Menu Tutup

Cara-cara Mencapai Kecerdasan Spiritual

Agustian memberi konsep yang diyakini mampu melahirkan manusia unggul, namun bukanlah sebuah program kilat. Dan tidak akan terjadi tanpa suatu proses yang berkelanjutan dan komitmen yang kuat pada diri. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

a.    Penjernihan Emosi

Menurut Agustian, penjernihan hati adalah sebuah landasan awal dalam memahami pemikiran tentang kecerdasan spiritual. Maknanya adalah dibutuhkan kejernihan hari sebelum mencari dan menemukan kebenaran. Yaitu kebenaran yang sesuai dengan Tuhan Sang Pencipta. Ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama, sang Jibril berkata: “Baca! (Iqra!).” dan dijawab “Saya tak dapat membaca.” Kisah ini memancarkan sebuah pesan subi yang dalam maknanya, yaitu tentang pentingnya kebersihan hati melalui proses penjernihan hati sebelum menerima cahaya Ilahi.

b.    Membangun Mental

Dalam al Qur’an Allah berfirman:

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (Q.S. al Bayyinah:7)

Segala keputusan yang diambil hendaknya dilandasi karena Allah SWT, sehingga yang ditemukan adalah sebuah kebijaksanaan mulia dengan penuh kepercayaan diri. Keterbukaan berfikir merupakan hal esensial dalam pengambilan keputusan. Sebuah proses dinamis dimana kita mengambil dan memilih diantara beragam alternatif.

Dengan didasari ajaran agama mendorong dan mengajak para ummat untuk bekerja produktif bukan saja untuk kepentingan dirinya sendiri akan tetapi juga untuk kepentingan orang lain serta melakukan inovasi dan penemuan baru.[1]

Hanya dengan berpegang teguh kepada Allah-lah sesungguhnya dapat menimbulkan rasa tenang dan aman. Rasa itu sebenarnya akan menjernihkan fikiran yang akhirnya akan mampu mengambil inisiatif yang sangat penting serta berharga sekaligus memberi kesempatan mental untuk menghadapi perubahan yang pasti akan terjadi.

c.    Ketangguhan Pribadi

Ketangghan pribadi adalah ketika seseorang telah mengenal jati diri spiritual yang telah diperolehnya melalui inner journey hingga menjangkau inner teritory pada dimensi pencerahan di God Spot. Lalu pada akhirnya ia akan mengenal siapa Tuhannya melalui pengenalan dirinya sendiri.

Bakat dan keinginan untuk berekspresi, mengatur dan mengorganisasikan kehidupan yang lebih kreatif dan efektif. Yaitu kemampuan untuk mengelola hidup sesuai dengan visi batin atau disebut juga kemampuan memilih dan menata.

Orang yang memiliki ketangguhan pribadi memiliki kuasa atas diri sendiri, merasa damai dengan dirinya sendiri, tahu siapa yang dicintai dan apa yang harus dihargai serta berbuat berdasarkan cinta dan nilai-nilai.

d.  Ketangguhan Sosial

Sejatinya dalam diri manusia telah mendapat tiupan ruh dari Tuhan. Yang artinya manusia memiliki sifat-sifat Tuhan dalam God Spot-nya. Dan salah satu sifat tersebut adalah dorongan untuk bersikap pengasih dan penyayang.

Menurut Stephen R Covey, kunci rahasia keberhasilan seseorang adalah keseimbangan production dan production capabilty. Covey menganalogikan hasil yang diinginkan dengan telor-telor emas, sedangkan angsa melambangkan sesuatu yang harus dipelihara dan diberi.

Orang yang termotivasi oleh semangat bergaul dan bekerja sama akan menjadi tim yang bagus dan punya semangat kelompok yang kuat. Hal ini menyebabkan seseorang mengembangkan strategi-strategi yang berupa meyenangkan orang lain, negosiasi, konsiliasi, dan manajemen konflik.

[1] Jalaluddin, Psikologi Agama, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2009), h. 315.

Baca Juga: