Sejarah pembentukan Gerakan Pramuka Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran besar Bapak Pramuka Indonesia, yaitu Bapak Soekarno. Pada awal abad ke-20, Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda, dan kebutuhan akan pemuda yang memiliki semangat patriotik dan keterampilan kepemimpinan menjadi sangat penting. Pada tahun 1923, Bapak Soekarno memperkenalkan gerakan kepanduan sebagai solusi untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang unggul dan berdedikasi untuk memerdekakan tanah air.
Bapak Soekarno melihat pentingnya pendidikan karakter dan kemandirian bagi generasi muda Indonesia. Dalam visinya untuk menciptakan bangsa yang merdeka dan berdaulat, ia menyadari bahwa pembentukan karakter anak-anak muda harus dimulai sejak dini. Oleh karena itu, pada tanggal 14 Agustus 1923, ia mendirikan Gerakan Pramuka Indonesia dengan nama awal Jong Java, yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Pramuka.
Gerakan Pramuka Indonesia tidak hanya dilihat sebagai organisasi pendidikan formal, tetapi juga sebagai sarana untuk memupuk semangat persatuan dan nasionalisme di kalangan pemuda. Bapak Soekarno menginginkan agar Pramuka menjadi wadah bagi pemuda Indonesia untuk belajar nilai-nilai kepramukaan, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan, yang sangat diperlukan dalam membangun karakter dan kepemimpinan.
Pada tahun 1961, Bapak Soekarno menyatakan Pramuka sebagai organisasi kepanduan nasional yang diakui pemerintah. Hal ini menunjukkan pengakuan atas kontribusi besar Pramuka dalam membentuk generasi muda yang memiliki semangat patriotik dan keterampilan yang diperlukan untuk membangun bangsa. Bapak Soekarno juga menekankan pentingnya Pramuka sebagai wahana untuk membentuk solidaritas dan persatuan di tengah perbedaan yang ada di Indonesia.
Selama kepemimpinan Bapak Soekarno, Pramuka terus berkembang dan memainkan peran yang sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan. Bapak Soekarno memahami bahwa Pramuka tidak hanya tentang keterampilan fisik, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan. Melalui Pramuka, ia berharap dapat menciptakan pemuda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang kuat.
Dalam perjalanan waktu, Gerakan Pramuka Indonesia terus mengukir sejarahnya dengan menjadi salah satu organisasi kepanduan terbesar di dunia. Kontribusi besar Bapak Soekarno dalam membentuk Pramuka tidak hanya meninggalkan jejak dalam sejarah organisasi, tetapi juga membantu membentuk identitas nasional Indonesia yang kuat. Peran Bapak Pramuka Indonesia ini tetap dihargai dan diingat sebagai landasan kokoh bagi perkembangan Gerakan Pramuka Indonesia hingga saat ini.