Materi adalah sesuatu yang memiliki massa dan dapat mengisi atau menempati suatu ruang. Materi yang ada di alam dapat diklasifikasikan menjadi berbagai kelompok berdasarkan wujud, susunan, dan perubahannya. Klasifikasi materi dan perubahannya adalah pemilahan materi berdasarkan suatu karakteristik serupa dan berbagai kemungkinan perubahan wujud atau karakteristik lainnya .
Klasifikasi Materi Berdasarkan Wujud
Berdasarkan wujudnya, materi dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
– Zat padat, seperti besi, seng, dan emas. Zat padat memiliki bentuk dan volume yang tetap. Jarak antarpartikel zat padat sangat rapat dan partikel-partikelnya tidak dapat bergerak bebas.
– Zat cair, seperti air, minyak, dan bensin. Zat cair memiliki volume yang tetap, tetapi tidak memiliki bentuk yang tetap. Bentuk zat cair bergantung pada wadah yang menampungnya. Jarak antarpartikel zat cair lebih renggang dan partikel-partikelnya dapat bergerak bebas.
– Gas, seperti udara, asap, dan uap air. Gas tidak memiliki bentuk dan volume yang tetap. Gas dapat mengisi ruang yang tersedia. Jarak antarpartikel gas sangat renggang dan partikel-partikelnya dapat bergerak bebas.
Klasifikasi Materi Berdasarkan Susunan
Berdasarkan susunannya, materi yang ada di alam dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
– Unsur, yaitu materi yang terdiri dari satu jenis atom saja. Unsur tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara kimia. Contoh unsur adalah oksigen (O), hidrogen (H), karbon (C), besi (Fe), emas (Au), dan lain-lain.
– Senyawa, yaitu materi yang terdiri dari dua atau lebih unsur yang bergabung secara kimia. Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsurnya dengan cara kimia. Contoh senyawa adalah air (H2O), gula (C12H22O11), garam (NaCl), karbon dioksida (CO2), dan lain-lain.
– Campuran, yaitu materi yang terdiri dari dua atau lebih zat (unsur atau senyawa) yang bergabung secara fisika. Campuran dapat dipisahkan menjadi zat-zat penyusunnya dengan cara fisika. Contoh campuran adalah udara (campuran gas-gas), minuman bersoda (campuran cairan-gas), pasir (campuran padatan-padatan), dan lain-lain.
Perubahan Materi
Materi dapat mengalami perubahan wujud atau karakteristik akibat adanya pengaruh dari luar, seperti panas, tekanan, listrik, cahaya, atau zat lain. Perubahan materi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
– Perubahan fisika, yaitu perubahan materi yang tidak mengubah susunan atau komposisi zat penyusunnya. Perubahan fisika hanya mengubah bentuk, ukuran, warna, atau wujud materi. Contoh perubahan fisika adalah mencairnya es menjadi air, mengembunnya uap air menjadi air, menguapnya air menjadi uap air, memotong kertas menjadi potongan-potongan kecil, melarutkan garam dalam air, dan lain-lain.
– Perubahan kimia, yaitu perubahan materi yang mengubah susunan atau komposisi zat penyusunnya. Perubahan kimia menghasilkan zat baru dengan sifat-sifat yang berbeda dari zat awal. Contoh perubahan kimia adalah pembakaran kayu menjadi arang dan asap, pengkaratan besi menjadi karat, fotosintesis tumbuhan menjadi glukosa dan oksigen, fermentasi gula menjadi alkohol dan karbon dioksida, dan lain-lain.