Antraks atau anthrax adalah penyakit infeksi yang menular dari hewan ternak, seperti sapi, kambing, domba, dan kuda. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang hidup di tanah. Bakteri ini dapat membentuk spora yang tahan lama dan dapat bertahan di lingkungan yang tidak menguntungkan12
Antraks merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan kematian. Meski begitu, penyakit zoonosis ini jarang terjadi dan dapat dicegah dengan vaksinasi dan antibiotik. Selain itu, sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa bakteri penyebab antraks dapat menular antarmanusia2
Jenis dan Gejala Antraks
Berdasarkan cara penularannya, antraks terbagi dalam tiga jenis, yaitu:
- Antraks kulit. Antraks kulit menular pada orang yang memiliki luka terbuka di kulit. Penularan terjadi ketika seseorang menyentuh kulit, bulu, tulang, atau daging hewan yang terinfeksi. Antraks kulit merupakan jenis antraks yang paling sering terjadi, tetapi tidak berbahaya. Antraks ini biasanya baru berkembang 1–7 hari setelah paparan terjadi. Gejala antraks kulit meliputi:
- Munculnya benjolan kecil berwarna merah di kulit yang dapat disertai gatal.
- Benjolan tersebut kemudian berubah menjadi lepuh berisi cairan.
- Lepuh tersebut pecah dan meninggalkan luka berwarna hitam yang tidak menimbulkan nyeri (eskar).
- Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar luka.
- Demam ringan dan sakit kepala.
- Antraks pencernaan. Antraks jenis ini terjadi ketika seseorang memakan daging hewan yang sudah terinfeksi sehingga bakteri antraks masuk ke saluran pencernaan. Kondisi ini umumnya baru terjadi 1–7 hari setelah seseorang terpapar bakteri. Gejala antraks pencernaan meliputi:
- Mual, muntah, dan diare.
- Sakit perut dan perdarahan di saluran pencernaan.
- Demam tinggi dan dehidrasi.
- Antraks pernapasan. Antraks pernapasan merupakan antraks yang paling berbahaya. Seseorang dapat terinfeksi antraks pernapasan jika menghirup serbuk (spora) dari bakteri antraks, misalnya ketika memproses bulu atau kulit dari hewan ternak. Infeksi akibat antraks ini biasanya baru berkembang setelah 7 hari hingga 2 bulan sesudah seseorang terpapar. Gejala antraks pernapasan meliputi:
- Demam, menggigil, dan nyeri otot.
- Nyeri dada, batuk, dan sesak napas.
- Pendarahan di paru-paru dan syok.
Selain melalui cara di atas, antraks juga dapat menular melalui penggunaan heroin suntik. Namun, antraks jenis ini hanya terjadi di negara-negara Eropa. Gejala antraks injeksi meliputi:
- Demam dan menggigil.
- Abses atau nanah di tempat suntikan.
- Nyeri otot dan sakit kepala.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
Penyebab dan Faktor Risiko Antraks
Antraks disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang hidup di tanah. Bakteri ini dapat menyerang hewan pemakan rumput, seperti sapi, kambing, domba, dan kuda. Bakteri ini dapat membentuk spora yang tahan lama dan dapat bertahan di lingkungan yang tidak menguntungkan. Spora ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit, saluran pencernaan, atau paru-paru12
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi antraks, yaitu:
- Beraktivitas di kawasan yang banyak terjadi antraks.
- Bekerja di tempat pengolahan kulit, bulu, atau daging dari hewan ternak.
- Berprofesi sebagai peternak atau pengurus hewan.
- Bekerja sebagai peneliti antraks di laboratorium.
- Berprofesi sebagai dokter hewan, khususnya yang menangani hewan ternak.
Sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa antraks dapat menular antarmanusia. Namun, ada kemungkinan bahwa seseorang juga dapat terinfeksi antraks akibat kontak dengan luka di kulit penderita antraks2
Diagnosis dan Pengobatan Antraks
Untuk mendiagnosis antraks, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengambil sampel darah, cairan lepuh, atau dahak dari pasien untuk diperiksa di laboratorium. Dokter juga akan menanyakan riwayat kontak dengan hewan atau produk hewan yang terinfeksi2
Pengobatan antraks dilakukan dengan pemberian antibiotik, seperti siprofloksasin, doksisiklin, atau penisilin. Antibiotik harus diminum selama 60 hari untuk mencegah kambuhnya infeksi. Selain itu, dokter juga dapat memberikan antitoksin untuk menetralisir racun yang diproduksi oleh bakteri antraks2
Pengobatan antraks harus segera dilakukan setelah diagnosis ditegakkan, karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat. Tingkat kematian akibat antraks bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan infeksi. Antraks kulit memiliki tingkat kematian sekitar 20% jika tidak diobati, tetapi hanya 1% jika diobati. Antraks pencernaan memiliki tingkat kematian sekitar 25–60% jika tidak diobati, dan 40% jika diobati. Antraks pernapasan memiliki tingkat kematian sekitar 80–90% jika tidak diobati, dan 45–75% jika diobati2
Pencegahan Antraks
Antraks dapat dicegah dengan beberapa cara, antara lain:
- Vaksinasi antraks. Vaksinasi ini direkomendasikan untuk orang-orang yang berisiko tinggi terpapar bakteri antraks, seperti petugas kesehatan, peneliti laboratorium, peternak, atau pekerja industri hewan. Vaksinasi ini dilakukan dengan menyuntikkan vaksin ke lengan bawah sebanyak lima kali dalam 18 bulan pertama, kemudian dilanjutkan dengan suntikan booster setiap tahun. Vaksinasi ini dapat melindungi seseorang dari antraks kulit dan pernapasan.
- Antibiotik profilaksis. Antibiotik profilaksis adalah pemberian antibiotik sebelum seseorang terinfeksi untuk mencegah perkembangan penyakit. Antibiotik profilaksis dapat diberikan kepada orang-orang yang terpapar bakteri antraks tetapi belum menunjukkan gejala penyakit. Antibiotik profilaksis harus diminum selama 60 hari untuk mencegah infeksi antraks.
- Menghindari kontak dengan hewan atau produk hewan yang terinfeksi. Orang-orang yang bekerja atau beraktivitas di daerah endemis antraks harus menggunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan, masker, dan baju tertutup saat bersentuhan dengan hewan atau produk hewan yang terinfeksi. Jika ada luka di kulit, segera bersihkan dan tutup dengan perban steril. Hindari memakan daging hewan yang tidak diketahui asal-usulnya atau tidak dimasak dengan baik. Jika menemukan hewan mati yang dicurigai terkena antraks, segera laporkan kepada pihak berwenang dan jangan menyentuhnya.
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah bersentuhan dengan hewan atau produk hewan yang terinfeksi. Bersihkan dan disinfeksi alat-alat yang digunakan untuk mengolah kulit, bulu, atau daging dari hewan ternak. Buang sampah-sampah yang berpotensi terkontaminasi bakteri antraks dengan cara yang aman, misalnya dengan membakarnya.
Sumber:
(1) Antraks – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Antraks.
(2) Anthrax – Gejala, penyebab dan mengobati – Alodokter. https://www.alodokter.com/anthrax.