Macam-Macam Mukjizat

Menurut syahrur mukjizat dapat diklarifikasikan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Mu’jizat Material Indrawi

Artinya Mukjizat yang tidak kekal, maksudnya mukjizat jenis ini hanya berlaku pada Nabi selain Nabi Muhammad Saw dan juga mukjizat ini juga berlaku untuk jaman tertentu, kapan mukjizat itu di turunkan. Oleh karena itu wajar kalau sifat mukjizat tersebut tidak kekal. Secara umum dapat diambil contoh adalah mukjizat nabi Musa AS dapat membelah lautan, mukjizat nabi Daud AS dapat melunakkan besi, mukjizat nabi Isa AS dapat menghidupkan orang mati, mukjizat nabi Ibrahim AS tidak hangus oleh api saat di bakar dan mukjizat-mukjizat nabi lainnya.

  1. Mukjizat Immaterial

Artinya Mukjizat ini bersifat kekal dan berlaku sepanjang jaman. Mukjizat tersebut adalah al-Quran al-Karim. Hal ini, menurut Syahrur karena Muhammad (sebagai penerima mukjizat ini) nabi terkhir sehingga mukjizatnya harus memiliki sifat abadi dan berlaku sampai dunia ini hancur, secara lebih gampang Syahrur membedakan mukjizat Nabi Muhammad dengan nabi-nabi sebelumnya. Pertama, aspek rasionalitas kenabian Muhammad yang berupa al-Quran dan al-sab’ul al-matsanimendahului pengetahuan inderawi, yaitu dalam bentuk mutasyabih. Setiap jaman berubah, konsepsi-konsepsi al-Quran masuk kedalam wilayah pengetahuan inderawi yang disebut sebagai takwil langsung yaitu kesesuaian antara teks pengetahuan terhadap hal iderawi. Kedua, al-Quran memuat hakikat  wujud mutlak yang dapat di fahami secara relatif sesuai dengan latar belakang pengetahuan. Pada masa yang di dalamya usaha pemahaman al-Quran dilakukan. Ketiga, kemukjizatan al-Quran bukan hanaya bentuk redaksinya saja, tetapi juga kandungannya.