Intervensi pemerintah ke pasar adalah tindakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mempengaruhi alokasi sumber daya dan mekanisme pasar. Tujuan dari intervensi pemerintah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, mengatasi kegagalan pasar, atau mencapai tujuan-tujuan tertentu yang dianggap penting oleh pemerintah. Berikut ini adalah beberapa contoh, alasan, dan dampak dari intervensi pemerintah ke pasar.
Regulasi
Regulasi adalah aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah untuk mengatur perilaku pelaku pasar, baik produsen maupun konsumen. Regulasi biasanya diberlakukan untuk melindungi kepentingan publik, seperti kesehatan, keselamatan, lingkungan, hak asasi manusia, dan persaingan usaha. Contoh dari regulasi adalah standar kualitas produk, batas emisi polutan, larangan diskriminasi, dan hukum anti monopoli.
Regulasi dapat memiliki dampak positif maupun negatif terhadap pasar. Dampak positifnya adalah dapat meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya, mengurangi eksternalitas negatif, mencegah penyalahgunaan kekuasaan pasar, dan meningkatkan kesejahteraan konsumen. Dampak negatifnya adalah dapat menimbulkan biaya tambahan bagi produsen dan konsumen, mengurangi insentif untuk berinovasi, menciptakan rent seeking behavior, dan menyebabkan distorsi pasar.
Pajak
Pajak adalah pungutan yang dipungut oleh pemerintah dari pelaku pasar sebagai sumber pendapatan negara. Pajak dapat dibedakan menjadi pajak langsung dan pajak tidak langsung. Pajak langsung adalah pajak yang dikenakan kepada subjek pajak secara langsung, seperti pajak penghasilan dan pajak bumi dan bangunan. Pajak tidak langsung adalah pajak yang dikenakan kepada objek pajak secara tidak langsung, seperti pajak pertambahan nilai dan pajak impor.
Pajak juga dapat memiliki dampak positif maupun negatif terhadap pasar. Dampak positifnya adalah dapat membiayai pengeluaran publik, mengurangi ketimpangan pendapatan, menginternalisasi eksternalitas negatif, dan mengurangi konsumsi barang-barang merugikan. Dampak negatifnya adalah dapat menurunkan surplus produsen dan konsumen, mengurangi efisiensi alokasi sumber daya, menyebabkan deadweight loss, dan menimbulkan tax evasion.
Subsidi
Subsidi adalah bantuan finansial yang diberikan oleh pemerintah kepada pelaku pasar untuk menurunkan biaya produksi atau harga jual barang atau jasa tertentu. Subsidi biasanya diberikan untuk mendorong produksi atau konsumsi barang-barang yang dianggap bermanfaat bagi masyarakat, seperti pangan, energi, pendidikan, dan kesehatan. Contoh dari subsidi adalah beras murah, listrik bersubsidi, beasiswa pendidikan, dan BPJS Kesehatan.
Subsidi juga dapat memiliki dampak positif maupun negatif terhadap pasar. Dampak positifnya adalah dapat meningkatkan surplus produsen dan konsumen, menginternalisasi eksternalitas positif, meningkatkan aksesibilitas barang-barang publik, dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Dampak negatifnya adalah dapat menimbulkan biaya fiskal bagi pemerintah, mengurangi insentif untuk efisiensi produksi atau konsumsi, menciptakan moral hazard atau adverse selection, dan menyebabkan overproduction atau overconsumption.
Batas Harga
Batas harga adalah penetapan harga maksimum atau minimum yang diperbolehkan oleh pemerintah untuk barang atau jasa tertentu di pasar. Batas harga maksimum adalah harga tertinggi yang boleh ditawarkan oleh produsen kepada konsumen. Batas harga minimum adalah harga terendah yang boleh ditawarkan oleh konsumen kepada produsen. Contoh dari batas harga maksimum adalah harga eceran tertinggi (HET) untuk bahan pokok. Contoh dari batas harga minimum adalah upah minimum untuk pekerja.
Batas harga juga dapat memiliki dampak positif maupun negatif terhadap pasar. Dampak positifnya adalah dapat melindungi konsumen dari harga yang terlalu tinggi atau produsen dari harga yang terlalu rendah, mengurangi ketimpangan pendapatan, dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Dampak negatifnya adalah dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan pasokan, mengurangi surplus produsen atau konsumen, menyebabkan inefisiensi alokasi sumber daya, dan menimbulkan pasar gelap atau pasar bawah tanah.
Sumber:
(1) Intervensi pemerintah: Contoh, alasan, dan dampaknya. https://kerjayuk.com/inspirasi/intervensi-pemerintah-contoh-alasan-dan-dampaknya/.
(2) Intervensi Pemerintah Dalam Perekonomian: Bagian I Ringkasan Sejarah. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/12670/Intervensi-Pemerintah-Dalam-Perekonomian-Bagian-I-Ringkasan-Sejarah.html.
(3) Intervensi Pasar Oleh Pemerintah Indonesia Dalam … – Kompasiana. https://www.kompasiana.com/muhammadlutfi2269/62646df1ef62f64b18699fb2/intervensi-pasar-oleh-pemerintah-indonesia-dalam-perdagangan-islam.