Pendahulu sistem mata uang modern yang kompleks dan beragam yang kita kenal saat ini, ada dua jenis mata uang kuno yang memiliki nilai historis dan filosofis yang mendalam: dinar dan dirham. Dinar dan dirham adalah bentuk mata uang yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam sejarah peradaban Islam. Saat ini, ada beberapa kelompok dan individu yang berpendapat bahwa dinar dan dirham memiliki potensi sebagai alternatif bagi mata uang fiat modern sebagai mata uang global. Dalam artikel ini, kami akan menyelidiki asal-usul dan sejarah dinar dan dirham, serta mendiskusikan argumen yang mendukung gagasan penggunaannya sebagai alternatif mata uang global.
Dinar dan dirham memiliki akar sejarah yang sangat kaya dan kuat. Dinar pertama kali diperkenalkan oleh Kekhalifahan Umayyah pada abad ke-7 Masehi. Koin ini terbuat dari emas murni dan berfungsi sebagai standar mata uang dalam dunia Islam selama berabad-abad. Kemudian, dinar menjadi dikenal secara luas sebagai unit mata uang emas yang diakui dan dihormati.
Sementara itu, dirham adalah koin perak yang juga digunakan sebagai mata uang standar dalam peradaban Islam pada periode yang sama. Dirham sering digunakan dalam perdagangan dan pertukaran dengan dinar, membentuk sistem dua mata uang yang kuat dan stabil.
Sejarah dinar dan dirham tidak hanya didasarkan pada nilai intrinsik emas dan perak yang dimiliki koin tersebut, tetapi juga pada filosofi Islam yang mendalam. Dalam ajaran Islam, emas dan perak dianggap sebagai “thaman” atau komoditas yang digunakan sebagai ukuran nilai yang adil dan stabil. Hal ini terkait dengan larangan Riba (bunga) dalam Islam dan tujuan untuk memastikan keadilan dalam sistem ekonomi.
Konsep dinar dan dirham sebagai mata uang Islam mencerminkan nilai-nilai seperti kesetaraan, adil, dan keberlanjutan. Masyarakat Islam pada masa lalu menggunakan dinar dan dirham sebagai alat tukar yang sah dan terpercaya dalam transaksi, memungkinkan perdagangan yang adil dan menghindari fluktuasi nilai yang tajam.
Beberapa kelompok dan individu percaya bahwa dinar dan dirham memiliki potensi sebagai alternatif bagi mata uang fiat modern yang dikeluarkan oleh bank sentral. Alasan-alasan utama yang mendukung gagasan ini termasuk:
- Stabilitas Nilai: Dinar dan dirham memiliki nilai intrinsik yang berdasarkan emas dan perak, yang cenderung lebih stabil daripada mata uang fiat modern yang nilainya dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan politik.
- Pencegahan Inflasi: Karena dinar dan dirham terkait langsung dengan komoditas berharga (emas dan perak), mereka mungkin mampu mengurangi risiko inflasi berlebih yang sering terjadi dengan pencetakan uang yang tidak terkontrol.
- Keadilan Ekonomi: Penggunaan dinar dan dirham dapat membantu menciptakan sistem keuangan yang lebih adil, karena setiap satuan mata uang akan memiliki nilai yang sama, mengurangi kesenjangan dan manipulasi nilai.
- Perlindungan dari Krisis Keuangan: Selama periode krisis keuangan global, dinar dan dirham dapat berfungsi sebagai tempat berlindung bagi individu dan negara, memberikan stabilitas ekonomi dan keuangan yang lebih besar.
- Mendukung Ekonomi Islam: Bagi negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, penggunaan dinar dan dirham dapat lebih konsisten dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam dan nilai-nilai agama.
Namun, ada juga kritik terhadap gagasan ini. Beberapa ahli ekonomi mengatakan bahwa kembali ke sistem dinar dan dirham bisa membatasi fleksibilitas dalam menghadapi dinamika ekonomi modern dan berpotensi menghadapi masalah skalabilitas jika digunakan sebagai mata uang global.
Apabila dinar dan dirham ingin menjadi alternatif yang serius bagi mata uang fiat modern, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah pendekatan koordinasi global, karena peralihan semacam ini akan memerlukan kerjasama banyak negara. Masalah teknis, seperti bagaimana menyimpan dan mengelola fisik emas dan perak dalam jumlah besar, juga perlu dipecahkan.
Selain itu, ada pertanyaan tentang bagaimana peran bank sentral dan lembaga keuangan akan berubah dalam sistem yang menggunakan dinar dan dirham. Pengaturan dan pengawasan perlu dibuat agar sistem ini berfungsi secara efisien dan dapat diandalkan.
Kesimpulan
Dinar dan dirham memiliki sejarah yang sangat panjang dan kuat dalam peradaban Islam. Filosofi yang mendasari penggunaan koin ini mencerminkan nilai-nilai Islam seperti keadilan, kesetaraan, dan keberlanjutan. Beberapa kelompok dan individu percaya bahwa dinar dan dirham memiliki potensi sebagai alternatif bagi mata uang fiat modern sebagai mata uang global.
Namun, implementasi dan penerapan ide ini menghadapi tantangan dan kritik yang perlu diatasi. Apakah dinar dan dirham akan benar-benar menjadi alternatif yang efektif dan diterima secara luas sebagai mata uang global, atau apakah mereka tetap menjadi bagian dari sejarah, adalah pertanyaan yang masih perlu dijawab. Penggunaan dinar dan dirham sebagai mata uang global akan bergantung pada bagaimana masalah teknis, ekonomi, dan politik yang terkait dengannya diatasi oleh komunitas global.