Kerajaan Singasari, yang berdiri pada tahun 1222 M di Jawa Timur, merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang berpengaruh di Nusantara. Didirikan oleh Ken Arok, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Raja Kertanegara. Artikel ini akan membahas secara mendalam kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya Kerajaan Singasari.
Sejarah Singkat Kerajaan Singasari
Awal mula Kerajaan Singasari tidak lepas dari ambisi Ken Arok, seorang pengawal Tunggul Ametung, akuwu Tumapel. Setelah membunuh Tunggul Ametung dan menikahi istrinya, Ken Dedes, Ken Arok mengambil alih kekuasaan Tumapel. Dengan dukungan para Brahmana yang berselisih dengan Raja Kertajaya dari Kediri, Ken Arok berhasil mengalahkan Kediri dalam pertempuran di Desa Ganter pada tahun 1222 M. Kemenangan ini menandai berdirinya Kerajaan Singasari dengan Ken Arok sebagai raja pertamanya.
Kehidupan Politik
Struktur Pemerintahan
Kerajaan Singasari menerapkan sistem pemerintahan monarki dengan raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Raja dibantu oleh para pejabat kerajaan yang bertanggung jawab atas berbagai urusan pemerintahan. Pada masa pemerintahan Kertanegara, struktur pemerintahan diperkuat dengan penunjukan pejabat yang kompeten sesuai bidangnya, serta penggantian pejabat yang kurang berkualitas.
Ekspansi Wilayah
Di bawah kepemimpinan Kertanegara, Kerajaan Singasari melakukan ekspansi wilayah yang signifikan. Melalui Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275 M, Singasari berhasil menguasai Kerajaan Melayu di Sumatera. Selain itu, wilayah kekuasaan Singasari meluas hingga mencakup Bali, Madura, Kalimantan, Sulawesi, dan Semenanjung Malaya.
Kehidupan Ekonomi
Pertanian
Letak geografis Singasari yang berada di lembah Sungai Brantas memberikan keuntungan dalam sektor pertanian. Tanah yang subur memungkinkan masyarakat untuk bercocok tanam padi dan tanaman lainnya. Pertanian menjadi tulang punggung perekonomian kerajaan, dengan hasil bumi yang melimpah.
Perdagangan
Selain pertanian, perdagangan juga memainkan peran penting dalam perekonomian Singasari. Sungai Brantas berfungsi sebagai jalur transportasi utama yang menghubungkan berbagai daerah. Hal ini memfasilitasi perdagangan antardaerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kehidupan Sosial
Stratifikasi Sosial
Masyarakat Singasari terbagi dalam beberapa lapisan sosial. Lapisan tertinggi adalah keluarga kerajaan dan bangsawan, diikuti oleh para Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Setiap lapisan memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dalam kehidupan sosial dan ekonomi kerajaan.
Kehidupan Keagamaan
Kerajaan Singasari menganut agama Hindu-Buddha. Raja Kertanegara dikenal sebagai penganut ajaran Tantrayana dan berupaya menyatukan ajaran Hindu dan Buddha dalam pemerintahannya. Hal ini tercermin dalam berbagai peninggalan candi dan arca yang menggabungkan unsur kedua agama tersebut.
Kehidupan Budaya
Seni dan Arsitektur
Kebudayaan Singasari mencapai puncaknya dalam bidang seni dan arsitektur. Peninggalan seperti Candi Singasari, Candi Jago, dan Candi Kidal menunjukkan keahlian masyarakat dalam seni pahat dan arsitektur. Arca Prajnaparamita yang ditemukan di dekat Candi Singasari dianggap sebagai salah satu karya seni terbaik dari periode ini.
Sastra
Meskipun tidak banyak catatan sastra yang tersisa dari masa Singasari, diketahui bahwa kerajaan ini memiliki tradisi sastra yang kuat. Kitab Pararaton dan Negarakertagama, meskipun ditulis pada masa Majapahit, memuat informasi penting tentang sejarah dan kehidupan Kerajaan Singasari.
Masa Kejayaan dan Keruntuhan
Puncak Kejayaan
Masa kejayaan Kerajaan Singasari terjadi pada masa pemerintahan Kertanegara (1268-1292 M). Di bawah kepemimpinannya, Singasari berhasil memperluas wilayah kekuasaan dan menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan lain di Asia Tenggara.
Keruntuhan
Kerajaan Singasari mengalami keruntuhan pada tahun 1292 M akibat serangan Jayakatwang, penguasa Kediri. Jayakatwang berhasil membunuh Kertanegara dan merebut kekuasaan. Peristiwa ini menandai berakhirnya Kerajaan Singasari dan menjadi awal berdirinya Kerajaan Majapahit oleh Raden Wijaya, menantu Kertanegara.
Peninggalan Kerajaan Singasari
Beberapa peninggalan penting dari Kerajaan Singasari antara lain:
- Candi Singasari: Terletak di Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang, candi ini dibangun untuk menghormati Raja Kertanegara.
- Candi Jago: Berlokasi di Desa Tumpang, Kabupaten Malang, candi ini dibangun sebagai penghormatan kepada Raja Wisnuwardhana.
- Candi Kidal: Terletak di Desa Rejokidal, Kabupaten Malang, candi ini dibangun untuk menghormati Raja Anusapati.
- Arca Prajnaparamita: Arca ini ditemukan di dekat Candi Singasari dan dianggap sebagai perwujudan Ken Dedes.
Peninggalan-peninggalan ini menjadi bukti kejayaan dan kekayaan budaya Kerajaan Singasari yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini.