Pada abad ke-20, Indonesia menjadi saksi dari pengaruh yang mendalam dari kolonialisme yang didominasi oleh kekuatan Eropa. Periode ini ditandai oleh penjajahan yang berdampak besar terhadap struktur sosial dan ekonomi masyarakat pribumi. Penjajahan Belanda, yang telah berlangsung sejak abad sebelumnya, terus memainkan peran sentral dalam menentukan arah perubahan sosial dan ekonomi di Indonesia.
Sosial masyarakat pribumi, yang sebelumnya didasarkan pada struktur yang lebih tradisional, mengalami transformasi yang mendalam sebagai respons terhadap tekanan kolonial. Sistem kasta yang telah ada selama berabad-abad mengalami disrupsi, dan masyarakat pribumi terpaksa beradaptasi dengan sistem pendidikan baru yang diperkenalkan oleh pemerintah kolonial. Hal ini menyebabkan munculnya intelektual-intelektual pribumi yang kemudian memainkan peran penting dalam gerakan kemerdekaan.
Di sisi ekonomi, kolonialisme Belanda membawa perubahan besar dalam struktur ekonomi Indonesia. Pada awalnya, fokus kolonialisme terutama pada ekstraksi sumber daya alam, seperti rempah-rempah dan hasil pertanian lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, Belanda mulai mendorong pengembangan industri di Indonesia, tetapi dengan fokus yang masih sangat tergantung pada kepentingan Belanda. Hal ini menyebabkan terciptanya ketimpangan ekonomi yang signifikan antara Belanda dan Indonesia.
Kolonialisme juga mengakibatkan perubahan dalam pola kepemilikan tanah. Sistem tanah milik pribumi diubah oleh pemerintah kolonial, dengan pemusatan tanah yang semakin besar pada tangan penguasa kolonial dan elite pribumi yang bekerja sama dengan mereka. Hal ini memperdalam kesenjangan ekonomi antara kelompok berkuasa dan rakyat jelata.
Selain itu, kolonialisme juga memainkan peran penting dalam pembentukan identitas nasional Indonesia. Penindasan dan penekanan terhadap budaya lokal menyebabkan munculnya gerakan nasionalisme yang kuat di Indonesia, yang akhirnya memimpin jalan menuju kemerdekaan. Kesadaran akan identitas nasional yang berbeda dari penjajah menjadi semakin kuat di kalangan masyarakat, yang kemudian menjadi pendorong utama di balik perjuangan merebut kemerdekaan.
Dengan demikian, abad ke-20 menjadi era yang penuh dengan perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan di Indonesia, yang dipicu oleh pengaruh kuat dari kolonialisme Belanda. Meskipun kolonialisme telah meninggalkan jejak yang dalam dan memilukan, perjuangan yang dijalani selama periode ini telah membentuk fondasi yang kuat bagi pembentukan Indonesia sebagai negara merdeka.