Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, memiliki potensi besar dalam mengembangkan peran generasi muda dalam perekonomian. Namun, tantangan yang dihadapi termasuk kesenjangan keterampilan, akses terhadap pendidikan berkualitas, dan perubahan dinamika pasar kerja global yang semakin kompleks. Untuk mengatasi hal ini, strategi pengembangan sumber daya manusia menjadi sangat penting. Dengan memfokuskan upaya pada pendidikan berkualitas, pelatihan keterampilan yang relevan, dan peningkatan akses terhadap kesempatan kerja, Indonesia dapat mempersiapkan generasi muda untuk menjadi pemain utama dalam perekonomian.
Pertama, sektor pendidikan memainkan peran krusial dalam mengembangkan sumber daya manusia. Meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah menjadi prioritas utama. Peningkatan kurikulum yang mencakup keterampilan digital, kewirausahaan, dan soft skills yang diperlukan di era global dapat membekali generasi muda dengan landasan yang kokoh. Selain itu, investasi pada pendidikan vokasi dan pendidikan kejuruan juga perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan industri dan membantu mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai.
Kedua, pelatihan keterampilan harus disesuaikan dengan permintaan pasar. Melalui kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pelatihan, program pelatihan harus dirancang untuk mencakup keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan sektor industri. Pengembangan keterampilan teknis, manajerial, dan interpersonal di berbagai sektor seperti industri manufaktur, teknologi informasi, pertanian, dan pariwisata dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global.
Ketiga, peningkatan akses terhadap kesempatan kerja perlu diutamakan. Dukungan terhadap penciptaan lapangan kerja melalui pembangunan infrastruktur, pembentukan kawasan industri, dan stimulus bagi pelaku usaha kecil dan menengah dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkontribusi secara langsung dalam perekonomian. Peningkatan akses terhadap pembiayaan usaha dan pelatihan kewirausahaan juga dapat mendorong generasi muda untuk mengembangkan inisiatif bisnis yang inovatif dan berkelanjutan.
Terakhir, penting untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam pengambilan keputusan ekonomi. Melalui pembentukan forum diskusi, keterlibatan dalam perumusan kebijakan, dan dukungan bagi inisiatif pengembangan ekonomi lokal, generasi muda dapat merasakan bahwa suara mereka didengar dan kontribusi mereka dihargai. Dengan membangun lingkungan yang mendorong keterlibatan aktif, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang berperan penting dalam pembentukan kebijakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan penerapan strategi pengembangan sumber daya manusia yang holistik dan berkelanjutan, Indonesia dapat mengoptimalkan potensi generasi muda untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Melalui investasi yang tepat dalam pendidikan, pelatihan keterampilan, akses terhadap kesempatan kerja, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan ekonomi, generasi muda dapat menjadi tulang punggung yang kuat dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.