Sudharnoto Soemarto, seorang maestro musik Indonesia, meninggalkan warisan berharga dalam bentuk lagu-lagu nasional yang menciptakan semangat kebangsaan. Salah satu karyanya yang paling monumental adalah ‘Garuda Pancasila’, sebuah lagu yang menggema sebagai simbol kebesaran dan kemerdekaan Indonesia. Melalui perjalanan hidupnya yang penuh warna, Sudharnoto Soemarto tidak hanya menjadi pencipta lagu yang dihormati, tetapi juga pahlawan seni yang membawa makna mendalam kepada bangsa ini.
Sudharnoto Soemarto lahir pada tanggal 27 Agustus 1924 di Solo, Jawa Tengah. Dari usia dini, bakat musiknya bersinar, dan keluarganya mendukung sepenuhnya perkembangan bakat tersebut. Ketertarikannya pada musik tradisional Indonesia membentuk dasar pengembangan bakatnya, dan ia mulai memperdalam pemahaman akan keberagaman budaya musik di Nusantara.
Pendidikan formal Sudharnoto tidak menghentikan hasratnya terhadap musik. Ia belajar di Konservatori Karawitan di Surakarta, di mana ia mengejar studi musiknya dengan tekun. Pendidikan inilah yang memberikan landasan yang kuat bagi Sudharnoto untuk menciptakan karya-karya musiknya yang brilian, termasuk ‘Garuda Pancasila’.
Kehidupan Sudharnoto Soemarto tidak lepas dari dinamika zaman kolonial dan perjuangan kemerdekaan. Sepanjang perjalanan hidupnya, Sudharnoto terlibat dalam kegiatan kebudayaan dan seni yang mendukung semangat nasionalisme. Ia tidak hanya seorang musisi, tetapi juga seorang aktivis seni yang mendukung perjuangan Indonesia melalui karyanya.
‘Lagu Kebangsaan’ yang diciptakan Sudharnoto, lebih dikenal dengan ‘Garuda Pancasila’, tidak hanya sekadar melodi yang indah. Lagu ini mencerminkan semangat kebangsaan, persatuan, dan kemerdekaan Indonesia. Liriknya yang penuh makna membangkitkan kebanggaan sebagai bangsa yang berdaulat. Setiap nada yang tercipta dari jemari Sudharnoto mengandung sejarah panjang dan perjuangan bangsa.
Sudharnoto Soemarto juga terlibat dalam berbagai komunitas seni dan kebudayaan. Keikutsertaannya dalam berbagai festival musik dan pementasan seni membuktikan bahwa ia tidak hanya menciptakan karya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga untuk memperkaya budaya bangsanya. Ia mendukung integrasi berbagai unsur musik tradisional dalam karyanya, menciptakan harmoni yang menggambarkan keberagaman Indonesia.
Puncak penghargaan bagi Sudharnoto datang dengan diresmikannya ‘Garuda Pancasila’ sebagai lagu kebangsaan Indonesia pada tahun 1958. Karya ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah bangsa ini, mengiringi momen-momen penting seperti upacara-upacara kenegaraan dan peristiwa besar lainnya. Keberhasilan ini mengukuhkan posisinya sebagai tokoh musik nasional yang dihormati dan dicintai oleh rakyat Indonesia.
Sudharnoto Soemarto meninggal pada tanggal 5 Mei 2005, tetapi karyanya terus hidup sebagai warisan tak ternilai. ‘Garuda Pancasila’ tetap berkumandang, mengingatkan kita akan perjuangan dan kebesaran bangsa. Melalui penciptaannya, Sudharnoto Soemarto memberikan kontribusi abadi terhadap kekayaan budaya Indonesia, menjadikan namanya terpatri dalam sejarah dan kebanggaan sebagai pencipta lagu kebangsaan ‘Garuda Pancasila’.