Menu Tutup

Manusia purba Afrika: Asal-usul dan Perkembangannya

Afrika adalah benua yang dianggap sebagai tempat asal-usul manusia modern. Banyak fosil manusia purba yang ditemukan di berbagai wilayah Afrika, yang menunjukkan bahwa benua ini merupakan pusat evolusi manusia. Manusia purba Afrika memiliki berbagai jenis dan ciri-ciri fisik yang berbeda-beda, tergantung pada masa hidup dan lingkungan mereka. Artikel ini akan membahas beberapa jenis manusia purba Afrika dan ciri-cirinya, serta teori tentang asal-usul dan persebaran manusia modern dari Afrika.

Jenis-jenis Manusia Purba Afrika

Manusia purba Afrika adalah kelompok hominid, yaitu makhluk mirip manusia yang menyimpang dari primata lain antara 2,5 hingga 4 juta tahun lalu. Hominid terdiri dari beberapa spesies, yang dapat dibedakan berdasarkan bentuk tengkorak, ukuran otak, postur tubuh, alat-alat yang digunakan, dan perilaku sosial. Berikut adalah beberapa jenis manusia purba Afrika yang paling dikenal:

  • Ardipithecus ramidus: Manusia purba ini ditemukan di Ethiopia pada tahun 1994 oleh Tim D. White, Gen Suwa, dan Berhane Asfaw1. Ardipithecus ramidus hidup sekitar 4,5 juta tahun lalu dan memiliki berat badan rata-rata 50 kilogram, tinggi 120 cm, rahang menonjol, gigi taring bagian bawah lebih besar, dan masih menggunakan batu kasar1. Ardipithecus ramidus juga memiliki tulang hyoid yang berfungsi untuk berbicara1.
  • Australopithecus anamensis: Manusia purba ini ditemukan di Kenya pada tahun 1995 oleh tim peneliti dari Universitas Harvard2. Australopithecus anamensis adalah spesies Australopithecus tertua yang hidup sekitar 4,2 hingga 3,8 juta tahun lalu2. Manusia purba ini memiliki ciri-ciri bipedal (berjalan dengan dua kaki), pandai memanjat, wajah menonjol, panjang lengan 265-277 milimeter, kapasitas tengkorak 365-370 cc, bagian rahang agak lebar dan rata, dan diameter liang telinga sempit2.
  • Australopithecus afarensis: Manusia purba ini ditemukan di Ethiopia pada tahun 1974 oleh Donald Johanson dan Tom Gray3. Australopithecus afarensis hidup sekitar 3,9 hingga 2,9 juta tahun lalu dan merupakan salah satu spesies hominid paling terkenal karena fosilnya yang diberi nama Lucy3. Manusia purba ini memiliki ciri-ciri tinggi antara 107 hingga 152 cm, berat antara 29 hingga 45 kg, kapasitas tengkorak antara 380 hingga 430 cc, wajah menonjol dengan rahang besar dan gigi taring kecil, otot-otot kuat untuk memanjat pohon, dan bipedal3.
  • Australopithecus africanus: Manusia purba ini ditemukan di Afrika Selatan pada tahun 1924 oleh Raymond Dart4. Australopithecus africanus hidup sekitar 3,3 hingga 2 juta tahun lalu dan merupakan spesies pertama yang diakui sebagai leluhur manusia modern4. Manusia purba ini memiliki ciri-ciri tinggi antara 110 hingga 140 cm, berat antara 30 hingga 50 kg, kapasitas tengkorak antara 420 hingga 500 cc, wajah menonjol dengan dagu kecil dan gigi taring kecil, otak lebih besar daripada Australopithecus afarensis, dan bipedal4.
  • Homo ergaster: Manusia purba ini ditemukan di Kenya pada tahun 1975 oleh Richard Leakey5. Homo ergaster hidup sekitar 1,9 hingga 1,4 juta tahun lalu dan merupakan spesies Homo pertama yang meninggalkan Afrika5. Manusia purba ini memiliki ciri-ciri tinggi antara 160 hingga 185 cm, berat antara 50 hingga 68 kg, kapasitas tengkorak antara 700 hingga 850 cc, wajah lebih datar dengan alis kecil dan hidung menonjol, rahang dan gigi lebih kecil daripada Australopithecus, tubuh lebih langsing dan berotot, dan menggunakan alat-alat batu yang lebih canggih5.
  • Homo sapiens: Manusia purba ini ditemukan di berbagai wilayah Afrika dan merupakan spesies manusia modern yang hidup hingga sekarang. Homo sapiens muncul sekitar 200.000 tahun lalu dan menyebar ke seluruh dunia antara 100.000 hingga 50.000 tahun lalu. Manusia purba ini memiliki ciri-ciri tinggi antara 150 hingga 190 cm, berat antara 50 hingga 100 kg, kapasitas tengkorak antara 1200 hingga 1400 cc, wajah datar dengan alis kecil dan dagu besar, rahang dan gigi lebih kecil daripada Homo ergaster, tubuh lebih ramping dan berotot, dan menggunakan alat-alat batu, tulang, kayu, dan logam yang sangat bervariasi.

Teori Out of Africa

Teori Out of Africa adalah teori yang menyatakan bahwa semua manusia modern yang hidup saat ini berasal dari Afrika. Teori ini didasarkan pada bukti-bukti genetik, arkeologis, antropologis, dan linguistik yang menunjukkan bahwa Homo sapiens pertama muncul di Afrika dan kemudian menyebar ke seluruh dunia dengan menggantikan spesies Homo lainnya yang sudah ada sebelumnya.

Teori Out of Africa mengajukan dua hipotesis utama tentang asal-usul dan persebaran manusia modern dari Afrika:

  • Hipotesis tunggal: Hipotesis ini menyatakan bahwa hanya ada satu gelombang migrasi dari Afrika yang terjadi sekitar 60.000 tahun lalu. Gelombang ini melibatkan sekelompok kecil manusia modern yang membawa variasi genetik yang rendah dan kemudian bercampur dengan populasi lokal di berbagai wilayah. Hipotesis ini didukung oleh bukti-bukti seperti keseragaman genetik manusia modern, jejak DNA mitokondria dan kromosom Y yang berasal dari Afrika, dan kesesuaian antara fosil-fosil manusia modern dengan alat-alat batu yang ditemukan di berbagai wilayah.
  • Hipotesis berganda: Hipotesis ini menyatakan bahwa ada beberapa gelombang migrasi dari Afrika yang terjadi antara 200.000 hingga 40.000 tahun lalu. Gelombang-gelombang ini melibatkan kelompok-kelompok manusia modern yang membawa variasi genetik yang tinggi dan kemudian bercampur dengan populasi lokal di berbagai wilayah. Hipotesis ini didukung oleh bukti-bukti seperti adanya variasi morfologis manusia modern, jejak DNA mitokondria dan kromosom Y yang berasal dari luar Afrika, dan ketidaksesuaian antara fosil-fosil manusia modern dengan alat-alat batu yang ditemukan di berbagai wilayah.

Teori Out of Africa masih menjadi topik perdebatan di kalangan para ahli karena adanya bukti-bukti baru yang terus ditemukan dan ditafsirkan. Namun, teori ini tetap menjadi teori yang paling banyak diterima dan diakui sebagai penjelasan tentang asal-usul dan perkembangan manusia modern.

Sumber:
(1) 10 Manusia Purba di Afrika dan Ciri-cirinya – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2023/08/22/130000579/10-manusia-purba-di-afrika-dan-ciri-cirinya.
(2) Mengenal Manusia Purba di Afrika: Jenis dan Ciri-ciri Fisiknya – Tirto.ID. https://tirto.id/mengenal-manusia-purba-di-afrika-jenis-dan-ciri-ciri-fisiknya-gzYm.
(3) Teori Out of Africa, Asal-usul Manusia Modern – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/09/03/133649969/teori-out-of-africa-asal-usul-manusia-modern.
(4) Persebaran Manusia Purba: Kronologi dan Alasan Migrasi Awal – KOMPAS.com. https://internasional.kompas.com/read/2022/02/22/094533770/persebaran-manusia-purba-kronologi-dan-alasan-migrasi-awal.
(5) Mengapa Manusia Purba Tertua Banyak Ditemukan di Afrika? – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2022/01/31/140000379/mengapa-manusia-purba-tertua-banyak-ditemukan-di-afrika-?page=all.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya