Menu Tutup

Perbedaan Bahasa Inggris British dan American: Lebih dari Sekadar Aksen

Bahasa Inggris, bahasa universal yang paling banyak digunakan di dunia, memiliki dua varian utama yang seringkali menjadi topik perdebatan menarik: Bahasa Inggris British (BE) dan Bahasa Inggris American (AE). Meskipun pada dasarnya kedua varian ini saling memahami, terdapat perbedaan signifikan dalam kosakata, ejaan, tata bahasa, dan pengucapan yang membuat mereka unik. Perbedaan ini tidak hanya mencerminkan sejarah dan budaya masing-masing, tetapi juga memengaruhi cara orang berkomunikasi dan memahami dunia.

Akar Sejarah Perbedaan

Perbedaan antara BE dan AE berakar pada sejarah kolonial. Bahasa Inggris pertama kali dibawa ke Amerika Utara oleh para pemukim Inggris pada abad ke-17. Seiring berjalannya waktu, kedua wilayah ini berkembang secara terpisah, dan bahasa mereka mulai mengalami evolusi independen. Di Inggris, bahasa terus berkembang seiring dengan perubahan sosial dan budaya di Eropa, sementara di Amerika, para pemukim menghadapi lingkungan baru dan perlu menyesuaikan bahasa mereka untuk menggambarkan pengalaman tersebut.

Salah satu tokoh penting dalam pembentukan Bahasa Inggris American adalah Noah Webster, seorang leksikografer Amerika. Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, Webster berpendapat bahwa Amerika membutuhkan kamus dan ejaan yang terpisah dari Inggris untuk mencerminkan identitas nasional mereka yang baru merdeka. Dia memperkenalkan banyak perubahan ejaan yang kita kenal sekarang dalam Bahasa Inggris American, seperti menghilangkan huruf ‘u’ pada kata-kata seperti ‘colour’ menjadi ‘color’, dan mengubah ‘-re’ menjadi ‘-er’ pada kata-kata seperti ‘centre’ menjadi ‘center’.

Perbedaan Kosakata: Dari Sepatu hingga Liburan

Mungkin perbedaan yang paling mencolok dan sering menjadi sumber kebingungan adalah kosakata. Banyak kata yang digunakan dalam BE memiliki padanan yang berbeda dalam AE, meskipun maknanya sama. Misalnya:

  • Pakaian: BE menggunakan ‘trousers’ untuk celana, sedangkan AE menggunakan ‘pants’. ‘Jumper’ dalam BE adalah ‘sweater’ dalam AE. ‘Trainers’ di BE adalah ‘sneakers’ di AE.
  • Transportasi: BE menyebut ‘petrol’ untuk bensin, sementara AE menggunakan ‘gasoline’ atau ‘gas’. ‘Lorry’ dalam BE adalah ‘truck’ dalam AE. ‘Underground’ di BE adalah ‘subway’ di AE.
  • Makanan: BE menggunakan ‘biscuits’ untuk biskuit atau kue kering, sementara AE menggunakan ‘cookies’ atau ‘crackers’. ‘Chips’ dalam BE adalah ‘French fries’ dalam AE, dan ‘crisps’ dalam BE adalah ‘chips’ dalam AE.
  • Kehidupan Sehari-hari: ‘Flat’ dalam BE adalah ‘apartment’ dalam AE. ‘Holiday’ dalam BE adalah ‘vacation’ dalam AE. ‘Queue’ dalam BE adalah ‘line’ dalam AE. ‘Lift’ dalam BE adalah ‘elevator’ dalam AE.

Daftar ini jauh dari lengkap, dan perbedaannya bisa sangat banyak sehingga terkadang memerlukan penyesuaian mental bagi penutur asli dari kedua varian untuk berkomunikasi secara efektif tanpa miskomunikasi kecil.

Perbedaan Ejaan: Warisan Noah Webster

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Noah Webster berperan besar dalam menciptakan perbedaan ejaan antara BE dan AE. Perubahan-perubahan ini sebagian besar bertujuan untuk menyederhanakan ejaan dan membuatnya lebih fonetik. Beberapa contoh yang umum meliputi:

  • -our vs. -or: ‘Colour’ (BE) menjadi ‘color’ (AE); ‘flavour’ (BE) menjadi ‘flavor’ (AE).
  • -re vs. -er: ‘Centre’ (BE) menjadi ‘center’ (AE); ‘theatre’ (BE) menjadi ‘theater’ (AE).
  • -ise vs. -ize: ‘Realise’ (BE) menjadi ‘realize’ (AE); ‘organise’ (BE) menjadi ‘organize’ (AE). Namun, perlu dicatat bahwa di Inggris, ejaan ‘-ize’ juga diterima, terutama dalam konteks ilmiah dan teknis.
  • Doubling Konsonan: Kata-kata seperti ‘travelled’ (BE) dengan dua ‘l’ menjadi ‘traveled’ (AE) dengan satu ‘l’ pada kata kerja yang diakhiri dengan vokal diikuti konsonan, kecuali konsonan tersebut ditekankan.

Perbedaan ejaan ini seringkali menjadi penanda yang jelas dari mana suatu teks berasal, terutama dalam publikasi atau media massa.

Perbedaan Tata Bahasa: Subjungtif dan Past Tense

Meskipun sebagian besar struktur tata bahasa sama, ada beberapa perbedaan halus yang patut diperhatikan:

  • Penggunaan Kata Kerja Bantu ‘Have’: Dalam Bahasa Inggris British, seringkali digunakan ‘have got’ untuk menyatakan kepemilikan (misalnya, “I’ve got a car”). Dalam Bahasa Inggris American, cukup menggunakan ‘have’ (misalnya, “I have a car”).
  • Present Perfect vs. Simple Past: BE lebih sering menggunakan present perfect tense untuk menggambarkan tindakan yang baru saja selesai atau memiliki relevansi dengan masa kini (misalnya, “I’ve just eaten”). AE cenderung menggunakan simple past tense dalam situasi yang sama (misalnya, “I just ate”).
  • Kata Benda Kolektif: Dalam BE, kata benda kolektif (misalnya, ‘team’, ‘government’, ‘family’) dapat diperlakukan sebagai tunggal atau jamak, tergantung pada apakah kelompok tersebut dianggap sebagai satu unit atau individu-individu di dalamnya (misalnya, “The team are playing well” atau “The team is playing well”). Dalam AE, kata benda kolektif hampir selalu diperlakukan sebagai tunggal (misalnya, “The team is playing well”).
  • Subjunctive Mood: Penggunaan subjunctive mood (misalnya, “I suggest that he be here”) lebih umum dalam AE daripada BE, terutama dalam kalimat yang menyatakan saran, permintaan, atau kebutuhan.

Perbedaan Pengucapan: Aksen yang Memesona

Perbedaan aksen adalah hal yang paling jelas membedakan BE dari AE. Meskipun ada banyak variasi aksen di setiap negara, ada pola umum yang dapat diidentifikasi:

  • Pengucapan ‘R’: Di sebagian besar aksen British, huruf ‘r’ setelah vokal atau di akhir kata tidak diucapkan (non-rhotic), seperti pada kata ‘car’ atau ‘park’. Di sebagian besar aksen American, huruf ‘r’ diucapkan (rhotic), sehingga ‘car’ dan ‘park’ memiliki suara ‘r’ yang jelas.
  • Vokal: Ada perbedaan dalam pengucapan beberapa vokal. Misalnya, vokal ‘a’ pada kata ‘bath’ atau ‘dance’ diucapkan lebih panjang dan di bagian belakang mulut dalam Received Pronunciation (RP), aksen standar di Inggris, sementara di AE diucapkan lebih datar.
  • Intonasi dan Ritme: Intonasi dan ritme kalimat juga dapat berbeda. Aksen British seringkali memiliki intonasi yang lebih melodi, sementara aksen American cenderung lebih datar.

Mana yang “Benar”?

Tidak ada varian Bahasa Inggris yang “lebih benar” daripada yang lain. Keduanya adalah bentuk yang valid dan berfungsi penuh dari bahasa Inggris. Pilihan untuk menggunakan BE atau AE seringkali tergantung pada konteks, audiens, dan preferensi pribadi. Media, pendidikan, dan hubungan bisnis seringkali menjadi faktor penentu dalam memilih varian mana yang akan digunakan.

Misalnya, jika Anda belajar bahasa Inggris untuk keperluan akademis di universitas-universitas Inggris, memahami BE akan sangat membantu. Namun, jika Anda berencana untuk bekerja di Amerika Serikat atau berinteraksi dengan budaya pop Amerika, AE akan lebih relevan.

Kesimpulan

Perbedaan antara Bahasa Inggris British dan American adalah cerminan dari evolusi bahasa yang dinamis dan terpisah selama berabad-abad. Dari kosakata yang unik hingga perbedaan ejaan yang dipengaruhi sejarah, hingga nuansa tata bahasa dan aksen yang khas, kedua varian ini menawarkan kekayaan yang tak terbatas bagi para pembelajar dan penutur. Memahami perbedaan-perbedaan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, tetapi juga memperkaya apresiasi kita terhadap keragaman linguistik yang luar biasa. Pada akhirnya, baik Anda menyukai ‘chips’ atau ‘French fries’, ‘lift’ atau ‘elevator’, yang terpenting adalah kemampuan untuk saling memahami dan berkomunikasi secara efektif.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya