berbeda-beda, tergantung pada jenis dan cara melakukannya. Secara umum, tepuk-tepuk dapat menunjukkan rasa hormat dan kesatuan antar anggota pramuka, menghidupkan suasana dengan permainan tepuk tangan, atau memberikan apresiasi dan dukungan kepada seseorang atau kelompok.

Jenis-Jenis Tepuk-Tepuk dalam Pramuka

Terdapat berbagai jenis tepuk-tepuk dalam pramuka yang dapat dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi. Beberapa jenis tepuk-tepuk dalam pramuka adalah sebagai berikut:

  • Tepuk Salam Pramuka: Tepuk ini dilakukan sebagai salam resmi antara anggota pramuka. Caranya adalah dengan menempelkan telapak tangan kanan ke telapak tangan kiri lawan bicara, lalu mengangkat tangan kanan ke dada sejajar dengan bahu kiri sambil mengucapkan “Salam Pramuka”. Tepuk ini menunjukkan rasa hormat dan persaudaraan antara anggota pramuka.
  • Tepuk Semangat: Tepuk ini dilakukan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada seseorang atau kelompok yang akan melakukan suatu tugas atau tantangan. Caranya adalah dengan menepukkan tangan kanan ke tangan kiri secara bergantian sambil mengucapkan “Semangat! Semangat! Semangat!”. Tepuk ini menunjukkan rasa dukungan dan penghargaan kepada seseorang atau kelompok.
  • Tepuk Syalala: Tepuk ini dilakukan untuk menghibur seseorang atau kelompok yang gagal atau sedih. Caranya adalah dengan menepukkan tangan kanan ke tangan kiri secara bergantian sambil mengucapkan “Syalala! Syalala! Syalala!”. Tepuk ini menunjukkan rasa simpati dan empati kepada seseorang atau kelompok.
  • Tepuk Bakso: Tepuk ini dilakukan sebagai permainan tepuk tangan yang menyenangkan. Caranya adalah dengan menepukkan tangan kanan ke tangan kiri secara bergantian sambil mengucapkan “Tepuk 3x bulat-bulat, tepuk 3x bunder-bunder, tepuk 3x kenyol-kenyol, tepuk 3x dimakan, tepuk 3x enak tenan”. Tepuk ini menunjukkan rasa gembira dan ceria antara anggota pramuka.
  • Tepuk Randu: Tepuk ini dilakukan sebagai permainan tepuk tangan yang mengasah otak. Caranya adalah dengan menepukkan tangan kanan ke tangan kiri secara bergantian sambil mengucapkan “Tepuk 3x kapok randu, tepuk 3x diuwel-uwel, tepuk 3x bapak pandu, tepuk 3x boden powell”. Tepuk ini menunjukkan rasa kreatif dan inovatif antara anggota pramuka.

Selain jenis-jenis tepuk-tepuk di atas, masih ada banyak lagi jenis-jenis tepuk-tepuk lainnya yang dapat dilakukan dalam pramuka. Beberapa contoh lainnya adalah tepuk bete, tepuk goyang, tepuk orang, tepuk mama, dan sebagainya1.

Tingkatan Tepuk-Tepuk dalam Pramuka

Tepuk-tepuk dalam pramuka juga memiliki tingkatan yang berbeda-beda, tergantung pada tingkatan keanggotaan pramuka. Setiap tingkatan pramuka memiliki tepuk-tepuk khusus yang harus dikuasai dan dilakukan. Tingkatan tepuk-tepuk dalam pramuka adalah sebagai berikut:

  • Tepuk Siaga: Tepuk ini dilakukan oleh anggota pramuka siaga, yaitu anggota pramuka yang berusia 7-10 tahun. Tepuk ini berbentuk seperti huruf A yang terbalik dan terbuat dari kain berwarna kuning. Tepuk ini menunjukkan bahwa anggota pramuka siaga sedang belajar dasar-dasar pramuka.
  • Tepuk Penggalang: Tepuk ini dilakukan oleh anggota pramuka penggalang, yaitu anggota pramuka yang berusia 11-15 tahun. Tepuk ini berbentuk seperti huruf V yang terbalik dan terbuat dari kain berwarna hijau. Tepuk ini menunjukkan bahwa anggota pramuka penggalang sedang mencari bahan untuk membangun bangsa dan negara2.
  • Tepuk Penegak: Tepuk ini dilakukan oleh anggota pramuka penegak, yaitu anggota pramuka yang berusia 16-20 tahun. Tepuk ini berbentuk seperti huruf M yang terbalik dan terbuat dari kain berwarna merah. Tepuk ini menunjukkan bahwa anggota pramuka penegak sedang menerapkan ilmu dan keterampilan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
  • Tepuk Pandega: Tepuk ini dilakukan oleh anggota pramuka pandega, yaitu anggota pramuka yang berusia 21-25 tahun. Tepuk ini berbentuk seperti huruf W yang terbalik dan terbuat dari kain berwarna biru. Tepuk ini menunjukkan bahwa anggota pramuka pandega sedang mengembangkan diri dan masyarakat melalui kegiatan kewirausahaan.

Sumber:
(1) Contoh Macam-Macam Tepuk dalam Pramuka – JUMANKERA. https://www.jumankera.com/2023/02/contoh-macam-macam-tepuk-dalam-pramuka.html.
(2) Tingkatan Pramuka Penggalang – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2021/08/16/122925669/tingkatan-pramuka-penggalang.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya