Induk Akhlak Tercela dan Penyakit Hati

A. hubbu ad-Dunya

1. Pengertian Hubbu ad-Duny

Hubbu ad-Dunya berarti cinta dunia, yaitu menganggap hartabenda adalah segalanya. Penyakit Hubbu ad-Dunya(cinta pada dunia) berawal dari penyakit iman, yang berakar pada persepsi yang salah bahwa dunia ini adalah tujuan akhir kehidupan, sehingga akhirat dilupakan. sebagaimana di singgung pada hadis berikut.“Akan datang suatu masa umat lain akan memperebutkan kamu ibarat orang-orang lapar memperebutkan makanan dalam hidangan.” Sahabat bertanya, “Apakah lantaran pada waktu itu jumlah kami hanya sedikit Ya Rasulullah?”. Dijawab oleh beliau, “Bukan, bahkan sesungguhnya jumlah kamu pada waktu itu banyak, tetapi kualitas kamu ibarat buih yang terapung-apung di atas laut, dan dalam jiwamu tertanam kelemahan jiwa.” Sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud kelemahan jiwa, Ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati!”. (HR. Abu Daud).

2. Ciri-ciri Hubbu ad-Dunya

1) Menganggap dunia sebagai tujuan utama, bukan sebagai sarana mencapai kebahagiaan akhirat

2)  Suka mengumpulkan harta benda dengan menghalalkan segala cara tanpa memperhatikan halal dan haramnya

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS. At-Takastur  : 1-2)

3)  Kikir, tidak rela sediki pun hartanya lepas atau berkurang.

3. Bahaya Hubbu ad-Dunya

1)  Cinta dunia adalah segala sesuatu yang membuat kita lalai kepada Allah.

2) Jika seorang telah dikuasai (hatinya) oleh iblis, maka akan menjadi lemah, iblis akan membolak-balikan hatinya bagaikan seorang anak kecil mempermainkan bola.

3) Cinta dunia merupakan sumber segala kesalahan karena cinta dunia, sering mengakibatkan seseorang cinta terhadap harta benda dan di dalam harta benda terdapat banyak penyakit.

4. Cara Menghindari Hubbu ad-Dunya

1.  Mengingat kehidupan di dunia itu hanya sementara. (QS. Al-hadid : 20)

2.  Perbanyak mengingat kematian. (QS. Ali Imran: 185)

3.  Meyakini dan menyadari bahwa setiap tindakan kita direkam oleh anggota badan kita, yang nanti di hari akhir akan bersaksi di depan Allah (QS. Fushshilat: 20 – 22)

4.  Qana’ah, yaitu rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang yang berlebihan.

B. Hasad

a. Pengertian

Hasad berarti dengki maksudnya suatu sikap atau perbuatan yang mencerminkan rasa marah, tidak suka karena rasa iri. Orang yang hasut menginginkan kenikmatan yang diperoleh orang lain dan berharap supaya berpindah kepadanya. Sifat inilah yang menempel pada diri Iblis. Ketika ia diperintahkan oleh Allah untuk menundukkan diri kepada Adam, ia menolak mentah-mentah. Sifat angkuhnya keluar menjadi pernyataan yang sangat vokal. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah“. (Q.S. Al-A’raf: 12)