Apa itu menopause?
Menopause adalah kondisi di mana perempuan berhenti mengalami haid jelang usia setengah abad. Menopause biasanya terjadi pada usia 45-55 tahun, tetapi bisa juga lebih awal atau lebih lambat1. Menopause ditandai dengan berhentinya produksi hormon estrogen dan progesteron oleh ovarium, yang mengatur siklus menstruasi dan kehamilan2.
Menopause bukanlah penyakit, melainkan fase alami dalam kehidupan perempuan. Namun, menopause bisa menyebabkan berbagai gejala yang mengganggu kesehatan dan kesejahteraan perempuan, seperti:
- Hot flashes atau rasa panas yang tiba-tiba menyerang wajah, leher, dan dada
- Keringat malam atau berkeringat berlebihan saat tidur
- Gangguan tidur atau kesulitan untuk tertidur atau tetap tidur
- Perubahan suasana hati atau merasa mudah marah, sedih, cemas, atau depresi
- Penurunan gairah seksual atau libido
- Vaginal dryness atau kekeringan pada vagina yang menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual
- Osteoporosis atau pengeroposan tulang yang meningkatkan risiko patah tulang
- Penyakit jantung atau peningkatan risiko serangan jantung dan stroke
- Masalah kognitif atau kesulitan untuk berkonsentrasi, mengingat, atau belajar hal baru
Gejala menopause bisa berbeda-beda pada setiap perempuan, tergantung pada faktor genetik, gaya hidup, dan kondisi kesehatan lainnya2. Gejala menopause bisa mulai muncul sebelum haid berhenti sepenuhnya, yang disebut sebagai peri-menopause. Peri-menopause bisa berlangsung selama beberapa bulan hingga beberapa tahun2.
Mengapa perlu memperingati Hari Menopause Sedunia?
Hari Menopause Sedunia diperingati setiap tanggal 18 Oktober sejak tahun 2009. Peringatan ini digagas oleh International Menopause Society (IMS) bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (OKD)/World Health Organization (WHO), dengan menetapkan Oktober sebagai Bulan Kesadaran Menopause Sedunia dan 18 Oktober sebagai puncaknya3.
Tujuan dari peringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan menopause serta untuk membantu para perempuan memahami kemungkinan masalah kesehatan yang berhubungan dengan periode peri-menopause4. Selain itu, peringatan ini juga bertujuan untuk memberikan dukungan bagi para perempuan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka di masa menopause3.
Menurut IMS, banyak perempuan yang tidak mendapatkan informasi yang cukup tentang menopause dan cara mengatasinya. Padahal, menopause bisa mempengaruhi kualitas hidup perempuan secara fisik, mental, sosial, dan ekonomi3. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi dan advokasi bagi para perempuan agar mereka bisa menghadapi menopause dengan lebih baik.
Selain itu, peringatan ini juga dimaksudkan untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap perempuan yang mengalami menopause. Banyak masyarakat yang masih menganggap menopause sebagai sesuatu yang tabu, negatif, atau memalukan. Padahal, menopause adalah hal yang normal dan alami bagi setiap perempuan3. Oleh karena itu, perlu adanya sikap hormat dan empati dari keluarga, teman, kolega, dan masyarakat terhadap para perempuan di masa menopause.
Tema Hari Menopause Sedunia 2022
Pada peringatan Hari Menopause Sedunia 2022, IMS mengusung tema kesehatan tulang. Tema ini dipilih karena osteoporosis dan patah tulang terkait adalah penyakit tulang metabolik kronis yang paling umum. Penyakit ini menyumbang 8,9 juta kejadian patah tulang di seluruh dunia setiap tahun.
Hormon estrogen yang menurun saat menopause, bisa mengakibatkan peningkatan pengeroposan tulang. Pengeroposan tulang yang terjadi saat menopause dapat menyebabkan osteoporosis. Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Osteoporosis bisa menimbulkan komplikasi seperti nyeri kronis, cacat, kematian dini, dan biaya perawatan yang tinggi.
Oleh sebab itu, pada tahun ini, IMS mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan tulang, terutama bagi para perempuan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengobati osteoporosis adalah:
- Mengonsumsi makanan yang kaya kalsium dan vitamin D, seperti susu, keju, yogurt, ikan, sayuran hijau, dan buah-buahan
- Melakukan aktivitas fisik secara teratur, terutama yang melibatkan beban atau tahanan, seperti berjalan, berlari, bersepeda, angkat beban, atau yoga
- Menghindari rokok dan alkohol, yang bisa merusak tulang dan mengganggu penyerapan kalsium
- Mengontrol berat badan ideal, karena kegemukan atau kurus bisa meningkatkan risiko osteoporosis
- Berkonsultasi dengan dokter tentang penggunaan obat-obatan yang bisa mempengaruhi tulang, seperti kortikosteroid, antikonvulsan, antidepresan, atau antikoagulan
- Melakukan pemeriksaan tulang secara rutin dengan menggunakan alat densitometri tulang (bone densitometry), yang bisa mengukur kepadatan mineral tulang
Sumber:
(1) 18 Oktober, Sejarah dan Tema Hari Menopause Sedunia 2021 – Kompas.com. https://www.kompas.com/tren/read/2021/10/18/113000365/18-oktober-sejarah-dan-tema-hari-menopause-sedunia-2021.
(2) Hari Menopause Sedunia – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/id/agenda-kegiatan/hari-menopause-sedunia.
(3) Tema Hari Menopause Sedunia 2022 dan Penjelasannya – detikcom. https://www.detik.com/jatim/berita/d-6354790/tema-hari-menopause-sedunia-2022-dan-penjelasannya.
(4) Hari Menopause Sedunia – DINAS KESEHATAN PROVINSI NTB. https://dinkes.ntbprov.go.id/artikel/hari-menopause-sedunia/.
(5) 18 Oktober, Sejarah dan Tema Hari Menopause Sedunia 2021 – Kompas.com. https://www.kompas.com/tren/read/2021/10/18/113000365/18-oktober-sejarah-dan-tema-hari-menopause-sedunia-2021.
(6) Hari Menopause Sedunia – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/id/agenda-kegiatan/hari-menopause-sedunia.
(7) Tema Hari Menopause Sedunia 2022 dan Penjelasannya – detikcom. https://www.detik.com/jatim/berita/d-6354790/tema-hari-menopause-sedunia-2022-dan-penjelasannya.
(8) Hari Menopause Sedunia – DINAS KESEHATAN PROVINSI NTB. https://dinkes.ntbprov.go.id/artikel/hari-menopause-sedunia/.