Mengatasi Kenakalan Remaja

Dalam mengatasi kenakalan remaja yang paling dominan adalah dari keluarga merupakan lingkungan yang paling pertama ditemui seorang anak. Di dalam menghadapi kenakalan anak pihak orang tua kehendaknya dapat mengambil dua sikap bicara yaitu:

Sikap/cara yang bersifat preventif

Yaitu perbuatan/tindakan orang tua terhadap anak yang bertujuan untuk menjauhkan si anak daripada perbuatan buruk atau dari lingkungan pergaulan yang buruk. Dalam hat sikap yang bersifat preventif, pihak orang tua dapat memberikan/mengadakan tindakan sebagai berikut :

  1. menanamkan rasa disiplin dari ayah terhadap anak.
  2. memberikan pengawasan dan perlindungan terhadap anak oleh ibu.
  3. pencurahan kasih sayang dari kedua orang tua terhadap anak.
  4. menjaga agar tetap terdapat suatu hubungan yang bersifat intim dalam satu ikatan keluarga.

Disamping keempat hal yang diatas maka hendaknya diadakan pula:

  1. Pendidikan agama untuk meletakkan dasar moral yang baik dan berguna.
  2. Penyaluran bakat si anak ke arab pekerjaan yang berguna dan produktif.
  3. Rekreasi yang sehat sesuai dengan kebutuhan jiwa anak.
  4. Pengawasan atas lingkungan pergaulan anak sebaik-baiknya.

Sikap/cara yang bersifat represif

Yaitu pihak orang tua hendaknya ikut serta secara aktif dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk menanggulangi masalah kenakalan anak seperti menjadi anggota badan kesejahteraan keluarga dan anak, ikut serta dalam diskusi yang khusus mengenai masalah kesejahteraan anak-anak. Selain itu pihak orang tua terhadap anak yang bersangkutan dalam perkara kenakalan hendaknya mengambil sikap sebagai berikut :

  1. Mengadakan introspeksi sepenuhnya akan kealpaan yang telah diperbuatnya sehingga menyebabkan anak terjerumus dalam kenakalan.
  2. Memahami sepenuhnya akan latar belakang daripada masalah kenakalan yang menimpa anaknya.
  3. Meminta bantuan para ahli (psikolog atau petugas sosial) di dalam mengawasi perkembangan kehidupan anak, apabila dipandang perlu
  4. Membuat catatan perkembangan pribadi anak sehari-hari.

Referensi:

Admasasmita, Ramli, 1984, Problema Kenakalan Anak/ Remaja (Juridis,Sosio,Kriminologis), Armico, Bandung.
Ahmadi, H Abu, 1979, Psikologi Sosial, Bina Ilmu, Surabaya.
Simanjuntak, B, 1984, Latar Belakang Kenakalan Remaja, Alumni, Jakarta.
Soekanto Soejono, 1981, Memperkenalkan Sosiologi, CV Rajawali, Jakarta.