Pengertian Lakon
Lakon adalah karangan yang berupa cerita sandiwara (dengan gaya percakapan langsung) yang dipentaskan oleh pemeran². Lakon mengandung unsur konflik dan dialog yang menggerakkan jalan cerita melalui perumitan, klimaks, dan penyelesaian³. Lakon merupakan nafas kehidupan di atas pentas yang diungkap melalui beragam media seni seperti kata-kata, rupa, bunyi, gerak, dan totalitas tubuh manusia³. Lakon juga memiliki fungsi atau manfaat untuk memberi kemudahan bagi penggarap teater dalam menentukan langkah-langkah menyiapkan materi seni, produksi, dan publikasi pementasan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai kepada khalayak atau penonton³.
Jenis Lakon
Lakon dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan sumber ceritanya, bentuk penyajiannya, dan tujuan pementasannya. Berikut ini adalah beberapa jenis lakon yang umum dikenal:
– Lakon asli: lakon yang bersumber dari imajinasi atau pengalaman penulisnya sendiri³.
– Lakon adaptasi: lakon yang bersumber dari karya sastra lain seperti novel, cerpen, dongeng, legenda, sejarah, dan lain-lain³.
– Lakon kolaborasi: lakon yang bersumber dari hasil kerjasama antara penulis dengan penggarap atau pemeran³.
– Lakon monolog: lakon yang hanya memiliki satu pemeran yang berbicara sendiri atau kepada penonton³.
– Lakon dialog: lakon yang memiliki lebih dari satu pemeran yang berbicara satu sama lain atau kepada penonton³.
– Lakon komedi: lakon yang bertujuan untuk menghibur penonton dengan unsur humor, lelucon, parodi, satir, dan lain-lain³.
– Lakon tragedi: lakon yang bertujuan untuk menyentuh perasaan penonton dengan unsur kesedihan, ketegangan, konflik, dan lain-lain³.
– Lakon drama: lakon yang bertujuan untuk menyampaikan pesan moral, sosial, politik, atau kritik kepada penonton dengan unsur realisme, konflik, dan dialog³.
– Lakon musikal: lakon yang menggunakan musik, nyanyian, tarian, atau gerak sebagai media penyampaian cerita³.
Bentuk Lakon
Lakon dapat dibentuk menjadi beberapa bentuk berdasarkan jumlah babak atau adegannya. Berikut ini adalah beberapa bentuk lakon yang umum dikenal:
– Lakon satu babak: lakon yang hanya terdiri dari satu babak tanpa jeda atau pergantian adegan⁴.
– Lakon dua babak: lakon yang terdiri dari dua babak dengan jeda di antaranya⁴.
– Lakon tiga babak: lakon yang terdiri dari tiga babak dengan jeda di antara setiap babaknya⁴.
– Lakon empat babak: lakon yang terdiri dari empat babak dengan jeda di antara setiap babaknya⁴.
– Lakon lima babak: lakon yang terdiri dari lima babak dengan jeda di antara setiap babaknya⁴.
Struktur Lakon
Lakon memiliki struktur atau susunan cerita yang terdiri dari beberapa unsur. Berikut ini adalah beberapa unsur struktur lakon yang umum dikenal:
– Tema: gagasan cerita atau ide cerita yang menjadi dasar atau inti cerita yang hendak dituliskan oleh seorang penulis¹.
– Plot: rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama, yang menggerakkan jalan cerita melalui perumitan, klimaks, dan penyelesaian¹.
– Latar: tempat, waktu, dan suasana yang menjadi latar belakang cerita¹.
– Tokoh: orang-orang yang terlibat dalam cerita sebagai pemeran utama, pemeran pembantu, atau pemeran figuran¹.
– Penokohan: cara penulis menggambarkan sifat, watak, peran, dan hubungan antara tokoh-tokoh dalam cerita¹.
– Dialog: percakapan langsung antara tokoh-tokoh dalam cerita yang menjadi media penyampaian cerita¹.
– Monolog: percakapan sendiri atau kepada penonton oleh salah satu tokoh dalam cerita yang biasanya mengungkapkan pikiran, perasaan, atau maksudnya¹.
Teknik Lakon
Lakon memiliki beberapa teknik yang dapat digunakan oleh penulis untuk menulis lakon dengan baik. Berikut ini adalah beberapa teknik lakon yang umum dikenal:
– Teknik pengembangan tema: teknik untuk menentukan tema cerita yang sesuai dengan tujuan, sasaran, dan minat penulis⁶.
– Teknik pengembangan plot: teknik untuk menentukan alur cerita yang menarik, logis, dan konsisten⁶.
– Teknik pengembangan latar: teknik untuk menentukan latar cerita yang mendukung suasana, situasi, dan konflik cerita⁶.
– Teknik pengembangan tokoh: teknik untuk menentukan tokoh-tokoh yang memiliki karakter, watak, peran, dan hubungan yang jelas dan kuat⁶.
– Teknik pengembangan dialog: teknik untuk menulis dialog yang hidup, alami, dan bermakna⁶.
– Teknik pengembangan monolog: teknik untuk menulis monolog yang mengungkapkan pikiran, perasaan, atau maksud tokoh secara jujur dan mendalam⁶.
Sumber:
(1) Arti kata lakon – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. https://kbbi.web.id/lakon.
(2) Menyusun Naskah Lakon: Pengertian, Jenis, Bentuk, dsb. https://serupa.id/menyusun-naskah-lakon-pengertian-jenis-bentuk-dsb/.
(3) Menulis Naskah Lakon | PELITAKU – SABDA.org. https://pelitaku.sabda.org/menulis_naskah_lakon.
(4) Lakon : Pengertian dan Cara Menulis Lakon – ilmucerdas. https://www.ilmucerdasku.com/2019/01/lakon-pengertian-dan-cara-menulis-lakon.html.
(5) 4 Teknik cara menyusun naskah lakon – ilmucerdas. https://www.ilmucerdasku.com/2019/07/4-teknik-cara-menyusun-naskah-lakon.html.
(6) Apa Itu Naskah Lakon dan Bagaimana Menulisnya? – Tirto.ID. https://tirto.id/apa-itu-naskah-lakon-dan-bagaimana-menulisnya-gjn5.