Mesin 3 silinder adalah jenis mesin yang memiliki tiga buah piston yang bergerak di dalam silinder. Mesin ini biasanya digunakan untuk mobil-mobil kompak yang membutuhkan efisiensi bahan bakar dan bobot yang ringan. Beberapa contoh mobil yang menggunakan mesin 3 silinder adalah Mitsubishi Mirage, Daihatsu Rocky, Toyota Raize, Daihatsu Ayla, dan Toyota Agya.
Mesin 3 silinder memiliki beberapa kelebihan, seperti:
- Konsumsi bahan bakar yang lebih irit, karena jumlah silinder yang lebih sedikit berarti jumlah bahan bakar yang dibakar juga lebih sedikit.
- Bobot mesin yang lebih ringan, karena jumlah komponen yang lebih sedikit berarti berat mesin juga lebih ringan.
- Tenaga yang cukup besar, karena mesin 3 silinder biasanya dilengkapi dengan teknologi turbocharger yang dapat meningkatkan tekanan udara masuk ke ruang bakar, sehingga meningkatkan torsi dan tenaga mesin.
Namun, mesin 3 silinder juga memiliki beberapa kelemahan, salah satunya adalah getaran mesin yang lebih besar. Getaran mesin adalah gerakan bolak-balik yang tidak diinginkan yang terjadi pada mesin akibat gaya-gaya yang bekerja pada komponen mesin. Getaran mesin dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti:
- Kebisingan mesin yang lebih tinggi, karena getaran mesin dapat menimbulkan suara yang mengganggu.
- Kerusakan komponen mesin yang lebih cepat, karena getaran mesin dapat menyebabkan gesekan, benturan, dan keausan pada komponen mesin.
- Kinerja mesin yang menurun, karena getaran mesin dapat mengurangi efisiensi pembakaran, pengapian, dan pelumasan mesin.
Lalu, kenapa mesin 3 silinder lebih bergetar daripada mesin 4 silinder atau lebih? Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Jumlah silinder yang ganjil, yang menyebabkan ketidakseimbangan gaya inersia pada mesin. Gaya inersia adalah gaya yang timbul akibat perubahan kecepatan atau arah gerak suatu benda. Pada mesin 3 silinder, satu piston akan bekerja pada titik kerja maksimal atau Titik Mati Atas (TMA), sedangkan dua piston lainnya akan menyeimbangkan tenaga mesin dengan jarak 120 derajat dari Titik Mati Bawah (TMB). Hal ini membuat mesin 3 silinder memiliki jeda tenaga yang lebih tinggi dan gaya inersia yang lebih besar daripada mesin 4 silinder atau lebih, yang memiliki jumlah silinder genap dan gaya inersia yang lebih seimbang1.
- Kompresi mesin yang tinggi, yang menyebabkan tekanan ruang bakar yang tinggi. Kompresi mesin adalah perbandingan antara volume ruang bakar saat piston berada di TMA dan saat piston berada di TMB. Kompresi mesin yang tinggi dapat meningkatkan tenaga mesin, tetapi juga dapat meningkatkan tekanan ruang bakar yang dapat menimbulkan getaran mesin. Pada mesin 3 silinder, kompresi mesin biasanya lebih tinggi daripada mesin 4 silinder atau lebih, karena mesin 3 silinder harus menghasilkan tenaga yang setara dengan mesin 4 silinder atau lebih dengan jumlah silinder yang lebih sedikit2.
- Penyetelan mesin yang tidak sesuai, yang menyebabkan mesin tidak terpasang dengan baik pada engine mounting. Engine mounting adalah komponen yang berfungsi untuk menempelkan mesin pada rangka mobil dan meredam getaran mesin. Penyetelan mesin yang tidak sesuai dapat terjadi karena kesalahan saat melakukan servis mobil atau pergantian komponen mesin. Hal ini dapat menyebabkan mesin tidak teredam dengan baik dan getaran mesin menjadi lebih terasa3.
Bagaimana cara mengatasi getaran mesin 3 silinder? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti:
- Menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin. Bahan bakar yang sesuai dapat meningkatkan kualitas pembakaran dan mengurangi getaran mesin. Pada mesin 3 silinder, sebaiknya menggunakan bahan bakar dengan oktan minimal 92, karena mesin 3 silinder memiliki kompresi mesin yang tinggi4.
- Melakukan perawatan mesin secara rutin dan benar. Perawatan mesin dapat menjaga kinerja mesin dan mengurangi getaran mesin. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah penggantian oli mesin, filter udara, filter bahan bakar, busi, dan komponen mesin lainnya sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh pabrikan3.
- Menambahkan peredam getaran pada mesin. Peredam getaran adalah komponen yang berfungsi untuk mengurangi getaran mesin dengan cara menyerap atau mengalihkan energi getaran. Beberapa contoh peredam getaran yang dapat digunakan adalah balancer shaft, flexible flywheel, dan engine mounting hidrolik2.
(1) Mesin Mobil 3 Silinder VS 4 Silinder, Bagus Mana? – Moladin. https://moladin.com/blog/
(2) Tips Mengenal Mesin Mobil Tiga Silinder | BukaReview. https://review.bukalapak.com/auto/
(3) Mesin Tiga Silinder Bergetar, Wajar atau Ada Kerusakan?. https://www.seva.id/blog
(4) 5 Mitos dan Fakta Mesin 3-Silinder, Tak Lagi Bising dan Bergetar Heboh …. https://www.autofun.co.id/
(5) Plus Minus Mesin 3 Silinder – IDN Times. https://www.idntimes.com/