Permainan tradisional adalah permainan yang berasal dari budaya masyarakat setempat dan turun-temurun dimainkan oleh anak-anak. Permainan tradisional di Indonesia sangat beragam dan kaya akan nilai-nilai positif, seperti kekompakan, kebersamaan, gotong royong, kreativitas dan kesehatan. Sayangnya, permainan tradisional semakin jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang yang lebih menyukai permainan modern berbasis elektronik. Padahal, permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu dilestarikan.
Macam-Macam Permainan Tradisional
Berikut ini adalah beberapa macam permainan tradisional yang ada di Indonesia beserta daerah asalnya dan cara memainkannya.
- Hompimpa Alaium Gambreng: Permainan ini berasal dari Jawa Tengah dan biasanya dimainkan untuk menentukan siapa yang menjadi pemain pertama dalam permainan lain. Caranya adalah dengan menunjukkan telapak tangan depan atau belakang secara bersamaan. Siapa yang jumlahnya paling sedikit di antara mayoritas, maka ia yang kalah dan harus mengawali permainan1.
- Batu, Kertas, Gunting: Permainan ini berasal dari Jawa Barat dan dimainkan oleh dua orang. Caranya adalah dengan membentuk salah satu dari tiga bentuk (batu, kertas atau gunting) dengan tangan secara bersamaan. Pemenangnya ditentukan dengan aturan: batu menghancurkan gunting, gunting memotong kertas, kertas menutupi batu1.
- Gasing: Permainan ini berasal dari Jawa Tengah dan dimainkan oleh anak laki-laki berumur 7-17 tahun. Alat yang digunakan adalah gasing yang terbuat dari kayu dan dibentuk sedemikian rupa sehingga bagian tajamnya berada di bawah. Caranya adalah dengan memutar gasing dengan tali dan melemparkannya ke tanah. Gasing yang paling lama berputar adalah pemenangnya1.
- Congklak: Permainan ini berasal dari Sulawesi Selatan dan dimainkan oleh dua orang atau dua kelompok. Alat yang digunakan adalah papan congklak yang memiliki 10-18 lubang kecil dan dua lubang besar di ujungnya. Lubang-lubang kecil disebut daerah atau rumah, sedangkan lubang besar disebut lumbung atau gudang. Selain itu, juga dibutuhkan biji congklak yang bisa berupa kerikil, biji saga atau kelereng. Caranya adalah dengan mengambil biji congklak dari salah satu lubang kecil di daerah sendiri dan memasukkannya ke lubang-lubang lain secara berurutan searah jarum jam. Jika biji congklak habis di lubang besar sendiri, maka pemain mendapat kesempatan untuk melanjutkan permainan. Jika biji congklak habis di lubang kecil milik lawan yang kosong, maka pemain mendapat biji congklak milik lawan yang ada di lubang kecil seberangnya. Pemenangnya adalah pemain yang berhasil mengumpulkan biji congklak paling banyak di lubang besar miliknya12.
- Egrang: Permainan ini berasal dari Jawa Barat dan dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan. Alat yang digunakan adalah egrang yang terbuat dari bambu atau kayu dengan dua kaki penyangga di bawahnya. Caranya adalah dengan berdiri di atas egrang dan berjalan atau berlari dengan mengayunkan kaki penyangga menggunakan tangan. Pemenangnya adalah pemain yang bisa mencapai garis finish terlebih dahulu tanpa jatuh dari egrang2.
- Layang-Layang: Permainan ini berasal dari Jawa Timur dan dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan. Alat yang digunakan adalah layang-layang yang terbuat dari kertas, bambu dan benang. Caranya adalah dengan menerbangkan layang-layang dengan bantuan angin dan mengendalikannya dengan benang. Pemain bisa beradu layang-layang dengan pemain lain dengan cara menarik atau memotong benang lawan. Pemenangnya adalah pemain yang bisa menjaga layang-layangnya tetap di udara dan mengalahkan lawan-lawannya23.
Cara melesatarikan permainan tradisional
Cara melestarikan permainan tradisional adalah sebagai berikut:
- Memperkenalkan permainan tradisional pada generasi muda. Kita bisa mengenalkan permainan tradisional melalui kegiatan-kegiatan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal. Kita bisa mengadakan lomba permainan tradisional dengan hadiah menarik, atau mengadakan workshop tentang permainan tradisional untuk menjelaskan setiap peraturan dan cara memainkannya12.
- Tetap memainkan permainan tradisional. Kita bisa tetap memainkan permainan tradisional bersama teman-teman dan mengunggahnya ke media sosial agar dapat dikenal banyak orang. Kita juga bisa beradu keterampilan dengan pemain lain dari daerah yang berbeda1.
- Membangun komunitas pecinta permainan tradisional. Kita bisa membangun komunitas di lingkungan masyarakat yang memiliki minat dan kepedulian terhadap permainan tradisional. Kita bisa berbagi informasi, pengalaman, dan saran tentang permainan tradisional. Kita juga bisa mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan permainan tradisional, seperti pameran, festival, atau seminar3.
Sumber:
(1) 43 Permainan Tradisional dan Daerah Asalnya Serta Penjelasan. https://perpustakaan.id/permainan-tradisional/.
(2) 10 Permainan Tradisional Indonesia dan Cara Memainkannya. https://katadata.co.id/redaksi/berita/612cd7fac4aee/10-permainan-tradisional-indonesia-dan-cara-memainkannya.
(3) 20 Macam Permainan Tradisional Indonesia yang Perlu Dilestarikan, Ingat …. https://www.liputan6.com/hot/read/4622861/20-macam-permainan-tradisional-indonesia-yang-perlu-dilestarikan-ingat-masa-kecil.
(4) 16 Permainan Tradisional Indonesia yang Seru, Kreatif … – Tokopedia. https://www.tokopedia.com/blog/permainan-tradisional-asli-indonesia/.