Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Prestasi belajar

Pengertian prestasi yang paling sederhana adalah yang terdapat dalam Kamus Besar Indonesia Populer, yaitu hasil yang telah di capai, ada juga yang mengartikan dengan hasil yang telah dicapai, dilakukan, dikerjakan. Begitu pula dalam Kamus Besar Indonesia, bahwa prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya).

Sedangkan kata prestasi yang berasal dari bahasa belanda yaitu “prestatie“, kemudian dalam bahasa Indonesia menjadi prestasi yang berarti hasil yang telah dicapai dari yang telah ditetapkan. Dan menurut pendapat Syaiful Bahri bahwa:

“Hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas belajar”.

Lebih lanjut lagi, dalam bukunya yang mengutip pendapat Nasrun Harahap tentang pengertian prestasi yaitu:

”prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid yang berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka serta nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum.

Prestasi merupakan hasil penilaian pendidikan atas pekembangan dan kemajuan siswa dalam belajar. Prestasi menunjukan hasil daripelaksanaan kegiatan yang diikuti siswa di sekolah, kegiatan belajar yang diikuti siswa dapat diukur melalui penguasaan materi yang diajarkan guru serta nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. Bagaimanapun sebuah prestasi tidak akan pernah dihasilakan oleh seseorang bila tidak melakukankegiatan. Dalam kenyatannya untuk mendapatkan prestasi seseorang harus melalui berbagai tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Djalinus Syah bahwa prestasi merupakan hasil yang diperoleh dari hasil kerja keras yang dilakukan oleh seseorang.

Dari beberapa pengertian prestasi yang dikemukakan oleh para ahli diatas telihat jelas perbedaan pada kata-kata tertentu sebagai penekanan, namun pada intinya sama yaitu hasil yang dapat diukur dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan atau diciptakan yang diperoleh dengan keuletan kerja baik secara individu maupun kelompok dalam kegiatan tertentu.

Pengertian belajar

Kegiatan manusia yang tidak lepas dari zaman ke zaman adalah melaksanakan kegiatan belajar. Kegiatan ini merupakan hal yang esensia dan dibutuhkan oleh manusia itu sendiri, sadar atau tidak sadar ini harus dilakukan, sehingga belajar merupakan suatu kegiatan dimana dari tidak tahu menjadi tahu atau tidak dewasa menjadi dewasa.

Menurut Drs. Moh. Uzer Usman belajar diartikan sebagai “Proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dan individu dengan lingkungannya”. B.F. Skinner berpendapat: “Belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif”.

Reber dalam kamus susunannya yang tergolong moderen, Dictionary of psychology membatasi belajar dengan dua macam defenisi. Pertama belajar adalah proses memperoleh pengetahuan. Kedua belajar adalah suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat.

Hilgard dan Bower mengemukakan:

“Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atas dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau keadaan-keadaan sesaat seseorang ( misalnya kelelahan, pengaruh obat dan sebagainya).”

Lebih lanjut Suharsimi memberikan pandangannya tentang pengertian belajar yaitu:

“belajar adalah suatu proses yang terjadi karena adanya usaha untuk mengadakan perubahan terhadap diri manusia yang melakukan, dengan maksud memperoleh perubahaan dalam dirinya baik berupa pengetahuan, keterampilan ataupun sikap.”

Dari pengertian-pengertian yang telah diungkapkan oleh para ahli diatas, maka penulis menulis adanya kesamaan mengenai pengertian belajar, kesamaan tersebut yaitu adanya perubahan baik pada pengetahuan, keterampilan maupun sikap yang mana perubahan itu dihasilkan sebagai hasil dari latihan atau pengalaman. Jadi dapat disimpulkan bahwa belajar adalah merupakan ingkah laku yang lebih baik atau sebaliknya dan perubahan yang terjadi setelah melalui proses belajar itu terjadi berkat latihan dan pengalaman sehingga perubahan tersebut relatif mantap. Perubahan yang terjadi meliputi berbagai aspek kepribadian baik fisik maupun psikis seperti perubahan pada cara berpikir, keterampilan, kecakapan kebiasaan maupun sikap.

Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia, dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkahlakunya berkembang menjadi lebih baik. Samua aktivitas dan prestasi hidup manusia tidak lain adalah hasil dari belajar. Dari pemahaman tentang pengertian prestasi dan belajar maka dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar siswaadalah merupakan hasil yang dicapai dari aktivitas atau kegiatan belajar siswa.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa prestasi belajar merupakan gambaran dari hasil belajar yang berupa kesan-kesan akibat adanya perubahan dalam diri kegiatan belajar yang dilakukannya. Jadi hasil prestasi belajar tersebut juga dapat dipandang sebagai perubahan kemampuan yang telah terjadi setelah siswa belajar.