‘Uqubah dan Ta’zir : Pengertiank, Macam-macam, Ta’adud ‘Uqubah, Tujuan ‘Uqubah dan Hal-hal yang Membatalkan dan Menghapus ‘Uqubah

Pengertian ‘Uqubah

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, hukuman berarti siksaan atau pembalasan kejahatan (kesalahan dosa). Dalam bahasa Arab hukuman disebut dengan iqab dan ‘uqubah, yang pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama.

Sedangkan menurut istilah para fuqaha, ‘uqubah (hukuman) itu adalah pembalasan yang telah ditetapkan demi kemaslahatan masyarakat atas pelanggaran perintah pembuat syariat (Allah dan RasulNya).[1]

Adapun hukuman secara bahasa berarti siksa, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an, bahwa kata hukum biasanya diungkapkan dengan kata “siksa”. Misalnya Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 178 yang Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita, Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendak (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.”[2]

‘Uqubah atau sanksi hukuman dalam sistem hukum pidana Islam terbagi kepada tiga kategori utama yaitu ‘uqubah hudud, ‘uqubah qishash dan diyat dan ‘uqubah ta’zir. Perbedaan antaranya adalah, ‘uqubah hudud, qishash dan diyat ditentukan jelas oleh nash al-Qur’an dan sunnah. Sedangkan ‘uqubah ta’zir ditentukan oleh pemerintah.

Macam-macam ‘Uqubah

Macam-macam hukuman (‘uqubah) dapat dikategorikan menjadi beberapa hal tergantung dari sudut pandang, diantaranya :

Dari segi hubungan diantara hukuman-hukuman tersebut. Dalam hal ini ada empat kategori, yaitu :

  1. Hukuman Pokok

Adalah hukuman asal yang telah ditetapkan untuk suatu jarimah karena melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran, dan menyimpang dari jalan yang lurus. misalnya hukuman potong tangan untuk pencurian dll.

  1. Hukuman Pengganti

Adalah hukuman yang menggantikan hukuman pokok jika hukuman pokok tidak dapat dilaksanakan karena suatu sebab yang diakui sah oleh hakim karena adanya saksi atau ma’fu, seperti hukuman diyat sebagai pengganti hukuman qishash.

  1. Hukuman Tambahan

Adalah hukuman yang mengikuti hukuman pokok tanpa memerlukan keputusan tersendiri dari pengadilan, seperti larangan pembunuh memperoleh harta warisan orang yang dibunuhmya (apabila yang dibunuh adalah anggota keluarga), sebagai tambahan dari hukuman qishash.