Dalam ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia, istilah SINTA (Science and Technology Index) sudah menjadi standar baku yang tidak asing lagi bagi kalangan akademisi, dosen, dan peneliti. Dikelola langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (kini Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi), SINTA berfungsi sebagai pangkalan data ilmiah sekaligus tolak ukur kinerja riset institusi dan individu. Salah satu elemen paling fundamental dalam sistem ini adalah pengelompokan akreditasi jurnal ilmiah ke dalam enam tingkatan, yakni SINTA 1 hingga SINTA 6.
Mengenal Sistem Peringkat SINTA di Indonesia
Klasifikasi SINTA didasarkan pada hasil penilaian akreditasi berkala yang diajukan oleh pengelola jurnal melalui sistem Akreditasi Riset Jurnal Nasional (ARJUNA). Evaluasi ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan mengenai pedoman akreditasi jurnal ilmiah, yang menilai berbagai aspek krusial seperti orisinalitas artikel, keanekaragaman dewan editor dan reviewer, ketepatan waktu penerbitan, konsistensi gaya selingkung, hingga keberadaan digital identifier seperti Digital Object Identifier (DOI). Hasil evaluasi ini kemudian dikonversikan ke dalam skor numerik yang menentukan klaster SINTA jurnal bersangkutan.
Rincian Karakteristik SINTA 1 Hingga SINTA 6
Setiap tingkatan SINTA mencerminkan standar mutu dan reputasi pengelolaan naskah ilmiah yang berbeda:
- SINTA 1 (Nilai Akreditasi 85 – 100): Merupakan kasta tertinggi dalam pemeringkatan nasional. Jurnal yang berada di level SINTA 1 umumnya adalah jurnal nasional yang telah terindeks pada basis data internasional bereputasi tinggi seperti Scopus atau Web of Science (WoS). Naskah yang diterbitkan hampir selalu menggunakan bahasa Inggris akademik dengan proses telaah sejawat (peer-review) yang sangat ketat.
- SINTA 2 (Nilai Akreditasi 70 – 84): Menampung jurnal-jurnal nasional bereputasi sangat baik yang mendekati standar internasional. Sebagian besar jurnal SINTA 2 telah menerima artikel berbahasa Inggris atau dwibahasa, serta memiliki dewan editor internasional. Jurnal pada klaster ini menjadi rujukan utama syarat khusus kelulusan mahasiswa magister maupun doktor.
- SINTA 3 (Nilai Akreditasi 60 – 69): Klaster jurnal dengan tata kelola profesional dan konsistensi penerbitan yang terjaga. Jurnal SINTA 3 sangat populer di kalangan dosen pemula dan mahasiswa sarjana yang membutuhkan syarat publikasi tugas akhir berkualitas.
- SINTA 4 (Nilai Akreditasi 50 – 59): Jurnal yang memenuhi standar minimum tata kelola penerbitan ilmiah nasional, memiliki sebaran penulis dari beberapa perguruan tinggi, serta aktif menggunakan sistem Open Journal Systems (OJS).
- SINTA 5 (Nilai Akreditasi 40 – 49): Biasanya merupakan jurnal baru yang telah memiliki ISSN resmi dan menerbitkan artikel secara berkala minimal selama dua tahun berturut-turut sebelum mengajukan akreditasi awal.
- SINTA 6 (Nilai Akreditasi 30 – 39): Peringkat dasar akreditasi nasional. Menjadi wadah diseminasi hasil penelitian mahasiswa dan laporan pengabdian masyarakat tahap awal.
Pengaruh Tingkat SINTA Terhadap Angka Kredit (KUM) Dosen
Bagi dosen profesional di perguruan tinggi, tingkatan SINTA berbanding lurus dengan perolehan Angka Kredit (KUM) yang dibutuhkan untuk kenaikan jabatan fungsional akademik, mulai dari Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, hingga Guru Besar (Profesor). Sebagai gambaran, mempublikasikan artikel sebagai penulis pertama di jurnal SINTA 1 atau SINTA 2 dapat menyumbang hingga 25 poin KUM, sedangkan publikasi di SINTA 3 dan SINTA 4 menyumbang 20 poin KUM, dan SINTA 5 hingga SINTA 6 menyumbang sekitar 15 poin KUM. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap target SINTA sangat menentukan efisiensi perencanaan karir akademik.
Panduan Praktis Mengecek Status Jurnal di Portal Resmi SINTA
Untuk memastikan status akreditasi sebuah jurnal masih aktif dan menghindari jurnal palsu, peneliti disarankan melakukan verifikasi mandiri melalui portal resmi dengan langkah-langkah berikut:
- Kunjungi laman resmi SINTA melalui alamat peramban resmi (sinta.kemdikbud.go.id).
- Pilih menu Sources pada navigasi utama, lalu klik sub-menu Journals.
- Ketikkan nama jurnal, fokus bidang ilmu, atau nomor e-ISSN pada kolom pencarian yang tersedia.
- Periksa ikon filter (S1, S2, S3, S4, S5, S6) untuk melihat kategori peringkatnya.
- Buka detail profil jurnal untuk melihat riwayat akreditasi, masa berlaku Surat Keputusan (SK), tautan menuju situs OJS resmi, serta statistik jumlah kutipan di Google Scholar.
Faktor Penentu Keberhasilan Naik Peringkat Akreditasi Jurnal
Pengelola jurnal di perguruan tinggi senantiasa berupaya menaikkan peringkat SINTA jurnal yang mereka kelola. Proses reakreditasi di ARJUNA menuntut konsistensi penerbitan minimal dua tahun berturut-turut tanpa jeda keterlambatan rilis edisi. Tim asesor akreditasi menaruh perhatian khusus pada rasio penolakan naskah (rejection rate); jurnal dengan tingkat selektivitas yang sehat umumnya menolak minimal 40% hingga 60% dari total naskah yang masuk karena alasan mutu substansi atau ketidaksesuaian metodologi.
Selain itu, diversitas asal institusi penulis menjadi indikator kunci pemerataan diseminasi ilmiah. Jurnal SINTA 1 dan SINTA 2 mewajibkan keterlibatan penulis dan reviewer dari berbagai universitas dalam dan luar negeri. Sebuah jurnal yang lebih dari 50% artikelnya ditulis oleh dosen dari kampus penerbit sendiri (in-house publication) akan dinilai rendah oleh asesor karena terindikasi menjadi sarana kompromi internal yang mengorbankan objektivitas penilaian naskah.
Implikasi Kebijakan Baru Kemdiktisaintek Terhadap Publikasi Dosen
Regulasi terbaru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong integrasi pangkalan data riset nasional dengan pangkalan data sitasi internasional. Pada pembaruan algoritma SINTA terkini, perhitungan skor individu dosen tidak hanya dipengaruhi oleh kuantitas artikel, melainkan oleh rasio sitasi terhadap jumlah karya yang diterbitkan (citation-to-paper ratio). Dosen didorong untuk tidak sekadar menargetkan kuantitas di jurnal SINTA tingkat bawah, melainkan secara bertahap meningkatkan mutu analisis agar karya mereka mampu menembus jurnal SINTA 1 dan 2 yang memiliki rekam jejak sitasi internasional yang stabil.
Kesimpulan
Memahami klasifikasi jurnal SINTA 1 hingga 6 membantu peneliti memetakan strategi publikasi naskah ilmiah secara realistis dan terukur. Sesuaikan kesiapan metodologi dan kebaruan naskah Anda dengan kriteria jurnal target, sehingga peluang naskah diterima dan disitasi oleh komunitas akademik luas dapat tercapai secara optimal.