Pengertian dan Bagian-Bagian Usus Besar
Usus besar adalah bagian dari sistem pencernaan yang berfungsi untuk menyerap air, garam mineral, dan vitamin dari sisa-sisa makanan yang tidak tercerna, serta membentuk dan mengeluarkan feses. Usus besar memiliki panjang sekitar 1,5 meter dan diameter sekitar 6,5 cm pada manusia. Usus besar terdiri dari beberapa bagian, yaitu sekum, kolon, rektum, dan anus12
Sekum
Sekum adalah bagian pertama dari usus besar yang berbentuk kantong buntu. Sekum berhubungan dengan usus halus melalui katup ileosekal yang mengatur aliran kimus (campuran makanan dan cairan pencernaan) dari usus halus ke usus besar. Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut apendiks atau umbai cacing yang mengandung jaringan limfoid dan berperan dalam sistem kekebalan tubuh12
Kolon
Kolon adalah bagian terpanjang dari usus besar yang berbentuk tabung melingkar. Kolon terbagi menjadi empat segmen, yaitu kolon asenden, kolon transversal, kolon desenden, dan kolon sigmoid. Kolon asenden naik dari sekum di sebelah kanan perut dan berbelok ke kiri di bawah hati membentuk lentur kolik kanan atau lentur hati. Kolon transversal melintang dari lentur kolik kanan ke lentur kolik kiri atau lentur limpa di bawah diafragma. Kolon desenden turun dari lentur kolik kiri ke sebelah kiri perut. Kolon sigmoid berbentuk huruf S dan menghubungkan kolon desenden dengan rektum12
Fungsi utama kolon adalah menyerap air, garam mineral, dan vitamin (terutama vitamin K dan B12) dari kimus sehingga membentuk feses yang padat. Kolon juga mengandung bakteri Escherichia coli yang membantu proses pembusukan zat-zat sisa makanan dan menghasilkan gas usus (flatus). Gas usus terdiri dari nitrogen, oksigen, karbon dioksida, hidrogen, metana, dan belerang123
Rektum
Rektum adalah bagian akhir dari usus besar yang berbentuk tabung lurus dengan panjang sekitar 15 cm. Rektum berfungsi untuk menyimpan feses sebelum dikeluarkan melalui anus. Rektum memiliki beberapa lipatan mukosa yang disebut valva rektalis yang membantu mempertahankan kontinensia (kemampuan menahan buang air besar). Rektum juga memiliki reseptor saraf yang merasakan isi feses dan memberikan rangsangan untuk defekasi (proses pengeluaran feses)12
Anus
Anus adalah lubang akhir dari saluran pencernaan yang mengeluarkan feses dari tubuh. Anus dikelilingi oleh dua cincin otot yang disebut sfingter anus interna dan eksterna. Sfingter anus interna merupakan otot polos yang dikontrol secara tidak sadar oleh sistem saraf otonom. Sfingter anus eksterna merupakan otot rangka yang dikontrol secara sadar oleh sistem saraf somatik. Kedua sfingter ini bekerja sama untuk membuka dan menutup anus sesuai dengan kebutuhan defekasi12
Masalah Kesehatan pada Usus Besar
Usus besar dapat mengalami beberapa masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, nyeri perut, perdarahan, infeksi, atau kanker. Beberapa masalah kesehatan pada usus besar antara lain:
- Diare: kondisi di mana feses menjadi encer dan frekuensi buang air besar meningkat. Diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit, intoleransi laktosa, alergi makanan, sindrom iritasi usus besar, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Diare dapat menyebabkan dehidrasi, kehilangan elektrolit, dan malnutrisi jika tidak ditangani dengan baik4
- Sembelit: kondisi di mana feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Sembelit dapat disebabkan oleh kurangnya serat, air, atau aktivitas fisik, perubahan pola makan atau gaya hidup, stres, penyakit tertentu, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Sembelit dapat menyebabkan nyeri perut, wasir, fisura ani, atau impaksi feses jika tidak ditangani dengan baik4
- Gastritis: kondisi di mana lapisan mukosa lambung mengalami peradangan. Gastritis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS), alkohol, stres, atau penyakit autoimun. Gastritis dapat menyebabkan nyeri ulu hati, mual, muntah, perdarahan lambung, atau tukak lambung jika tidak ditangani dengan baik4
- Apendisitis: kondisi di mana apendiks mengalami peradangan. Apendisitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, sumbatan feses, tumor, atau cedera. Apendisitis dapat menyebabkan nyeri perut kanan bawah yang hebat, demam, mual, muntah, atau peritonitis (peradangan selaput rongga perut) jika tidak ditangani dengan baik4
- Divertikulitis: kondisi di mana terjadi peradangan pada divertikula (kantong-kantong kecil yang menonjol dari dinding usus besar). Divertikulitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, sumbatan feses, atau tekanan usus yang tinggi. Divertikulitis dapat menyebabkan nyeri perut kiri bawah yang hebat, demam, mual, muntah, perdarahan rektal, atau abses (kantong nanah) jika tidak ditangani dengan baik4
- Kolitis ulserativa: kondisi di mana terjadi peradangan kronis dan ulserasi (luka) pada lapisan mukosa kolon dan rektum. Penyebab kolitis ulserativa belum diketahui pasti, tetapi diduga berkaitan dengan faktor genetik, imunologik, dan lingkungan. Kolitis ulserativa dapat menyebabkan diare berdarah, nyeri perut yang hebat, penurunan berat badan, anemia, atau kanker kolorektal jika tidak ditangani dengan baik4
- Kanker kolorektal: kondisi di mana terjadi pertumbuhan sel-sel abnormal yang ganas pada kolon atau rektum. Penyebab kanker kolorektal belum diketahui pasti, tetapi diduga berkaitan dengan faktor genetik, polip usus besar (benjolan jinak), diet tinggi lemak dan rendah serat, merokok, alkohol, atau riwayat penyakit inflamasi usus. Kanker kolorektal dapat menyebabkan perubahan pola buang air besar, perdarahan rektal, nyeri perut yang hebat, penurunan berat badan, anemia, atau penyebaran kanker ke organ lain jika tidak ditangani dengan baik4
Kesimpulan
Usus besar adalah bagian penting dari sistem pencernaan yang berperan dalam menyerap air dan nutrisi penting dari sisa-sisa makanan yang tidak tercerna serta membentuk dan mengeluarkan feses dari tubuh. Usus besar terdiri dari sekum, kolon, rektum, dan anus yang masing-masing memiliki fungsi dan struktur tersendiri. Usus besar juga dapat mengalami beberapa masalah kesehatan yang dapat mengganggu fungsi pencernaan dan kesehatan tubuh secara umum. Oleh karena itu,