Kerajaan Medang Kamulan merupakan salah satu kerajaan penting dalam sejarah Nusantara yang berperan signifikan dalam perkembangan budaya dan politik di Jawa pada abad ke-10 hingga ke-11 Masehi. Artikel ini akan membahas secara mendalam silsilah raja-raja yang memerintah Kerajaan Medang Kamulan, latar belakang sejarahnya, serta peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih ada hingga kini.
Latar Belakang Sejarah Kerajaan Medang Kamulan
Kerajaan Medang Kamulan didirikan oleh Mpu Sindok pada abad ke-10 Masehi setelah runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah. Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur, tepatnya di wilayah yang kini dikenal sebagai Jombang, dengan ibu kota bernama Watan Mas. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap bencana alam, seperti letusan Gunung Merapi, yang menghancurkan pusat pemerintahan sebelumnya.
Silsilah Raja-Raja Kerajaan Medang Kamulan
Berikut adalah daftar raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Medang Kamulan beserta penjelasan singkat mengenai masa pemerintahan dan kontribusi mereka:
1. Mpu Sindok (929–947 M)
Mpu Sindok adalah pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Medang Kamulan. Ia memerintah selama sekitar 18 tahun dan dikenal sebagai sosok bijaksana yang berhasil memulihkan stabilitas kerajaan setelah perpindahan ibu kota. Mpu Sindok juga mendirikan Dinasti Isyana, yang menjadi garis keturunan raja-raja Medang Kamulan selanjutnya.
2. Sri Isyana Tunggawijaya (947–985 M)
Setelah Mpu Sindok, tahta dilanjutkan oleh putrinya, Sri Isyana Tunggawijaya. Ia merupakan ratu pertama dan satu-satunya yang memerintah Kerajaan Medang Kamulan. Masa pemerintahannya ditandai dengan stabilitas politik dan perkembangan budaya yang signifikan.
3. Sri Makutawangsawardhana (985–990 M)
Sri Makutawangsawardhana adalah putra dari Sri Isyana Tunggawijaya. Masa pemerintahannya relatif singkat, namun ia dikenal sebagai raja yang menjaga hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan tetangga dan melanjutkan kebijakan-kebijakan pendahulunya.
4. Dharmawangsa Teguh (990–1016 M)
Dharmawangsa Teguh, cucu dari Mpu Sindok, dikenal sebagai raja yang ambisius dan berusaha memperluas wilayah kekuasaan Medang Kamulan. Ia melakukan ekspansi ke wilayah Sumatra dan berusaha menyaingi dominasi Kerajaan Sriwijaya dalam perdagangan maritim. Namun, upayanya berujung pada konflik dengan Sriwijaya, yang akhirnya menyebabkan serangan balik dan runtuhnya istana Medang Kamulan pada tahun 1016 M, peristiwa yang dikenal sebagai “Pralaya Medang”.
5. Airlangga (1019–1042 M)
Setelah kehancuran istana Medang Kamulan, Airlangga, yang merupakan menantu Dharmawangsa Teguh dan putra dari Raja Udayana di Bali, berhasil memulihkan kerajaan. Ia memerintah dengan bijaksana dan berhasil memulihkan stabilitas serta kemakmuran kerajaan. Pada akhir masa pemerintahannya, Airlangga membagi kerajaan menjadi dua untuk menghindari konflik suksesi, yang kemudian dikenal sebagai Kerajaan Janggala dan Kerajaan Kediri.
Peninggalan Bersejarah Kerajaan Medang Kamulan
Kerajaan Medang Kamulan meninggalkan berbagai peninggalan bersejarah yang menjadi saksi kejayaannya. Beberapa di antaranya adalah:
1. Prasasti Anjuk Ladang
Prasasti ini ditemukan di Nganjuk, Jawa Timur, dan berisi informasi mengenai pemberian status swatantra (otonomi) kepada daerah Anjuk Ladang sebagai penghargaan atas jasa penduduknya dalam membantu kerajaan.
2. Prasasti Pucangan
Ditemukan di Gunung Penanggungan, prasasti ini berisi silsilah raja-raja Dinasti Isyana dan catatan mengenai peristiwa penting selama masa pemerintahan Airlangga.
3. Candi Lor
Terletak di Nganjuk, candi ini dibangun sebagai tanda penetapan area Anjuk Ladang sebagai daerah swatantra. Di situs ini juga ditemukan Prasasti Anjuk Ladang.