Menu Tutup

Mengapa Kerajaan Singasari Termasuk Kerajaan Maritim di Nusantara

Kerajaan Singasari, yang berdiri pada abad ke-13 di Jawa Timur, Indonesia, sering dikategorikan sebagai kerajaan maritim. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang menunjukkan keterlibatan aktif kerajaan ini dalam aktivitas kelautan dan perdagangan maritim.

Lokasi Geografis yang Strategis

Kerajaan Singasari berpusat di daerah Tumapel, yang kini dikenal sebagai Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Meskipun tidak terletak langsung di pesisir, Singasari memiliki akses ke pelabuhan penting seperti Pasuruan, yang memungkinkan koneksi langsung ke jalur perdagangan laut. Akses ini memfasilitasi interaksi dengan kerajaan lain dan pusat perdagangan di Nusantara.

Kebijakan Ekspansi Maritim

Di bawah pemerintahan Raja Kertanegara, Singasari mengadopsi kebijakan ekspansi maritim yang dikenal sebagai “Cakrawala Mandala Dwipantara”. Kebijakan ini bertujuan untuk menyatukan pulau-pulau di Nusantara di bawah kekuasaan Singasari, dengan pandangan bahwa laut adalah pemersatu wilayah, bukan pemisah. Implementasi kebijakan ini terlihat dalam ekspedisi-ekspedisi seperti Ekspedisi Pamalayu ke Sumatra dan Ekspedisi ke Bali, yang menunjukkan ambisi maritim Singasari.

Penguasaan Jalur Perdagangan Laut

Singasari berupaya menguasai jalur perdagangan laut yang vital di Asia Tenggara. Ekspedisi Pamalayu, misalnya, bertujuan untuk menguasai Kerajaan Melayu di Sumatra, yang merupakan pusat perdagangan penting. Dengan menguasai wilayah ini, Singasari dapat mengontrol jalur perdagangan di Selat Malaka, yang merupakan jalur utama perdagangan antara India dan Tiongkok.

Pembangunan Armada Laut yang Kuat

Untuk mendukung ekspansi dan kontrol maritim, Singasari membangun armada laut yang kuat. Armada ini tidak hanya digunakan untuk ekspedisi militer, tetapi juga untuk melindungi jalur perdagangan dan memastikan keamanan laut di wilayah kekuasaannya. Kekuatan maritim ini memungkinkan Singasari untuk menegakkan kekuasaannya di wilayah-wilayah maritim dan memastikan dominasi di perairan Nusantara.

Kesimpulan

Berdasarkan faktor-faktor di atas, jelas bahwa Kerajaan Singasari memiliki karakteristik sebagai kerajaan maritim. Kebijakan ekspansi maritim, penguasaan jalur perdagangan laut, dan pembangunan armada laut yang kuat menunjukkan bahwa Singasari tidak hanya berfokus pada daratan, tetapi juga memiliki orientasi maritim yang signifikan.

Posted in Sejarah

Artikel Lainnya