Menu Tutup

Ruang Lingkup Sejarah, Apa Saja?

Sejarah adalah salah satu bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau yang berkaitan dengan kehidupan manusia dan hubungannya dengan lingkungan. Sejarah juga merupakan suatu kisah atau cerita yang menggambarkan bagaimana manusia menciptakan, mengalami, dan menginterpretasikan peristiwa-peristiwa tersebut. Sejarah memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, seperti sebagai peneguh hati, pengajaran, peringatan, sumber kebenaran, dan inspirasi untuk masa depan.

Secara praktis, sejarah memiliki empat ruang lingkup sejarah, yaitu sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah, sejarah sebagai ilmu, dan sejarah sebagai seni. Setiap ruang lingkup sejarah tersebut memiliki pengertian, ciri-ciri, dan contohnya masing-masing. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap tentang ruang lingkup sejarah:

Sejarah sebagai Peristiwa

Sejarah sebagai peristiwa adalah ruang lingkup sejarah yang mengacu pada kejadian atau fenomena yang nyata, faktual, dan penting yang terjadi di masa lampau dan melibatkan kehidupan manusia dan relasinya. Peristiwa sejarah harus dapat dikaji secara mendalam dan berurutan, mulai dari penyebab hingga akibat yang ditimbulkannya. Peristiwa sejarah memiliki ciri-ciri abadi dan unik, yaitu hanya terjadi sekali dalam waktu tertentu dan tidak dapat terulang kembali. Peristiwa sejarah juga memiliki pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat luas.

Contoh peristiwa sejarah adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 19451, Perang Dunia I dan II2, Revolusi Prancis pada 17893, Runtuhnya Tembok Berlin pada 19894, dan lain-lain.

Sejarah sebagai Kisah

Sejarah sebagai kisah adalah ruang lingkup sejarah yang mengacu pada cara penyajian atau pengungkapan peristiwa sejarah dalam bentuk narasi atau cerita. Kisah sejarah dapat bersifat lisan atau tertulis, fiktif atau non-fiktif, objektif atau subjektif. Kisah sejarah harus dapat menarik minat pembaca atau pendengar, memberikan informasi yang akurat dan relevan, serta memberikan interpretasi atau pesan yang bermakna. Kisah sejarah memiliki ciri-ciri dinamis dan kreatif, yaitu dapat berubah-ubah sesuai dengan sudut pandang, tujuan, dan gaya penulis atau penyampai. Kisah sejarah juga memiliki nilai estetika dan edukatif bagi masyarakat.

Contoh kisah sejarah adalah Naskah Nagarakretagama karya Mpu Prapanca, Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, Film Schindler’s List karya Steven Spielberg, Podcast Serial karya Sarah Koenig, dan lain-lain.

Sejarah sebagai Ilmu

Sejarah sebagai ilmu adalah ruang lingkup sejarah yang mengacu pada proses penelitian atau penyelidikan tentang peristiwa sejarah dengan menggunakan metode ilmiah. Ilmu sejarah harus dapat memenuhi kriteria validitas, reliabilitas, objektivitas, dan verifikasi. Ilmu sejarah harus dapat menjelaskan secara rasional dan sistematis tentang apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana peristiwa sejarah terjadi. Ilmu sejarah memiliki ciri-ciri empiris dan teoritis, yaitu berdasarkan pada data atau fakta yang dapat diamati dan diuji serta didukung oleh teori atau konsep yang dapat menjelaskan fenomena tersebut. Ilmu sejarah juga memiliki fungsi kognitif dan kritis bagi masyarakat.

Contoh ilmu sejarah adalah Arkeologi, Paleontologi, Antropologi, Sosiologi, Ekonomi, Politik, Budaya, dan lain-lain.

Sejarah sebagai Seni

Sejarah sebagai seni adalah ruang lingkup sejarah yang mengacu pada hasil karya atau produk yang dibuat oleh manusia dengan menginspirasi atau merefleksikan peristiwa sejarah. Seni sejarah harus dapat mengekspresikan perasaan, imajinasi, atau pandangan tentang peristiwa sejarah dengan menggunakan media atau teknik tertentu. Seni sejarah harus dapat memberikan kesan atau pengalaman yang indah dan menyenangkan bagi penikmatnya. Seni sejarah memiliki ciri-ciri subjektif dan artistik, yaitu bergantung pada kebebasan, kreativitas, dan kemampuan seniman dalam menciptakan karyanya. Seni sejarah juga memiliki nilai-nilai moral dan spiritual bagi masyarakat.

Contoh seni sejarah adalah Lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci, Patung Liberty karya Frédéric Auguste Bartholdi, Gedung Borobudur di Jawa Tengah, Lagu Imagine karya John Lennon, dan lain-lain.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya