Generasi Z, yang juga dikenal sebagai Gen Z, adalah kelompok demografis yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Seiring berjalannya waktu, mereka telah menjadi kekuatan yang signifikan dalam dunia konsumen. Sebagai generasi pertama yang tumbuh dengan teknologi digital, media sosial, dan akses informasi yang tak terbatas, preferensi konsumen Gen Z telah menjadi sorotan utama dalam studi perilaku konsumen modern.
Generasi Z memiliki karakteristik unik yang mempengaruhi cara mereka berbelanja, berinteraksi dengan merek, dan membuat keputusan pembelian. Pertama-tama, mereka dikenal sebagai generasi yang sangat terhubung secara digital. Untuk sebagian besar Gen Z, smartphone adalah perpanjangan tangan mereka, dan mereka menggunakannya untuk berbelanja online, mencari informasi produk, dan berinteraksi dengan merek. Media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, menjadi platform utama untuk memengaruhi keputusan pembelian mereka. Dalam hal ini, merek yang ingin menarik perhatian Gen Z harus aktif dan terlibat di platform-platform ini, serta menciptakan konten yang relevan dan autentik.
Namun, meskipun teknologi digital memainkan peran besar dalam kehidupan mereka, Gen Z juga menunjukkan peningkatan minat pada keberlanjutan dan etika dalam konsumsi. Mereka cenderung lebih sadar lingkungan daripada generasi sebelumnya, dan mereka lebih cenderung memilih produk dan merek yang mendukung nilai-nilai berkelanjutan. Oleh karena itu, merek yang ingin menarik perhatian Gen Z harus menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan, serta berkomitmen pada tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Dalam hal preferensi pembayaran, Gen Z cenderung lebih suka metode pembayaran digital. Mereka telah menjadi pemakai aktif aplikasi pembayaran seluler dan dompet digital, dan mereka sering menghindari transaksi tunai. Kemudahan, kecepatan, dan fleksibilitas pembayaran digital adalah aspek yang sangat mereka hargai. Untuk mengakomodasi preferensi ini, bisnis perlu memastikan bahwa mereka menyediakan berbagai opsi pembayaran digital dan memiliki infrastruktur yang aman dan andal untuk melakukannya.
Selain itu, Gen Z menuntut pengalaman pembelian yang personal dan disesuaikan. Mereka lebih suka berbelanja di merek yang dapat mengenali preferensi dan kebutuhan individu mereka. Inisiatif personalisasi dalam pemasaran dan pengalaman pelanggan adalah kunci untuk memenangkan hati Gen Z.
Sementara ini hanya sebagian dari preferensi konsumen Generasi Z yang perlu dipertimbangkan oleh bisnis. Mengingat pentingnya kontribusi mereka terhadap ekonomi, memahami dan mengikuti perubahan dalam perilaku konsumen Gen Z adalah suatu keharusan bagi perusahaan yang ingin berhasil di pasar saat ini dan masa depan. Dengan memahami preferensi konsumen Generasi Z, perusahaan dapat membangun strategi pemasaran yang lebih efektif, merancang produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka, dan menciptakan pengalaman pelanggan yang dapat memenangkan loyalitas generasi ini.