Menu Tutup

Jejak Langkah Soekarno Menuju Lahirnya Pancasila: Sebuah Tinjauan Historis

Pada awal dekade 1940-an, Indonesia tengah mengalami situasi politik yang penuh gejolak. Di tengah cengkeraman penjajah dan semangat perjuangan kemerdekaan yang semakin menggelora, Bung Karno, atau Soekarno, muncul sebagai tokoh kunci yang memainkan peran penting dalam perumusan ideologi negara Indonesia yang baru.

Soekarno, dengan karismanya yang mengagumkan, menyadari pentingnya memiliki dasar ideologi yang kokoh untuk menggantikan kolonialisme. Pada saat itu, ia bersama para pemimpin bangsa lainnya merasa perlunya sebuah landasan ideologis yang dapat menyatukan keragaman suku, agama, dan budaya di Indonesia.

Perjalanan panjang menuju lahirnya Pancasila dimulai dengan pemikiran-pemikiran Soekarno yang terus berkembang seiring waktu. Pada tahun 1941, Soekarno menyampaikan ide-idenya dalam “Pidato Delanggu,” di mana ia menguraikan gagasannya tentang nasionalisme, internasionalisme, dan kepribadian Indonesia yang unik. Pidato tersebut dapat dianggap sebagai langkah awal menuju konsepsi dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Gelombang perubahan semakin terasa ketika Soekarno, bersama tokoh-tokoh pergerakan nasionalis lainnya, membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1945. BPUPKI memiliki tugas utama untuk menyusun dasar negara Indonesia yang baru. Soekarno, sebagai ketua BPUPKI, memberikan kontribusi besar dalam merumuskan asas-asas negara yang kemudian menjadi pokok pikiran dalam Pancasila.

Puncak dari perjuangan Soekarno terlihat pada 1 Juni 1945, saat ia menyampaikan pidato di depan sidang BPUPKI. Dalam pidato tersebut, Soekarno menguraikan secara tegas lima sila yang menjadi dasar negara baru Indonesia. Ia menyebutnya dengan nama “Pancasila,” yang secara harfiah berarti “lima asas” atau “lima prinsip.”

Selanjutnya, langkah bersejarah terjadi pada 18 Agustus 1945, ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diumumkan. Meskipun Pancasila belum secara resmi diakui sebagai dasar negara, ideologi tersebut telah mendarah daging dalam semangat perjuangan para pendiri bangsa. Proses perumusan Pancasila terus berlanjut hingga akhirnya diakui dalam pembukaan UUD 1945 yang diamandemen pada 18 Agustus 1945.

Jejak langkah Soekarno menuju lahirnya Pancasila mencerminkan kebijaksanaan, kepemimpinan, dan visi yang tinggi untuk menciptakan dasar negara yang kokoh bagi Indonesia merdeka. Seiring berjalannya waktu, Pancasila tetap menjadi panduan dan prinsip utama dalam mengarahkan negara ini menuju cita-cita kemerdekaan dan kemajuan.