Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang politik yang dipenuhi dengan perjuangan dan pertarungan ideologi. Salah satu titik kritis dalam sejarah tersebut adalah pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Proses terbentuknya kedua lembaga ini menjadi landasan utama bagi pernyataan kemerdekaan Indonesia yang diwujudkan dalam Proklamasi 17 Agustus 1945.
Pada awalnya, suasana politik di Indonesia pasca-Perang Dunia II dipenuhi ketidakpastian. Belanda, yang sebelumnya menguasai Indonesia selama tiga setengah abad, berada dalam keadaan lemah setelah diduduki oleh Jerman pada tahun 1940. Kesempatan untuk meraih kemerdekaan pun muncul, dan pemimpin nasionalis Indonesia, seperti Soekarno dan Mohammad Hatta, berusaha memanfaatkannya.
Munculnya ide untuk membentuk BPUPKI bermula dari kesadaran akan pentingnya persiapan menyeluruh sebelum meraih kemerdekaan. Pada tanggal 29 April 1945, Jepang yang saat itu menduduki Indonesia membentuk BPUPKI dengan Keputusan Pemerintah Jepang No. 1. Keputusan tersebut mengamanatkan BPUPKI untuk melakukan penyelidikan dan merumuskan usaha persiapan kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian, BPUPKI menjadi platform utama bagi para pemimpin nasionalis Indonesia untuk berdiskusi dan merumuskan dasar negara yang akan diterapkan setelah kemerdekaan.
Sidang pertama BPUPKI dimulai pada tanggal 29 Mei 1945 di Gedung Sociƫteit Concordia, Jakarta. Sebanyak 62 orang anggota BPUPKI hadir dalam sidang tersebut, mewakili berbagai golongan masyarakat dan latar belakang politik. Soekarno terpilih sebagai ketua, sementara Mohammad Hatta menjadi wakil ketua. Sidang ini menjadi panggung bagi perdebatan dan diskusi intensif mengenai landasan filosofis, politik, dan hukum bagi negara Indonesia yang merdeka.
Dalam prosesnya, terjadi perbedaan pandangan di antara anggota BPUPKI. Ada yang menginginkan negara Indonesia yang bersifat demokratis, sedangkan lainnya mendukung sistem negara yang lebih terpusat. Meskipun demikian, kesepakatan untuk meraih kemerdekaan tetap menjadi fokus utama. Pada tanggal 1 Juni 1945, BPUPKI berhasil menyusun Piagam Jakarta sebagai dasar bagi pembentukan negara Indonesia yang merdeka. Piagam tersebut mencakup pembukaan dan 37 pasal yang merinci prinsip-prinsip dasar negara.
Pergulatan politik semakin memanas ketika pemerintah Jepang membubarkan BPUPKI pada tanggal 7 Juli 1945. Pada saat yang sama, terjadi pergantian pimpinan di Jepang yang mengakibatkan perubahan arah kebijakan terhadap Indonesia. Namun, para pemimpin nasionalis tidak menyerah. Mereka terus berupaya untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
Dalam upaya menjaga kontinuitas perjuangan, para pemimpin nasionalis membentuk PPKI pada tanggal 7 Agustus 1945. PPKI bertugas untuk menyusun rancangan Undang-Undang Dasar dan mempersiapkan pembentukan pemerintahan Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan. Sidang pertama PPKI diadakan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, dan dihadiri oleh 27 anggota.
Momentum krusial terjadi pada tanggal 14 Agustus 1945 ketika Jepang resmi menyerah kepada Sekutu. Kesempatan untuk mengumumkan kemerdekaan semakin dekat, namun tekanan dari pihak Jepang yang ingin menjaga kestabilan daerah membuat para pemimpin nasionalis harus bertindak cepat. Pada malam tanggal 16 Agustus 1945, PPKI menyelenggarakan sidang tertutup di Gedung Proklamasi, Jakarta, untuk membahas dan menandatangani naskah proklamasi.
Pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta, bersama anggota PPKI lainnya, menggelar sidang kabinet di rumah Soekarno. Di sanalah naskah proklamasi dibacakan, dan Indonesia resmi menyatakan kemerdekaannya. Proklamasi tersebut menjadi titik puncak dari pergulatan politik dan proses panjang terbentuknya BPUPKI dan PPKI.
Dengan proklamasi kemerdekaan, Indonesia mengakhiri era penjajahan dan memasuki fase baru sebagai negara merdeka. Perjalanan politik yang penuh perjuangan dan pergulatan ideologi dalam membentuk BPUPKI dan PPKI menjadi warisan berharga yang membentuk dasar negara Indonesia hingga saat ini.