Berita adalah laporan tentang suatu peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi atau baru saja terjadi, yang memiliki nilai berita bagi khalayak. Berita biasanya disajikan dalam bentuk tulisan, lisan, atau visual, melalui berbagai media seperti surat kabar, majalah, radio, televisi, atau internet. Dalam menulis berita, ada beberapa bagian yang harus diperhatikan, seperti judul, teras, badan, dan penutup. Namun, dari semua bagian tersebut, teras berita adalah yang paling penting dan menentukan. Mengapa demikian? Mari kita simak penjelasan berikut ini.
Pengertian Teras Berita
Teras berita (lead) adalah paragraf awal atau alinea pertama dari sebuah berita. Teras berita berisi fakta terpenting atau paling menarik dari sebuah peristiwa yang diberitakan. Teras berita juga berfungsi sebagai ringkasan atau inti dari keseluruhan isi berita. Teras berita biasanya ditulis dengan kalimat singkat, padat, dan jelas, agar mudah dipahami oleh pembaca. Teras berita juga harus menarik perhatian dan minat pembaca, agar mereka mau membaca berita lebih lanjut. Oleh karena itu, teras berita harus ditulis dengan baik dan benar, sesuai dengan kaidah jurnalistik.
Fungsi Teras Berita
Teras berita memiliki beberapa fungsi, antara lain:
- Atraktif. Teras berita harus mampu membangkitkan perhatian dan minat khalayak terhadap permasalahan dan pokok peristiwa yang dibahas. Teras berita harus menampilkan fakta yang unik, mengejutkan, menggugah, atau relevan dengan kepentingan khalayak.
- Introduktif. Teras berita harus mengantarkan pokok permasalahan yang ditulis dengan tegas dan jelas, agar pembaca bisa mengenali dan merumuskan persoalannya. Teras berita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar seperti siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana (5W+1H).
- Korektif. Teras berita harus dapat memunculkan kalimat dan paragraf selanjutnya. Teras berita harus memberikan petunjuk atau arah tentang isi berita yang akan dibahas lebih lanjut. Teras berita harus konsisten dengan fakta dan data yang ada di badan berita.
- Kredibilitas. Teras berita harus menunjukkan kredibilitas wartawan atau jurnalis yang menulis berita. Teras berita harus ditulis dengan objektif, akurat, dan berimbang, tanpa mengandung unsur subjektivitas, kesalahan, atau keberpihakan.
Jenis-Jenis Teras Berita
Teras berita dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, berdasarkan cara penyajiannya, yaitu:
- Teras berita langsung (straight lead). Teras berita yang langsung menyajikan fakta terpenting atau paling menarik dari sebuah peristiwa, tanpa basa-basi atau pengantar. Teras berita langsung biasanya digunakan untuk berita-berita aktual, penting, atau mendesak, yang membutuhkan informasi cepat dan jelas. Contoh teras berita langsung:
Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa pemerintah akan memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021, untuk menekan laju penularan Covid-19 di Indonesia1
- Teras berita tidak langsung (delayed lead). Teras berita yang tidak langsung menyajikan fakta terpenting atau paling menarik dari sebuah peristiwa, tetapi menggunakan pengantar, latar belakang, atau pendahuluan terlebih dahulu. Teras berita tidak langsung biasanya digunakan untuk berita-berita human interest, feature, atau soft news, yang membutuhkan informasi lebih mendalam dan menyentuh. Contoh teras berita tidak langsung:
Sejak kecil, dia sudah bercita-cita menjadi seorang dokter. Namun, nasib berkata lain. Dia harus rela berhenti sekolah di bangku SMP, karena orang tuanya tidak mampu membiayainya. Tapi, dia tidak menyerah. Dia tetap berjuang untuk mewujudkan mimpinya. Dia adalah dr. Gamal Albinsaid, pendiri Rumah Sehat Berkah, sebuah klinik yang menerima sampah sebagai alat bayar2
- Teras berita pertanyaan (question lead). Teras berita yang menggunakan pertanyaan sebagai cara untuk menarik perhatian pembaca. Teras berita pertanyaan biasanya mengajukan pertanyaan yang menimbulkan rasa penasaran, heran, atau ingin tahu dari pembaca. Teras berita pertanyaan harus diikuti dengan jawaban atau penjelasan di badan berita. Contoh teras berita pertanyaan:
Apakah Anda pernah merasa kesulitan tidur di malam hari? Jika ya, Anda mungkin mengalami insomnia. Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk mulai tidur, tetap tidur, atau bangun terlalu cepat. Insomnia dapat mempengaruhi kualitas hidup, kesehatan, dan kinerja seseorang. Lalu, apa penyebab, gejala, dan cara mengatasi insomnia3
- Teras berita kutipan (quotation lead). Teras berita yang menggunakan kutipan atau ucapan dari sumber berita sebagai cara untuk menarik perhatian pembaca. Teras berita kutipan biasanya mengutip ucapan yang penting, menarik, kontroversial, atau berwibawa dari sumber berita. Teras berita kutipan harus diikuti dengan identitas dan latar belakang sumber berita. Contoh teras berita kutipan:
“Saya tidak akan mundur dari jabatan saya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Saya akan terus memperjuangkan hak-hak konstitusional saya dan partai saya. Saya tidak takut dengan ancaman, intimidasi, atau kriminalisasi yang dilakukan oleh kubu Moeldoko dan kawan-kawan.” Demikian pernyataan tegas yang disampaikan oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (5/7/2021)4
Cara Menulis Teras Berita
Menulis teras berita tidaklah mudah. Seorang wartawan atau jurnalis harus memiliki kemampuan untuk menentukan fakta terpenting atau paling menarik dari sebuah peristiwa, dan menyajikannya dalam bentuk kalimat yang singkat, padat, dan jelas. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam menulis teras berita:
- Tentukan sudut pandang berita. Sudut pandang berita adalah cara melihat atau menafsirkan sebuah peristiwa dari sudut tertentu. Sudut pandang berita dapat ditentukan berdasarkan unsur berita, sumber berita, latar belakang berita, atau tujuan berita. Sudut pandang berita akan mempengaruhi pemilihan fakta dan informasi yang akan disajikan dalam teras berita.
- Gunakan rumus 5W+1H. Rumus 5W+1H adalah rumus yang digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar dalam berita, yaitu siapa (who), apa (what), kapan (when), di mana (where), mengapa (why), dan bagaimana (how). Rumus 5W+1H dapat membantu Anda untuk menentukan fakta terpenting atau paling menarik dari sebuah peristiwa, dan menyusunnya dalam urutan yang logis dan sistematis.
- Pilih jenis teras berita yang sesuai. Pilih jenis teras berita yang sesuai dengan jenis, sifat, dan tujuan berita yang Anda tulis. Sesuaikan juga dengan gaya dan karakter media yang Anda gunakan. Misalnya, jika Anda menulis berita aktual, penting, atau mendesak, Anda dapat menggunakan teras berita langsung. Jika Anda menulis berita human interest, feature, atau soft news, Anda dapat menggunakan teras berita tidak langsung, pertanyaan, atau kutipan.
- Tulis dengan kalimat singkat, padat, dan jelas. Tulis teras berita dengan kalimat yang singkat, padat, dan jelas, agar mudah dipahami oleh pembaca. Hindari penggunaan kata-kata yang tidak perlu, berbelit-belit, atau ambigu. Gunakan kata-kata yang konkret, spesifik, dan bermakna. Jangan lupa untuk menggunakan tanda baca, ejaan, dan tata bahasa yang benar.
- Tarik perhatian dan minat pembaca. Tarik perhatian dan minat pembaca dengan menggunakan fakta yang unik, mengejutkan, menggugah, atau relevan dengan kepentingan khalayak. Anda dapat menggunakan teknik-teknik seperti menggunakan angka, statistik, data, fakta, atau bukti yang kuat, menggunakan kata-kata yang menimbulkan emosi, menggunakan pertanyaan retoris, menggunakan kutipan yang menarik, menggunakan analogi, perbandingan, atau metafora, atau menggunakan humor, ironi, atau sarkasme.
- Revisi dan edit teras berita. Revisi dan edit teras berita yang Anda tulis, agar lebih sempurna dan berkualitas. Periksa kembali apakah teras berita sudah sesuai dengan sudut pandang, rumus 5W+1H, jenis teras berita, dan kaidah jurnalistik. Periksa juga apakah teras berita sudah singkat, padat, jelas, dan menarik. Jika ada kesalahan, kekurangan, atau kelebihan, segera perbaiki dan sesuaikan.