Menu Tutup

Pelapisan Sosial: Pengertian, Proses, Indikator, Bentuk, dan Dampak

Pelapisan sosial adalah penggolongan atau pembedaan anggota masyarakat ke dalam kelas-kelas yang disusun secara bertingkat atau hierarkis. Pelapisan sosial mencerminkan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, jika dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Pelapisan sosial juga menunjukkan adanya perbedaan kekuasaan, kekayaan, kehormatan, ilmu pengetahuan, dan keturunan di antara anggota masyarakat123

Proses Terbentuknya Pelapisan Sosial

Pelapisan sosial dapat terbentuk melalui dua cara, yaitu:

  • Pelapisan sosial yang terjadi secara alamiah. Pelapisan ini biasanya dikarenakan oleh faktor-faktor seperti kepandaian, tingkat umur, sifat keaslian keanggotaan, dan kepemilikan harta yang diwariskan. Contohnya, dalam masyarakat agraris, orang yang memiliki lahan pertanian lebih luas dan subur akan memiliki kedudukan lebih tinggi daripada orang yang memiliki lahan lebih sempit dan kering4
  • Pelapisan sosial yang terjadi secara disengaja. Pelapisan ini biasanya terkait dengan pembagian kekuasaan dan wewenang resmi dalam organisasi formal. Contohnya, dalam masyarakat modern, orang yang memiliki jabatan atau pangkat lebih tinggi dalam pemerintahan atau perusahaan akan memiliki kedudukan lebih tinggi daripada orang yang memiliki jabatan atau pangkat lebih rendah4

Indikator Penggolongan Pelapisan Sosial

Indikator penggolongan pelapisan sosial adalah hal-hal yang dihargai atau dianggap penting dalam masyarakat untuk menentukan kedudukan seseorang dalam lapisan sosial. Indikator ini dapat berbeda-beda tergantung pada jenis dan karakteristik masyarakatnya. Beberapa indikator penggolongan pelapisan sosial yang umum adalah:

  • Kekayaan. Kekayaan adalah jumlah harta benda atau sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok. Kekayaan dapat dilihat dari tipe rumah, jenis kendaraan, pakaian yang dikenakan, dan sebagainya. Biasanya, orang yang lebih kaya akan memiliki kedudukan lebih tinggi daripada orang yang lebih miskin2
  • Kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan pihak lain sesuai dengan kehendak pemegang kuasa. Kekuasaan dapat berasal dari kepemilikan harta benda, keturunan, jabatan, atau organisasi. Biasanya, orang yang lebih berkuasa akan memiliki kedudukan lebih tinggi daripada orang yang lebih lemah2
  • Kehormatan. Kehormatan adalah penghargaan atau pengakuan atas jasa-jasa atau prestasi-prestasi yang telah dilakukan oleh seseorang atau kelompok. Kehormatan dapat dilihat dari gelar-gelar, tanda-tanda penghargaan, atau penghormatan dari masyarakat. Biasanya, orang yang lebih terhormat akan memiliki kedudukan lebih tinggi daripada orang yang kurang terhormat2
  • Ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan sistematis yang didapatkan melalui proses belajar, mengamati, dan meneliti fenomena-fenomena alam dan sosial. Ilmu pengetahuan dapat dilihat dari tingkat pendidikan formal, gelar akademik, publikasi ilmiah, atau keterampilan profesional. Biasanya, orang yang lebih berilmu akan memiliki kedudukan lebih tinggi daripada orang yang kurang berilmu2
  • Keturunan. Keturunan adalah hubungan darah atau silsilah yang menghubungkan seseorang dengan leluhurnya. Keturunan dapat dilihat dari nama keluarga, garis keturunan, atau asal-usul suku atau bangsa. Biasanya, orang yang berasal dari keturunan yang terpandang atau terhormat akan memiliki kedudukan lebih tinggi daripada orang yang berasal dari keturunan yang rendah atau tercela2

Bentuk-Bentuk Pelapisan Sosial

Pelapisan sosial dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berdasarkan sifatnya, yaitu:

  • Pelapisan sosial tertutup. Pelapisan sosial tertutup adalah pelapisan sosial yang membatasi seseorang untuk pindah dari satu lapisan sosial ke lapisan sosial lainnya. Satu-satunya jalan untuk menjadi bagian dari lapisan sosial tertentu adalah melalui kelahiran. Pelapisan sosial tertutup dapat ditemukan di masyarakat yang masih menganut sistem kasta, seperti di India. Dalam sistem kasta, seseorang yang lahir sebagai brahmana (imam) akan tetap menjadi brahmana seumur hidupnya, dan tidak dapat menjadi ksatria (prajurit), waisya (pedagang), sudra (pekerja), atau paria (terbuang)3
  • Pelapisan sosial terbuka. Pelapisan sosial terbuka adalah pelapisan sosial yang memberikan kesempatan kepada seseorang untuk pindah dari satu lapisan sosial ke lapisan sosial lainnya berdasarkan kemampuan atau prestasinya sendiri. Pelapisan sosial terbuka dapat ditemukan di masyarakat yang menghargai meritokrasi, seperti di Amerika Serikat. Dalam sistem meritokrasi, seseorang yang lahir sebagai anak miskin dapat menjadi orang kaya dan terpandang jika ia memiliki bakat, kerja keras, dan keberuntungan3

Dampak Pelapisan Sosial

Pelapisan sosial memiliki dampak positif dan negatif bagi masyarakat, yaitu:

  • Dampak positif. Pelapisan sosial dapat memberikan motivasi kepada anggota masyarakat untuk berusaha meningkatkan kualitas diri dan prestasi mereka agar dapat naik ke lapisan sosial yang lebih tinggi. Pelapisan sosial juga dapat menciptakan keragaman dan spesialisasi dalam masyarakat, sehingga memungkinkan adanya pembagian kerja dan kerjasama yang lebih efektif dan efisien. Pelapisan sosial juga dapat menumbuhkan rasa hormat dan tanggung jawab di antara anggota masyarakat, karena mereka menyadari adanya perbedaan kedudukan dan fungsi mereka dalam masyarakat5
  • Dampak negatif. Pelapisan sosial dapat menimbulkan ketidakadilan dan ketimpangan dalam masyarakat, karena adanya perbedaan akses dan kesempatan di antara lapisan-lapisan sosial. Pelapisan sosial juga dapat menimbulkan konflik dan persaingan yang tidak sehat di antara lapisan-lapisan sosial, karena adanya perasaan iri, dengki, sombong, atau benci di antara mereka. Pelapisan sosial juga dapat menghambat mobilitas dan integrasi sosial, karena adanya diskriminasi dan stereotip yang membatasi interaksi dan komunikasi di antara lapisan-lapisan sosial5

Sumber:
(1) PELAPISAN SOSIAL – UNIKOM. https://repository.unikom.ac.id/64814/1/6.%20PELAPISAN%20SOSIAL.pdf.
(2) Stratifikasi Sosial: Pengertian, Indikator, dan Jenisnya – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5636809/stratifikasi-sosial-pengertian-indikator-dan-jenisnya.
(3) Stratifikasi sosial – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial.
(4) Pelapisan Sosial dan Kesaman Derajat – MAULANATION. https://maulanation.wordpress.com/2018/11/01/pelapisan-sosial-dan-kesaman-derajat/.
(5) Pelapisan Sosial Masyarakat | Keyrenz’s Blog. https://keyrenz.wordpress.com/2009/11/22/pelapisan-sosial-masyarakat/.

Baca Juga: