Sejak kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, pembentukan identitas nasional menjadi perhatian utama para pendiri bangsa. Salah satu langkah penting dalam proses ini adalah pemilihan simbol nasional yang mencerminkan nilai-nilai dan aspirasi bangsa. Garuda Pancasila, sebagai lambang negara Indonesia, tidak hanya merupakan gambar burung yang gagah, tetapi juga mengandung sejarah dan filosofi mendalam yang mencerminkan semangat dan kebanggaan bangsa.
Pemilihan burung Garuda sebagai lambang negara tidak terlepas dari kisah epik dalam mitologi Hindu. Garuda, dalam tradisi Hindu, dianggap sebagai burung raksasa yang merupakan kendaraan Dewa Wisnu. Pemilihan ini tidak hanya mengakar pada nilai-nilai keagamaan, tetapi juga melibatkan unsur keberanian dan keadilan yang diyakini mencerminkan semangat kemerdekaan Indonesia. Dengan menganut konsep Pancasila, lima sila atau prinsip dasar, lambang Garuda diintegrasikan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Garuda Pancasila menjadi lambang yang resmi pada tahun 1950 setelah melalui serangkaian pertimbangan dan perdebatan di tingkat nasional. Proses ini mencerminkan keragaman budaya dan agama di Indonesia, di mana pengakuan terhadap warisan budaya Hindu-Buddha diterima secara luas sebagai bagian dari sejarah nasional yang kaya. Melalui kesepakatan kolektif, Garuda Pancasila dianggap sebagai simbol yang mempersatukan identitas nasional.
Filosofi yang terkandung dalam lambang ini dapat ditemukan dalam elemen-elemen visualnya. Garuda yang mengangkat sembilan pancasila di tengah sayapnya mencerminkan semangat gotong-royong dan persatuan dalam keberagaman. Sembilan pancasila melambangkan semangat persatuan dalam perbedaan yang terdiri dari nilai-nilai seperti keadilan sosial, demokrasi, dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Selain itu, bentuk sayap Garuda yang terbuka lebar menunjukkan kebebasan dan pergerakan menuju masa depan yang lebih baik. Hal ini mencerminkan semangat progresif dan keinginan untuk terus berkembang sebagai bangsa yang maju. Simbol matahari terbit di dada Garuda menambahkan dimensi spiritual, menciptakan hubungan antara kehidupan dan keabadian.
Dalam konteks sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Garuda Pancasila juga menjadi representasi perlawanan dan semangat juang rakyat. Pemilihan burung ini bukan sekadar kebetulan, tetapi merupakan ekspresi keinginan untuk mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia.
Dengan demikian, Garuda Pancasila bukan hanya sekadar lambang negara yang indah secara visual, tetapi juga sebuah narasi mendalam tentang perjalanan bangsa Indonesia. Pemilihan burung Garuda sebagai lambang negara bukan hanya mengandung makna keagamaan, tetapi juga mencerminkan semangat persatuan, kebebasan, dan perjuangan. Sebagai simbol yang menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan, Garuda Pancasila tetap menjadi penanda kebanggaan dan identitas nasional Indonesia.