Asia adalah benua terbesar dan terpadat di dunia, yang mencakup berbagai macam iklim, geografi, dan budaya. Asia juga merupakan tempat tinggal bagi beberapa jenis manusia purba yang berbeda, yang muncul dan berkembang sejak jutaan tahun lalu. Manusia purba adalah manusia yang hidup sebelum adanya sejarah tertulis, yang dapat ditelusuri melalui fosil-fosil dan peninggalan artefak mereka. Manusia purba di Asia memiliki keunikan masing-masing dalam pola perilaku maupun cara beradaptasi dengan lingkungan. Artikel ini akan membahas tentang asal, ciri, dan peradaban dari beberapa manusia purba di Asia, yaitu:
Sinantropus Pekinensis
Sinantropus Pekinensis adalah salah satu jenis manusia purba yang ditemukan di Asia, khususnya di China. Fosil Sinantropus Pekinensis pertama kali ditemukan oleh Prof. Devidson Black pada tahun 1927 di gua dekat Chou-Kou-Tien1. Fosil ini menunjukkan adanya persamaan dengan Pithecanthropus Erectus, yang merupakan manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Ciri-ciri Sinantropus Pekinensis adalah sebagai berikut:
- Kapasitas otak sekitar 1000 cc
- Memiliki tengkorak yang pipih pada wajah
- Tinggi badan sekitar 165-180 cm
- Langit-langit mulut besar
- Gigi modern (taring dan geraham besar)
Sinantropus Pekinensis hidup sekitar 500.000 tahun lalu dan merupakan pemburu dan pengumpul makanan. Mereka juga menggunakan alat-alat batu sederhana untuk membantu kegiatan mereka.
Sinantropus Lantianensis
Sinantropus Lantianensis adalah jenis manusia purba lainnya yang ditemukan di China, tepatnya di Lantian, China Selatan. Fosil Sinantropus Lantianensis ditemukan oleh Woo Jung Kang pada tahun 19632. Fosil ini diduga hidup satu masa dengan Pithecanthropus Mojokertensis, yang merupakan manusia purba yang ditemukan di Jawa Timur. Ciri-ciri Sinantropus Lantianensis adalah sebagai berikut:
- Ukuran tubuh lebih kecil daripada Homo Erectus
- Pipi lebar dan menonjol, mulut menjorok ke depan
- Dahi datar, penyusutan pada gigi, rahang dan tulang mengunyah
- Volume otak sekitar 780 cc
- Lengan pendek, yang menandakan keahlian memanjat sudah hilang
Sinantropus Lantianensis hidup sekitar 1,15 juta tahun lalu dan merupakan salah satu manusia purba tertua yang ditemukan di China. Mereka juga menggunakan alat-alat batu untuk berburu dan mengumpulkan makanan.
Homo Luzonensis
Homo Luzonensis adalah jenis manusia purba yang ditemukan di Filipina, tepatnya di gua Callao, Luzon. Fosil Homo Luzonensis ditemukan oleh Armand Salvador Mijares pada tahun 20193. Fosil ini memiliki kesamaan ciri-ciri dengan Homo Florensiensis, Homo Erectus, dan Australopithecus. Ciri-ciri Homo Luzonensis adalah sebagai berikut:
- Hidup sekitar 67.000 tahun lalu
- Memiliki tubuh mungil seperti Homo Florensiensis
- Hidup di gua
- Memiliki gigi kecil tapi rahang kuat
- Memiliki jari kaki panjang yang cocok untuk memanjat
Homo Luzonensis merupakan salah satu manusia purba terbaru yang ditemukan di Asia. Mereka juga memiliki kemampuan membuat alat-alat batu untuk berburu dan mengolah makanan.
Homo Erectus
Homo Erectus adalah jenis manusia purba yang paling luas penyebarannya di Asia. Homo Erectus diyakini berasal dari Afrika dan mulai menyebar ke Eurasia sekitar 1,8 juta tahun lalu4. Homo Erectus di Asia memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Volume otak sekitar 1000 cc
- Hidup berkelompok dan berburu binatang besar
- Mampu mengendalikan api dan memasak makanan
- Membuat alat-alat batu yang lebih canggih dan bervariasi
- Memiliki postur tubuh yang tegap dan tinggi
Homo Erectus di Asia hidup hingga sekitar 40.000 tahun lalu dan merupakan nenek moyang dari manusia modern di Asia. Mereka juga memiliki kemampuan berbicara dan berkomunikasi dengan sesamanya.
Kesimpulan
Manusia purba di Asia merupakan kelompok manusia yang memiliki kekayaan dan keragaman dalam hal asal, ciri, dan peradaban. Mereka menunjukkan bagaimana manusia dapat beradaptasi dan berkembang sesuai dengan kondisi lingkungan dan sumber daya yang tersedia. Manusia purba di Asia juga memberikan bukti-bukti tentang evolusi dan sejarah manusia di benua ini. Dengan mengetahui tentang manusia purba di Asia, kita dapat lebih menghargai dan memahami warisan budaya dan genetik yang kita miliki saat ini.
Sumber:
(1) Manusia Purba di Asia – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2022/11/16/073000569/manusia-purba-di-asia.
(2) Manusia Purba di Asia dan Eropa – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/07/150901969/manusia-purba-di-asia-dan-eropa.
(3) Apa perbedaan manusia purba di Afrika, Eropa, dan Asia? – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/question/apa-perbedaan-manusia-purba-di-afrika-eropa-dan-asia-_QU-ZX6X8Z1L.
(4) Mengapa Manusia Purba Tertua Banyak Ditemukan di Afrika? – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2022/01/31/140000379/mengapa-manusia-purba-tertua-banyak-ditemukan-di-afrika-?page=all.
(5) Prasejarah Asia – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Prasejarah_Asia.