Panduan Lengkap Cara Publikasi Jurnal Ilmiah Nasional Terakreditasi SINTA

Mempublikasikan artikel hasil penelitian di jurnal ilmiah terakreditasi nasional merupakan tonggak penting bagi karir akademis setiap dosen dan mahasiswa. Publikasi bukan sekadar pemenuhan beban kerja dosen (BKD) atau prasyarat wisuda sarjana dan pascasarjana, melainkan wujud nyata kontribusi intelektual terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Namun, bagi peneliti pemula, proses publikasi jurnal SINTA kerap kali dirasakan membingungkan karena adanya tahapan administratif dan penelaahan naskah yang ketat.

Menentukan Jurnal Target yang Tepat dan Linear

Langkah paling awal yang menentukan keberhasilan publikasi adalah mencocokkan fokus naskah dengan ruang lingkup (focus and scope) jurnal target. Mengirimkan artikel ekonomi syariah ke jurnal yang berfokus pada manajemen umum tanpa muatan keislaman hampir pasti akan berujung pada penolakan di meja editor (desk rejection). Lakukan riset pendahuluan di portal SINTA, periksa edisi-edisi terdahulu dari jurnal incaran Anda, dan pastikan topik artikel Anda sejalan dengan minat dewan redaksi jurnal tersebut.

Penyesuaian Naskah dengan Panduan Penulis (Author Guidelines)

Editor jurnal ilmiah menerima puluhan bahkan ratusan naskah dalam setiap periode penerbitan. Naskah yang tidak mengindahkan format dasar akan langsung disisihkan tanpa dibaca isinya. Oleh sebab itu, perhatikan hal-hal berikut:

  • Template Jurnal: Unduh template resmi artikel (biasanya berformat .docx) yang disediakan di bilah samping situs web jurnal. Pindahkan konten Anda ke dalam template tersebut persis sesuai dengan ukuran huruf, spasi, format kolom, dan susunan sub-judul.
  • Gaya Sitasi (Reference Style): Pastikan format daftar pustaka mengikuti panduan, apakah menggunakan APA Style edisi ke-7, IEEE, Chicago Manual of Style, atau Harvard Style. Gunakan aplikasi manajemen referensi untuk menghindari kesalahan ketik manual.
  • Jumlah Halaman dan Kata: Patuhi batas minimum dan maksimum jumlah kata atau halaman yang diizinkan oleh dewan redaksi (biasanya berkisar antara 10 hingga 18 halaman atau 4.000 hingga 7.000 kata).

Tahapan Alur Submisi Melalui Open Journal Systems (OJS)

Sebagian besar jurnal ilmiah terakreditasi di Indonesia mengoperasikan sistem OJS versi 2 atau OJS versi 3. Proses penyerahan naskah melibatkan lima tahapan terstruktur:

  • Registrasi Akun Pengarang (Author Register): Buat akun baru di situs jurnal dengan mencentang peran sebagai Author. Lengkapi data profil, afiliasi kampus, alamat email resmi, serta tautan ID ORCID jika ada.
  • Langkah 1 (Starting the Submission): Memilih bagian naskah (Section), mencentang seluruh daftar periksa kepatuhan pengiriman (*submission checklist*), dan menuliskan catatan pengantar singkat kepada editor (*comments for the editor*).
  • Langkah 2 (Uploading the Submission): Mengunggah berkas naskah utama yang telah dihilangkan identitas penulisnya (blind manuscript) guna memfasilitasi proses penelaahan anonim.
  • Langkah 3 (Entering Metadata): Mengisi data seluruh nama penulis, institusi asal, judul lengkap, abstrak bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta kata kunci pencarian.
  • Langkah 4 (Uploading Supplementary Files): Mengunggah berkas pendukung jika disyaratkan, seperti data mentah penelitian, lembar persetujuan etika (ethical clearance), atau hasil uji plagiarisme Turnitin.
  • Langkah 5 (Confirmation): Meninjau ringkasan berkas yang diunggah dan menekan tombol konfirmasi final.

Menghadapi Tahap Peer-Review dan Proses Revisi

Setelah naskah melewati penyaringan awal editor, berkas akan diteruskan kepada 2 atau 3 orang mitra bestari (peer-reviewers) yang memiliki kepakaran sebidang. Proses ini dapat memakan waktu 4 hingga 12 pekan. Keputusan yang umum diterima adalah Revision Required (revisi minor atau mayor). Kunci keberhasilan di tahap ini adalah merespons setiap poin catatan reviewer dengan sopan, teliti, dan menyertakan tabel tanggapan revisi (*response to reviewers*) yang menunjukkan perubahan halaman demi halaman secara transparan.

Strategi Menghindari Meja Desk Rejection oleh Editor

Tahap penyaringan pertama di meja editor (editor desk review) adalah fase di mana lebih dari 50% naskah gugur sebelum sempat dikirimkan kepada reviewer mitra bestari. Editor jurnal ilmiah memiliki waktu yang sangat terbatas untuk memeriksa setiap kiriman naskah. Hal pertama yang mereka nilai adalah kepatuhan terhadap gaya selingkung naskah, konsistensi penggunaan template, serta kebaruan masalah penelitian yang dipaparkan dalam dua paragraf pertama di bab pendahuluan.

Untuk menghindari penolakan instan ini, penulis disarankan melakukan audit mandiri sebelum submisi: periksa apakah ada kalimat yang terindikasi plagiarisme di atas 20% melalui Turnitin resmi kampus, pastikan resolusi gambar grafik minimal 300 DPI agar tetap terbaca jelas saat dicetak, dan pastikan minimal 80% dari total daftar pustaka bersumber dari artikel jurnal ilmiah primer yang diterbitkan dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun terakhir.

Memanfaatkan Komunikasi Resmi di Dasbor OJS

Selama naskah berada dalam proses penelaahan di sistem OJS, penulis dapat memanfaatkan fitur Review Discussion atau Pre-Review Discussion untuk menanyakan status naskah jika telah melewati estimasi waktu wajar (misalnya lebih dari 8 pekan tanpa pembaruan status). Sampaikan pesan dengan kalimat yang santun, mencantumkan ID naskah (Submission ID), judul lengkap, dan menanyakan secara sopan apakah dewan editor membutuhkan informasi tambahan atau berkas pendukung untuk mempercepat proses penelaahan.

Daftar Periksa (Checklist) Sebelum Mengirimkan Naskah

Sebelum menekan tombol submit pada sistem jurnal SINTA target, lakukan pemeriksaan komprehensif menggunakan daftar periksa mandiri berikut: pertama, pastikan judul artikel tidak melebihi 14 kata dalam bahasa Indonesia atau 12 kata dalam bahasa Inggris, serta memuat kata kunci utama yang mencerminkan variabel riset. Kedua, periksa konsistensi penulisan nama seluruh pengarang tanpa menyertakan gelar akademik, lengkap dengan alamat email institusi resmi (bukan email komersial gratis).

Ketiga, periksa kejelasan gambar diagram dan tabel: pastikan tabel dibuat dalam format terbuka (hanya menggunakan garis horizontal pada header dan footer, tanpa garis vertikal) dan tabel tidak terpotong menjadi gambar tangkapan layar. Keempat, lakukan pembacaan ulang (proofreading) secara menyeluruh bersama rekan sejawat untuk memastikan tidak ada kesalahan ketik (typo) atau inkonsistensi tanda baca. Kedisiplinan pada detail administratif kecil ini sering kali menjadi pembeda antara naskah yang langsung diproses cepat atau naskah yang dikembalikan berminggu-minggu.

Kesimpulan

Publikasi di jurnal SINTA menuntut ketekunan, kesabaran, dan kepatuhan tinggi terhadap etika akademis. Dengan memilih jurnal yang linear, mengikuti template secara disiplin, dan menanggapi catatan telaah secara konstruktif, peluang naskah Anda untuk terbit (Accepted for Publication) akan terbuka sangat lebar.

Navigasi Utama