Kesultanan Demak, sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, meninggalkan berbagai peninggalan bersejarah yang masih dapat dikunjungi hingga saat ini. Berikut adalah beberapa situs penting yang menjadi saksi kejayaan Kesultanan Demak:
- Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak didirikan pada tahun 1479 Masehi oleh Raden Patah bersama Wali Songo. Masjid ini terletak di Desa Kauman, Demak, Jawa Tengah, dan menjadi pusat penyebaran Islam pada masanya. Arsitektur masjid ini khas dengan atap limas bersusun tiga dan empat tiang utama yang disebut Soko Guru, yang konon dibuat oleh para wali. Masjid ini masih berfungsi sebagai tempat ibadah dan menjadi destinasi wisata religi yang populer.
- Makam Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa, dimakamkan di Desa Kadilangu, Demak. Makam ini menjadi tempat ziarah bagi banyak umat Muslim dan menjadi bukti nyata peran Kesultanan Demak dalam penyebaran Islam.
- Pintu Bledeg
Pintu Bledeg, atau Pintu Petir, adalah pintu utama Masjid Agung Demak yang dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466. Pintu ini dihiasi dengan ukiran khas dan memiliki nilai historis tinggi. Saat ini, Pintu Bledeg disimpan di museum dalam kompleks Masjid Agung Demak untuk menjaga keutuhannya.
- Dampar Kencana
Dampar Kencana adalah singgasana yang digunakan oleh para sultan Demak. Singgasana ini kini disimpan di museum Masjid Agung Demak dan menjadi salah satu artefak penting yang menunjukkan kemegahan Kesultanan Demak pada masanya.
- Situs Kolam Wudhu
Situs Kolam Wudhu merupakan kolam yang digunakan untuk berwudhu sebelum melaksanakan salat di Masjid Agung Demak. Kolam ini masih ada hingga kini dan menjadi bagian dari kompleks masjid yang dapat dikunjungi oleh wisatawan.
Peran Kesultanan Demak dalam Menyatukan Tanah Jawa
Kesultanan Demak tidak hanya berperan sebagai pusat penyebaran Islam, tetapi juga memiliki peran signifikan dalam menyatukan wilayah-wilayah di Pulau Jawa.
- Ekspansi Wilayah
Di bawah kepemimpinan Sultan Trenggana, Kesultanan Demak melakukan ekspansi ke wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat. Beberapa daerah seperti Surabaya, Pasuruan, dan Tuban berhasil ditaklukkan, sehingga memperluas pengaruh Demak di Pulau Jawa.
- Penyebaran Islam
Dengan dukungan Wali Songo, Kesultanan Demak aktif menyebarkan ajaran Islam ke berbagai wilayah di Jawa. Melalui pendekatan budaya dan seni, Islam diterima oleh masyarakat Jawa, yang sebelumnya menganut Hindu-Buddha.
- Perlawanan terhadap Portugis
Kesultanan Demak juga berperan dalam melawan kekuatan kolonial Portugis yang berusaha menguasai Malaka dan wilayah sekitarnya. Pati Unus, sultan kedua Demak, memimpin ekspedisi militer untuk menentang dominasi Portugis di wilayah tersebut.
Melalui peran-peran tersebut, Kesultanan Demak berhasil menyatukan berbagai wilayah di Pulau Jawa di bawah satu kekuasaan dan menyebarkan ajaran Islam secara luas, meninggalkan warisan budaya dan sejarah yang masih dapat kita saksikan hingga hari ini.