Latar Belakang
Mercusuar dan olahraga adalah dua istilah yang sering dikaitkan dengan politik luar negeri Indonesia di era Soekarno. Politik mercusuar adalah politik yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perhatian dan pengaruh di dunia, khususnya di antara negara-negara baru merdeka atau sedang berjuang untuk kemerdekaan1. Politik olahraga adalah politik yang menggunakan olahraga sebagai sarana untuk menunjukkan eksistensi dan prestasi Indonesia, sekaligus sebagai bentuk protes terhadap diskriminasi dan dominasi negara-negara Barat2.
Politik mercusuar dan olahraga dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Keinginan Soekarno untuk memperkuat kedaulatan dan identitas nasional Indonesia di tengah ancaman neo-kolonialisme dan imperialisme1.
- Keinginan Soekarno untuk memainkan peran aktif dalam pergerakan dunia ketiga atau non-blok, yang berusaha untuk menjaga kemerdekaan dan netralitas dari pengaruh blok Barat (Amerika Serikat dan sekutunya) dan blok Timur (Uni Soviet dan sekutunya)1.
- Keinginan Soekarno untuk membangun solidaritas dan kerjasama dengan negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin, yang memiliki kesamaan nasib dan aspirasi sebagai negara-negara baru merdeka atau sedang berjuang untuk kemerdekaan1.
- Keinginan Soekarno untuk meningkatkan citra dan prestise Indonesia di mata dunia, khususnya di bidang olahraga, yang merupakan salah satu aspek kebudayaan yang dapat menunjukkan kemajuan suatu bangsa2.
Pelaksanaan
Politik mercusuar dan olahraga dilaksanakan oleh Soekarno melalui berbagai kegiatan dan inisiatif, antara lain:
- Menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955, yang merupakan pertemuan pertama antara para pemimpin negara-negara Asia dan Afrika, yang menghasilkan Deklarasi Bandung sebagai pedoman hubungan internasional bagi negara-negara baru merdeka atau sedang berjuang untuk kemerdekaan13.
- Menjadi salah satu pendiri Gerakan Non-Blok pada tahun 1961, yang merupakan organisasi internasional yang beranggotakan negara-negara yang tidak tergabung dalam blok Barat atau blok Timur, yang berusaha untuk menjaga kemerdekaan dan netralitas dari pengaruh kedua blok tersebut14.
- Menyelenggarakan Games of the New Emerging Forces (GANEFO) di Jakarta pada tahun 1963, yang merupakan pesta olahraga negara-negara baru merdeka atau sedang berjuang untuk kemerdekaan, yang bertujuan untuk menunjukkan solidaritas dan persaudaraan antara negara-negara tersebut, sekaligus sebagai bentuk protes terhadap Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang memberikan sanksi kepada Indonesia karena tidak mengundang Israel dan Taiwan dalam Asian Games IV tahun 19622 .
- Membangun Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada tahun 1962, yang merupakan stadion olahraga terbesar di Asia Tenggara saat itu, yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Asian Games IV tahun 1962 dan GANEFO tahun 1963, sekaligus sebagai simbol kemajuan dan prestasi Indonesia di bidang olahraga2 .
Dampak
Politik mercusuar dan olahraga memiliki dampak positif dan negatif bagi Indonesia, antara lain:
- Dampak positif:
- Meningkatkan peran dan pengaruh Indonesia di dunia, khususnya di antara negara-negara baru merdeka atau sedang berjuang untuk kemerdekaan1.
- Membangun solidaritas dan kerjasama dengan negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin, yang memiliki kesamaan nasib dan aspirasi sebagai negara-negara baru merdeka atau sedang berjuang untuk kemerdekaan1.
- Meningkatkan citra dan prestise Indonesia di mata dunia, khususnya di bidang olahraga, yang merupakan salah satu aspek kebudayaan yang dapat menunjukkan kemajuan suatu bangsa2.
- Dampak negatif:
- Menimbulkan konflik dan ketegangan dengan negara-negara Barat dan Timur, yang merasa terancam oleh politik mercusuar dan olahraga Indonesia, yang dianggap sebagai bentuk konfrontasi dan provokasi12.
- Menimbulkan masalah dan sanksi dari IOC, yang tidak mengakui GANEFO sebagai pesta olahraga resmi, dan melarang atlet-atlet yang berpartisipasi dalam GANEFO untuk ikut dalam Olimpiade Tokyo tahun 19642 .
- Menimbulkan beban dan kesulitan bagi perekonomian Indonesia, yang harus mengeluarkan biaya besar untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan politik mercusuar dan olahraga, sementara kondisi dalam negeri mengalami krisis dan ketimpangan12.
Kesimpulan
Mercusuar dan olahraga adalah dua istilah yang sering dikaitkan dengan politik luar negeri Indonesia di era Soekarno. Politik mercusuar adalah politik yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perhatian dan pengaruh di dunia, khususnya di antara negara-negara baru merdeka atau sedang berjuang untuk kemerdekaan. Politik olahraga adalah politik yang menggunakan olahraga sebagai sarana untuk menunjukkan eksistensi dan prestasi Indonesia, sekaligus sebagai bentuk protes terhadap diskriminasi dan dominasi negara-negara Barat. Politik mercusuar dan olahraga dilaksanakan oleh Soekarno melalui berbagai kegiatan dan inisiatif, seperti Konferensi Asia-Afrika, Gerakan Non-Blok, GANEFO, dan Stadion Gelora Bung Karno. Politik mercusuar dan olahraga memiliki dampak positif dan negatif bagi Indonesia, baik di bidang politik, ekonomi, maupun budaya.
Sumber:
(1) Materi Mercusuar And Olahraga Alur Cerita Mercusuar And Olahraga Lp …. https://www.zenius.net/materi-belajar/sejarah-indonesia-lp13352/indonesia-era-demokrasi-terpimpin-k13r-k12-kumer-fase-f-lp13938/mercusuar-and-olahraga%20%3E%20alur-cerita-mercusuar-and-olahraga-lp14281-lp14311/.
(2) Pahlawan Olahraga, Mercusuar Indonesia! – Kompas.com. https://www.kompas.com/sports/read/2021/11/10/11282258/pahlawan-olahraga-mercusuar-indonesia.
(3) Presiden Soekarno mengadakan pesta olahraga ini se… – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/question/presiden-soekarno-mengadakan-pesta-olahraga-ini-sebagai-salah-satu-bentuk-proyek-mercusuar_QU-MQGI0SAB.
(4) Sejarah Stadion Gelora Bung Karno terhadap Ambisi Soekarno – Kompasiana. https://www.kompasiana.com/galang339/6107f489152510655445df84/sejarah-stadion-gelora-bung-karno-terhadap-ambisi-soekarno.