Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) adalah salah satu program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. ANBK dilaksanakan dengan menggunakan komputer atau perangkat elektronik lainnya yang terhubung dengan server pusat. ANBK bertujuan untuk memotret input, proses, dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan, baik sekolah, madrasah, maupun program kesetaraan12.
Jenis dan Bentuk ANBK
ANBK terdiri dari tiga jenis instrumen, yaitu:
- Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid. AKM dilaksanakan untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK.
- Survei Karakter (SK), yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. SK dilaksanakan untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK.
- Survei Lingkungan Belajar (SLB), yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan. SLB dilaksanakan untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, PKBM/SKB, Ponpes, dan SLB1.
Bentuk soal ANBK berupa pilihan ganda dengan empat atau lima pilihan jawaban. Soal ANBK disusun berdasarkan kisi-kisi yang telah ditetapkan oleh Kemdikbud. Soal ANBK bersifat rahasia dan tidak boleh disebarluaskan34.
Prosedur Pelaksanaan ANBK
Prosedur pelaksanaan ANBK meliputi beberapa tahapan, yaitu:
- Persiapan pelaksanaan ANBK, yang meliputi pengisian data sekolah/madrasah/program kesetaraan di aplikasi Dapodikdasmen/Dapodikmen/Dapodik PAUDNI; pengisian data peserta didik di aplikasi Dapodikdasmen/Dapodikmen/Dapodik PAUDNI; pengisian data peserta didik di aplikasi PMP; pengisian data peserta didik di aplikasi CBT; penyiapan sarana dan prasarana pelaksanaan ANBK; penyiapan sumber daya manusia pelaksanaan ANBK; penyiapan bahan ujian ANBK; penyiapan server lokal dan sinkronisasi data dengan server pusat1.
- Pelaksanaan ANBK, yang meliputi pemberian kode akses ujian kepada peserta didik; pengawasan pelaksanaan ujian oleh pengawas internal dan eksternal; pemantauan pelaksanaan ujian oleh tim monitoring pusat dan daerah; penyelesaian masalah teknis yang mungkin terjadi selama ujian1.
- Pasca pelaksanaan ANBK, yang meliputi pengiriman hasil ujian ke server pusat; evaluasi pelaksanaan ujian oleh satuan pendidikan dan tim monitoring; penyampaian laporan hasil ujian kepada satuan pendidikan dan publik1.
Manfaat ANBK
ANBK memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Memberikan gambaran tentang kompetensi minimum dan karakter peserta didik secara nasional.
- Memberikan umpan balik kepada satuan pendidikan tentang kualitas input, proses, dan output pembelajaran.
- Memberikan informasi kepada pemerintah tentang kebijakan dan program pendidikan yang perlu ditingkatkan atau dikembangkan.
- Memberikan data yang valid dan reliabel untuk penelitian dan pengembangan pendidikan.
- Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
- Mendorong budaya belajar yang mandiri, kritis, kreatif, dan kolaboratif12.