Sejarah adalah salah satu ilmu sosial yang mempelajari peristiwa-peristiwa masa lalu yang berhubungan dengan manusia dan kebudayaannya. Sejarah juga merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah, baik tingkat dasar, menengah, maupun atas. Belajar sejarah tidak hanya bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Namun, bagaimana cara belajar sejarah yang efektif dan menyenangkan? Artikel ini akan membahas beberapa dasar-dasar belajar sejarah yang perlu diketahui oleh para pelajar.
Ruang Lingkup Sejarah
Sebelum mempelajari sejarah, kita perlu mengetahui ruang lingkup atau cakupan sejarah itu sendiri. Ruang lingkup sejarah adalah modal awal kita mempelajari sejarah. Terdapat empat ruang lingkup sejarah, yaitu:
- Sejarah sebagai peristiwa. Ini berarti sejarah adalah peristiwa yang benar-benar terjadi pada suatu waktu di masa lalu. Hal ini menjelaskan bahwa sejarah merupakan suatu fakta yang pernah dilalui oleh seseorang atau sekelompok orang. Contohnya adalah kejadian Perang Diponegoro, peristiwa Bandung Lautan Api, atau peristiwa Rengasdengklok1.
- Sejarah sebagai kisah. Ini berarti sejarah adalah cerita atau narasi yang dibuat oleh orang-orang yang menyaksikan atau mengalami peristiwa sejarah tersebut. Hal ini menjelaskan bahwa sejarah merupakan suatu interpretasi atau penafsiran yang bersifat subjektif dan dapat bervariasi. Contohnya adalah kisah pahlawan nasional seperti Soekarno, Kartini, atau Cut Nyak Dhien1.
- Sejarah sebagai ilmu. Ini berarti sejarah adalah ilmu pengetahuan yang memiliki metode, teori, konsep, dan prinsip-prinsip tertentu dalam mempelajari peristiwa-peristiwa masa lalu. Hal ini menjelaskan bahwa sejarah merupakan suatu disiplin ilmiah yang bersifat objektif dan dapat diverifikasi. Contohnya adalah ilmu sejarah Indonesia, ilmu sejarah dunia, atau ilmu arkeologi2.
- Sejarah sebagai seni. Ini berarti sejarah adalah karya seni yang memiliki nilai estetika, ekspresi, dan imajinasi dalam menyampaikan peristiwa-peristiwa masa lalu. Hal ini menjelaskan bahwa sejarah merupakan suatu bentuk kreativitas yang bersifat artistik dan dapat dinikmati. Contohnya adalah seni lukis, seni sastra, atau seni musik yang menggambarkan tema-tema sejarah1.
Dengan mengetahui ruang lingkup sejarah, kita dapat memilih sudut pandang atau pendekatan yang sesuai dengan tujuan dan minat kita dalam mempelajari sejarah.
Unsur Sejarah
Selain ruang lingkup, kita juga perlu mengetahui unsur-unsur sejarah yang menjadi komponen penting dalam mempelajari peristiwa-peristiwa masa lalu. Unsur-unsur sejarah adalah:
- Manusia. Ini adalah subjek utama dari sejarah, yaitu orang-orang yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa masa lalu, baik sebagai pelaku, saksi, korban, maupun penerima dampaknya. Manusia juga merupakan sumber utama dari informasi-informasi tentang sejarah, baik melalui lisan, tulisan, maupun artefak2.
- Non-manusia. Ini adalah objek pendukung dari sejarah, yaitu hal-hal yang tidak hidup tetapi berpengaruh terhadap peristiwa-peristiwa masa lalu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Non-manusia juga merupakan sumber tambahan dari informasi-informasi tentang sejarah, baik melalui alam, teknologi, maupun budaya2.
- Ruang. Ini adalah tempat terjadinya peristiwa-peristiwa masa lalu, baik secara fisik maupun sosial. Ruang juga merupakan sumber penting dari informasi-informasi tentang sejarah, baik melalui peta, batas wilayah, maupun hubungan antar wilayah2.
- Waktu. Ini adalah kapan terjadinya peristiwa-peristiwa masa lalu, baik secara kronologis maupun tematis. Waktu juga merupakan sumber dasar dari informasi-informasi tentang sejarah, baik melalui kalender, tanggal, maupun periode2.
Dengan mengetahui unsur-unsur sejarah, kita dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan informasi-informasi yang relevan dengan peristiwa-peristiwa masa lalu.
Cara Berpikir Sejarah
Setelah mengetahui ruang lingkup dan unsur-unsur sejarah, kita juga perlu mengetahui cara berpikir sejarah yang dapat membantu kita dalam mempelajari peristiwa-peristiwa masa lalu. Cara berpikir sejarah adalah:
- Diakronis. Ini adalah cara berpikir sejarah yang melihat peristiwa-peristiwa masa lalu secara berurutan dan berkesinambungan dari waktu ke waktu. Hal ini membantu kita untuk mengetahui sebab-akibat, perubahan-perubahan, dan perkembangan-perkembangan yang terjadi dalam sejarah2.
- Sinkronis. Ini adalah cara berpikir sejarah yang melihat peristiwa-peristiwa masa lalu secara bersamaan dan berbandingan pada suatu waktu tertentu. Hal ini membantu kita untuk mengetahui persamaan-persamaan, perbedaan-perbedaan, dan hubungan-hubungan antara peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah2.
Dengan mengetahui cara berpikir sejarah, kita dapat menganalisis dan menafsirkan peristiwa-peristiwa masa lalu dengan lebih sistematis dan komprehensif.
Tujuan dan Manfaat Sejarah
Terakhir, kita juga perlu mengetahui tujuan dan manfaat sejarah yang dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita dalam mempelajari peristiwa-peristiwa masa lalu. Tujuan dan manfaat sejarah adalah:
- Memberikan informasi mengenai waktu yang terus berjalan. Sejarah memberikan kita pengetahuan tentang apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi di masa kini, dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Hal ini membantu kita untuk memahami konteks dan dinamika zaman yang kita hadapi3.
- Membangun semangat patriotisme. Sejarah memberikan kita kesadaran tentang asal-usul dan identitas bangsa kita, serta perjuangan dan pengorbanan para pendahulu kita. Hal ini membantu kita untuk menghargai dan mencintai tanah air kita3.
- Membangun kemampuan berpikir. Sejarah memberikan kita tantangan untuk menggali dan mengolah informasi-informasi dari berbagai sumber dan sudut pandang tentang peristiwa-peristiwa masa lalu. Hal ini membantu kita untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif3.
- Mendapatkan informasi dan pengetahuan baru. Sejarah memberikan kita peluang untuk menemukan dan mempelajari hal-hal baru yang belum diketahui atau kurang dipahami tentang peristiwa-peristiwa masa lalu. Hal ini membantu kita untuk menambah wawasan dan horizon kita3.
- Melestarikan peninggalan dari kepunahan. Sejarah memberikan kita tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan peninggalan-peninggalan masa lalu yang memiliki nilai sejarah, budaya, atau ilmiah. Hal ini membantu kita untuk menghormati warisan leluhur kita3.
- Mengenal tokoh masa lampau. Sejarah memberikan kita inspirasi untuk mengenal tokoh-tokoh masa lalu yang memiliki prestasi, karya, atau pengaruh besar dalam bidang-bidang tertentu. Hal ini membantu kita untuk belajar dari pengalaman mereka.
Dengan mengetahui tujuan dan manfaat sejarah, kita dapat merasakan nilai dan makna dari peristiwa-peristiwa masa lalu.
Kesimpulan
Belajar sejarah adalah kegiatan yang penting dan bermanfaat bagi kita semua. Untuk belajar sejarah dengan efektif dan menyenangkan, kita perlu mengetahui beberapa dasar-dasar belajar sejarah, yaitu:
- Ruang lingkup sejarah, yaitu peristiwa, kisah, ilmu, dan seni.
- Unsur-unsur sejarah, yaitu manusia, non-manusia, ruang, dan waktu.
- Cara berpikir sejarah, yaitu diakronis dan sinkronis.
- Tujuan dan manfaat sejarah, yaitu memberikan informasi, membangun semangat patriotisme, membangun kemampuan berpikir, mendapatkan informasi dan pengetahuan baru, melestarikan peninggalan dari kepunahan, dan mengenal tokoh masa lampau.
Sumber:
(1) Materi Pelajaran Sejarah Indonesia | Zenius Education. [https://www.zenius.net/].
(2) Ruang Lingkup Sejarah: Modal Dasar Belajar Sejarah!. [https://insanpelajar.com/].
(3) B. SEJARAH – Kemdikbud. [https://sma.kemdikbud.go.id/].