Jurnal koreksi adalah salah satu jenis jurnal akuntansi yang dibuat untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi dalam pencatatan transaksi atau penyusunan laporan keuangan. Jurnal koreksi juga dikenal sebagai jurnal pembetulan, karena fungsinya untuk mengoreksi jurnal yang salah dibuat, baik karena salah angka maupun salah akun. Jurnal koreksi penting untuk menjaga akurasi, konsistensi, dan transparansi laporan keuangan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang pengertian, fungsi, cara membuat, dan contoh kasus jurnal koreksi. Selain itu, kita juga akan membedakan jurnal koreksi dengan jurnal penyesuaian, yang sering disalahpahami sebagai hal yang sama. Mari kita mulai!
Pengertian Jurnal Koreksi
Jurnal koreksi adalah entri jurnal yang dibuat untuk menghapus atau mengganti entri jurnal yang salah sebelumnya. Jurnal koreksi biasanya dibuat setelah menemukan kesalahan dalam pencatatan transaksi atau penyusunan laporan keuangan. Kesalahan tersebut bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti ketidaktelitian, kelalaian, ketidaktahuan, atau bahkan kecurangan.
Kesalahan dalam akuntansi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu kesalahan material dan kesalahan tidak material. Kesalahan material adalah kesalahan yang berdampak signifikan pada laporan keuangan dan dapat mempengaruhi keputusan pengguna laporan. Kesalahan material harus dikoreksi dengan membuat jurnal koreksi. Kesalahan tidak material adalah kesalahan yang tidak berdampak signifikan pada laporan keuangan dan tidak mempengaruhi keputusan pengguna laporan. Kesalahan tidak material dapat diabaikan atau dikoreksi dengan cara lain.
Fungsi Jurnal Koreksi
Jurnal koreksi memiliki beberapa fungsi dalam akuntansi, antara lain:
- Memperbaiki kesalahan. Jurnal koreksi berfungsi untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi dalam pencatatan transaksi atau penyusunan laporan keuangan. Dengan membuat jurnal koreksi, akuntan dapat menghapus atau mengganti entri jurnal yang salah dengan entri jurnal yang benar.
- Menjaga konsistensi laporan keuangan. Jurnal koreksi berfungsi untuk menjaga konsistensi laporan keuangan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dengan membuat jurnal koreksi, akuntan dapat memastikan bahwa laporan keuangan mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan secara wajar dan benar.
- Meningkatkan transparansi laporan keuangan. Jurnal koreksi berfungsi untuk meningkatkan transparansi laporan keuangan dengan memberikan informasi tentang kesalahan yang terjadi dan cara mengatasinya. Dengan membuat jurnal koreksi, akuntan dapat menunjukkan kepada pengguna laporan bahwa perusahaan bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi dan berusaha memperbaikinya.
Cara Membuat Jurnal Koreksi
Untuk membuat jurnal koreksi, ada tiga langkah yang harus dilakukan, yaitu:
- Membuat jurnal penghapusan. Langkah ini dilakukan untuk menghapus entri jurnal yang salah sebelumnya. Caranya adalah dengan membuat entri jurnal yang berlawanan dengan entri jurnal yang salah tersebut. Misalnya, jika entri jurnal yang salah adalah debit kas dan kredit penjualan sebesar Rp 10.000.000, maka entri jurnal penghapusan adalah debit penjualan dan kredit kas sebesar Rp 10.000.000.
- Membuat jurnal sebenarnya. Langkah ini dilakukan untuk membuat entri jurnal yang benar sesuai dengan transaksi yang terjadi. Caranya adalah dengan menganalisis transaksi tersebut dan menentukan akun-akun yang terlibat serta jumlahnya. Misalnya, jika transaksi yang terjadi adalah penjualan barang dagang secara tunai sebesar Rp 10.000.000 dengan harga pokok penjualan sebesar Rp 6.000.000, maka entri jurnal sebenarnya adalah debit kas sebesar Rp 10.000.000, kredit penjualan sebesar Rp 10.000.000, debit harga pokok penjualan sebesar Rp 6.000.000, dan kredit persediaan sebesar Rp 6.000.000.
- Membuat jurnal koreksi. Langkah ini dilakukan untuk menggabungkan jurnal penghapusan dan jurnal sebenarnya menjadi satu entri jurnal koreksi. Caranya adalah dengan menjumlahkan debit dan kredit dari kedua jurnal tersebut dan menyajikannya dalam satu entri jurnal. Misalnya, jika jurnal penghapusan adalah debit penjualan dan kredit kas sebesar Rp 10.000.000, dan jurnal sebenarnya adalah debit kas sebesar Rp 10.000.000, kredit penjualan sebesar Rp 10.000.000, debit harga pokok penjualan sebesar Rp 6.000.000, dan kredit persediaan sebesar Rp 6.000.000, maka entri jurnal koreksi adalah debit harga pokok penjualan sebesar Rp 6.000.000, kredit persediaan sebesar Rp 6.000.000, tanpa ada perubahan pada akun kas dan penjualan.
Contoh Kasus Jurnal Koreksi
Berikut adalah beberapa contoh kasus jurnal koreksi beserta penyelesaiannya:
Contoh 1: Melakukan Koreksi
Pada tanggal 1 Agustus 2023, PT ABC melakukan pembelian barang dagang secara kredit dari PT XYZ sebesar Rp 50.000.000 dengan syarat pembayaran 2/10, n/30 (diskon 2% jika dibayar dalam 10 hari, atau lunas dalam 30 hari). Pada tanggal 5 Agustus 2023, PT ABC membayar hutangnya kepada PT XYZ dengan memanfaatkan diskon yang ditawarkan.
Namun, akuntan PT ABC salah mencatat transaksi pembayaran tersebut sebagai berikut:
| Tanggal | Akun Debit | Jumlah | Akun Kredit | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 5 Ags | Hutang Dagang | Rp 50.000.000 | Kas | Rp 50.000.000 |
Padahal, entri jurnal yang benar adalah sebagai berikut:
| Tanggal | Akun Debit | Jumlah | Akun Kredit | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 5 Ags | Hutang Dagang | Rp 50.000.000 | Kas | Rp 49.000.000 |
| Diskon Pembelian | Rp 1.000.000 |
Untuk memperbaiki kesalahan tersebut, akuntan PT ABC harus membuat jurnal koreksi sebagai berikut:
| Tanggal | Akun Debit | Jumlah | Akun Kredit | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 5 Ags | Kas | Rp 1.000.000 | Diskon Pembelian | Rp 1.000.000 |
Contoh 2: Membalikkan Jurnal
Pada tanggal 31 Desember 2023, PT ABC melakukan penyesuaian akuntansi untuk mencatat beban bunga atas pinjaman bank sebesar Rp 2.500.000 yang belum dibayar hingga akhir tahun.
Akuntan PT ABC mencatat transaksi tersebut sebagai berikut:
| Tanggal | Akun Debit | Jumlah | Akun Kredit | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 31 Des | Beban Bunga | Rp 2.500.000 | Utang Bunga | Rp 2.500.000 |
Namun, pada tanggal 2 Januari 2024, akuntan PT ABC lupa untuk membalikkan jurnal penyesuaian tersebut dan mencatat transaksi pembayaran bunga kepada bank sebagai berikut:
| Tanggal | Akun Debit | Jumlah | Akun Kredit | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 2 Jan | Beban Bunga | Rp 2.500.000 | Kas | Rp 2.500.000 |
Padahal, entri jurnal yang benar adalah sebagai berikut:
| Tanggal | Akun Debit | Jumlah | Akun Kredit | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 2 Jan | Utang Bunga | Rp 2.500.000 | Kas | Rp 2.500.000 |
Untuk memperbaiki kesalahan tersebut, akuntan PT ABC harus membuat jurnal koreksi sebagai berikut:
| Tanggal | Akun Debit | Jumlah | Akun Kredit | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 2 Jan | Kas | Rp 2.500.000 | Beban Bunga | Rp 2.500.000 |
Dengan demikian, akuntan PT ABC dapat menghapus entri jurnal yang salah dan menggantinya dengan entri jurnal yang benar.
Sumber:
(1) Pahami Cara Membuat dan Contoh Jurnal Koreksi. https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cara-membuat-jurnal-koreksi/.
(2) Jurnal Koreksi: Pengertian, Cara Membuatnya, Contoh, dan Bedanya dengan …. https://accurate.id/akuntansi/pengertian-jurnal-koreksi-dan-perbedaannya-jurnal-penyesuaian/.
(3) Pengertian Jurnal Koreksi, Cara Membuat, dan Contoh Kasusnya – Kledo. https://kledo.com/blog/jurnal-koreksi.