Menu Tutup

Seni Grafis: Pengertian, Sejarah, Jenis, Teknik, Fungsi dan Manfaatnya

Seni grafis adalah salah satu cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas. Seni grafis dapat digunakan untuk mengungkapkan ide, gagasan, dan emosi seseorang melalui gambar yang dicetak. Seni grafis juga memiliki sejarah, jenis, teknik, fungsi, manfaat, dan karakteristik yang beragam. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang seni grafis, mulai dari pengertian, sejarah, jenis, teknik, fungsi, manfaat, dan karakteristik seni grafis.

Pengertian Seni Grafis

Seni grafis adalah seni dua dimensi yang diciptakan melalui teknik cetak1. Teknik cetak adalah proses mentransfer gambar dari sebuah permukaan atau matrix ke media karya, seperti kertas2. Matrix dapat berupa papan kayu, plat logam, batu litografi, screen kain, atau bahan lainnya2. Tiap-tiap hasil cetakan disebut dengan impression dan dianggap sebagai karya seni orisinil2. Seni grafis berasal dari bahasa Yunani graphien yang berarti menulis atau menggambar1.

Sejarah Seni Grafis

Seni grafis sudah ada sejak zaman prasejarah, ketika manusia membuat cap tangan atau gambar binatang di dinding gua dengan menggunakan bahan alami seperti tanah liat atau getah pohon3. Seni grafis berkembang seiring dengan kemajuan peradaban manusia. Salah satu peradaban yang terkenal dengan seni grafisnya adalah Mesir Kuno, yang menciptakan hieroglif sebagai sistem tulisan yang menggunakan gambar-gambar simbolik3. Hieroglif dicetak di atas papirus, sejenis kertas yang dibuat dari batang pohon papirus3.

Seni grafis juga berkembang di Asia, terutama di China dan Jepang. China merupakan tempat asal dari kertas dan tinta, yang menjadi bahan utama dalam seni grafis3. China juga menciptakan teknik cetak tinggi atau relief dengan menggunakan papan kayu yang dipahat3. Teknik ini kemudian menyebar ke Jepang, yang mengembangkannya menjadi cukil kayu berwarna atau ukiyo-e3. Ukiyo-e adalah seni grafis yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang pada zaman Edo (1603-1868)3.

Seni grafis juga berkembang di Eropa, terutama setelah penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada abad ke-153. Mesin cetak memungkinkan penyebaran informasi dan pengetahuan secara luas dan cepat melalui buku-buku yang dicetak3. Seniman-seniman Eropa mulai bereksperimen dengan berbagai teknik cetak, seperti engraving, etsa, litografi, dan lainnya3. Beberapa seniman terkenal yang menggunakan seni grafis dalam karyanya adalah Albrecht Durer, Rembrandt van Rijn, Francisco Goya, dan Pablo Picasso3.

Seni grafis terus berkembang hingga masa modern dan kontemporer. Seniman-seniman modern dan kontemporer menggunakan seni grafis untuk berekspresi dengan gaya dan tema yang beragam. Beberapa contoh seniman modern dan kontemporer yang menggunakan seni grafis dalam karyanya adalah Andy Warhol, Roy Lichtenstein, M.C. Escher, Salvador Dali, dan Banksy3.

Jenis Karya Seni Grafis

Seni grafis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan teknik cetaknya. Berikut adalah beberapa jenis karya seni grafis beserta contohnya:

Teknik Cetak Tinggi atau Relief

Teknik cetak tinggi atau relief adalah teknik cetak yang menggunakan papan kayu atau bahan lainnya yang dipahat sehingga bagian yang ingin dicetak menjadi lebih tinggi dari bagian yang tidak ingin dicetak1. Bagian yang tinggi kemudian diberi tinta dan ditekan ke media karya1. Contoh karya seni grafis dengan teknik cetak tinggi atau relief adalah stempel, cukil kayu, dan linocut1.

Teknik Cetak Datar atau Litografi

Teknik cetak datar atau litografi adalah teknik cetak yang menggunakan batu litografi atau bahan lainnya yang memiliki permukaan datar dan halus1. Gambar dibuat di atas permukaan batu dengan menggunakan bahan berminyak, seperti lilin atau tinta litografi1. Kemudian permukaan batu dibasahi dengan air, sehingga bagian yang tidak berminyak akan menyerap air, sedangkan bagian yang berminyak akan menolak air1. Lalu permukaan batu diberi tinta berminyak, sehingga tinta hanya menempel pada bagian yang berminyak1. Akhirnya permukaan batu ditekan ke media karya1. Contoh karya seni grafis dengan teknik cetak datar atau litografi adalah poster, kartu pos, dan uang kertas1.

Teknik Cetak Dalam atau Intaglio Print

Teknik cetak dalam atau intaglio print adalah teknik cetak yang menggunakan plat logam atau bahan lainnya yang digores atau diukir sehingga bagian yang ingin dicetak menjadi lebih dalam dari bagian yang tidak ingin dicetak1. Bagian yang dalam kemudian diisi dengan tinta dan dibersihkan dari permukaan plat1. Lalu plat ditekan ke media karya dengan tekanan tinggi, sehingga tinta dari bagian dalam plat akan menempel pada media karya1. Contoh karya seni grafis dengan teknik cetak dalam atau intaglio print adalah engraving, etsa, drypoint, mezzotint, dan aquatint1.

Teknik Cetak Tembus atau Saring

Teknik cetak tembus atau saring adalah teknik cetak yang menggunakan screen kain atau bahan lainnya yang memiliki pori-pori sebagai matrix1. Gambar dibuat di atas screen dengan menggunakan bahan yang menutup pori-pori, seperti lilin, lem, atau plastisol1. Kemudian screen diletakkan di atas media karya dan diberi tinta dari atas screen1. Tinta akan menembus pori-pori screen yang tidak tertutup bahan dan membentuk gambar di media karya1. Contoh karya seni grafis dengan teknik cetak tembus atau saring adalah cetak sablon, stencil, dan graffiti1.

Teknik Membuat Seni Grafis

Teknik membuat seni grafis tergantung pada jenis karya seni grafis yang ingin dibuat. Namun secara umum, ada beberapa langkah dasar yang harus dilakukan dalam membuat seni grafis, yaitu:

  • Membuat sketsa gambar yang ingin dicetak di atas kertas atau media lainnya.
  • Memilih matrix atau permukaan yang sesuai dengan jenis karya seni grafis yang ingin dibuat.
  • Membuat gambar di atas matrix dengan menggunakan alat-alat sesuai dengan teknik cetaknya. Misalnya: pisau cukil untuk cukil kayu, jarum untuk engraving, lilin untuk litografi, dsb.
  • Memberi tinta di atas matrix dengan menggunakan kuas, rol, spons, atau alat lainnya.
  • Menempatkan media karya di bawah matrix dan menekannya dengan menggunakan alat press manual atau mesin press. Misalnya: tangan untuk stempel, rol kayu untuk cukil kayu, mesin litografi untuk litografi, dsb.
  • Mengangkat matrix dari media karya dan melihat hasil cetakan.
  • Membersihkan matrix dari sisa-sisa tinta dan menyimpannya dengan baik.
  • Mengeringkan media karya dan memberinya tanda tangan atau nomor edisi jika perlu.

Fungsi Seni Grafis

Seni grafis memiliki beberapa fungsi, baik dari segi artistik maupun fungsional. Berikut adalah beberapa fungsi seni grafis:

Fungsi Artistik

Fungsi artistik seni grafis adalah sebagai sarana berekspresi bagi seniman grafis.

Seniman grafis dapat mengekspresikan ide, gagasan, emosi, kritik, atau pesan melalui gambar yang dicetak. Seni grafis juga dapat menunjukkan gaya, karakter, dan kreativitas seniman grafis dalam memilih dan mengolah bahan, alat, teknik, dan warna. Seni grafis juga dapat menjadi media untuk bereksplorasi dan bereksperimen dengan berbagai kemungkinan dalam seni cetak.

Fungsi Fungsional

Fungsi fungsional seni grafis adalah sebagai sarana untuk menyampaikan informasi, pengetahuan, atau hiburan kepada masyarakat. Seni grafis dapat digunakan untuk membuat berbagai produk cetak yang bermanfaat, seperti buku, majalah, koran, poster, brosur, kartu ucapan, stiker, kemasan, label, uang kertas, dan lainnya. Seni grafis juga dapat digunakan untuk membuat karya seni yang memiliki nilai estetik dan ekonomis, seperti lukisan, ilustrasi, kartun, komik, desain grafis, dan lainnya.

Manfaat Seni Grafis

Seni grafis memiliki beberapa manfaat, baik bagi seniman grafis maupun bagi masyarakat. Berikut adalah beberapa manfaat seni grafis:

Manfaat bagi Seniman Grafis

  • Seni grafis dapat menjadi media untuk menyalurkan bakat, minat, dan hobi dalam bidang seni rupa.
  • Seni grafis dapat menjadi media untuk mengembangkan potensi, kemampuan, dan keterampilan dalam bidang seni rupa.
  • Seni grafis dapat menjadi media untuk menghasilkan karya seni yang orisinil dan unik.
  • Seni grafis dapat menjadi media untuk mendapatkan penghasilan atau penghargaan dari karya seni yang dibuat.
  • Seni grafis dapat menjadi media untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama seniman grafis atau masyarakat.

Manfaat bagi Masyarakat

  • Seni grafis dapat menjadi sumber informasi, pengetahuan, atau hiburan yang mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat.
  • Seni grafis dapat menjadi sarana untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran masyarakat terhadap seni rupa.
  • Seni grafis dapat menjadi sarana untuk memperkaya budaya dan estetika masyarakat.
  • Seni grafis dapat menjadi sarana untuk menginspirasi dan memotivasi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

Karakteristik Seni Grafis

Seni grafis memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari jenis seni rupa lainnya. Berikut adalah beberapa karakteristik seni grafis:

  • Seni grafis menggunakan teknik cetak sebagai proses pembuatan karyanya.
  • Seni grafis menggunakan matrix atau permukaan sebagai alat untuk mentransfer gambar ke media karya.
  • Seni grafis menggunakan tinta sebagai bahan untuk membentuk gambar di media karya.
  • Seni grafis dapat menghasilkan banyak cetakan dari satu matrix dengan kualitas yang sama atau berbeda.
  • Seni grafis memiliki variasi jenis, teknik, bahan, alat, warna, dan gaya yang beragam.

Sumber:
(1) Seni Grafis: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis, dan Contohnya. https://www.gramedia.com/literasi/seni-grafis/.
(2) Seni grafis – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_grafis.
(3) Seni Grafis – Pengertian, Sejarah, Jenis & Tekniknya – serupa.id. https://serupa.id/seni-grafis-pengertian-sejarah-jenis-tekniknya/.
(4) Seni Grafis: Jenis, Cara Membuat, dan Contohnya – Katadata.co.id. https://katadata.co.id/sitinuraeni/berita/6232c0c43accf/seni-grafis-jenis-cara-membuat-dan-contohnya.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya