Indra penciuman adalah salah satu dari lima indra yang dimiliki manusia. Indra penciuman berperan untuk mendeteksi bau atau aroma yang ada di sekitar kita, serta sebagai jalan pernapasan. Indra penciuman memiliki hubungan yang kuat dengan kegiatan perasaan dan pengaruh masyarakat. Indra penciuman juga berpengaruh terhadap rasa, ingatan, dan aktivitas sosial atau seksual. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang fungsi, bagian, dan gangguan indra penciuman.
Fungsi Indra Penciuman
Indra penciuman memiliki beberapa fungsi penting bagi manusia, antara lain:
- Mendeteksi bau. Indra penciuman dapat mengenali berbagai macam bau yang ada di udara, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Bau-bau ini dapat memberikan informasi tentang keadaan lingkungan, seperti adanya bahan kimia berbahaya, makanan yang busuk, atau bunga yang harum.
- Menikmati makanan. Indra penciuman memiliki hubungan erat dengan indra pengecap. Kedua indra ini bekerja sama untuk menciptakan sensasi rasa pada makanan. Kehilangan indra penciuman dapat menyebabkan penurunan selera makan dan kehilangan kenikmatan makan.
- Mengenali orang atau tempat. Indra penciuman dapat membantu kita mengingat atau mengenali orang atau tempat tertentu melalui bau khas yang melekat pada mereka. Misalnya, bau parfum, bau rumah, atau bau tubuh seseorang.
- Mempengaruhi suasana hati. Indra penciuman dapat memicu reaksi atau emosi tertentu pada kita melalui bau-bau yang kita cium. Misalnya, bau kopi dapat membuat kita lebih segar dan bersemangat, bau coklat dapat membuat kita lebih bahagia dan rileks, atau bau rempah-rempah dapat membuat kita lebih hangat dan nyaman.
- Mempengaruhi aktivitas sosial atau seksual. Indra penciuman dapat mempengaruhi daya tarik atau ketertarikan seseorang terhadap orang lain melalui bau tubuh atau feromon. Feromon adalah zat kimia yang dilepaskan oleh tubuh untuk mengirimkan sinyal-sinyal tertentu kepada individu lain dari spesies yang sama. Feromon dapat mempengaruhi siklus reproduksi, perilaku kawin, atau dominasi sosial.
Bagian Indra Penciuman
Indra penciuman terletak pada rongga hidung. Rongga hidung adalah bagian dari hidung yang berfungsi untuk mengalirkan udara dari luar ke tenggorokan menuju paru-paru. Rongga hidung dibagi menjadi dua bagian oleh septum hidung, yaitu rongga hidung kanan dan kiri. Rongga hidung dilapisi oleh membran mukosa yang menghasilkan lendir untuk menangkap debu, bakteri, dan partikel-partikel kecil lainnya yang dapat merusak paru-paru.
Berikut adalah bagian-bagian indra penciuman beserta fungsinya:
- Nostril. Nostril adalah lubang hidung yang terletak di bagian luar hidung. Nostril berfungsi sebagai pintu masuk udara yang mengandung molekul-molekul bau ke dalam rongga hidung.
- Konka nasal. Konka nasal adalah tonjolan-tonjolan tulang rawan yang terdapat di dalam rongga hidung. Konka nasal berfungsi sebagai proteksi terhadap udara luar karena strukturnya yang berlapis sel silia yang berperan untuk melemparkan benda asing ke luar dalam usaha untuk membersihkan jalan napas. Konka nasal terbagi menjadi tiga bagian, yaitu konka nasal superior, media, dan inferior.
- Selaput lendir olfaktori (olfactory epithelium). Selaput lendir olfaktori adalah lapisan sel-sel yang sangat sensitif terhadap molekul-molekul bau yang terletak di atap rongga hidung, khususnya pada bagian konka nasal superior. Selaput lendir olfaktori mengandung sekitar 10 juta sel reseptor bau (olfactory receptor cells) yang dapat mengenali lebih dari 600 jenis aroma yang berbeda.
- Saraf olfaktori (nervus olfactorius). Saraf olfaktori adalah serabut-serabut syaraf yang berasal dari sel reseptor bau dan berakhir di bulbus olfaktori. Saraf olfaktori berfungsi untuk menghantarkan sinyal-sinyal rangsangan bau dari selaput lendir olfaktori ke otak.
- Bulbus olfaktori. Bulbus olfaktori adalah bagian dari sistem saraf kranial yang terletak di dasar otak. Bulbus olfaktori berfungsi sebagai pengatur sistem penciuman manusia. Bulbus olfaktori menerima sinyal-sinyal rangsangan bau dari saraf olfaktori dan mengolahnya menjadi informasi yang dapat ditafsirkan oleh otak.
Gangguan Indra Penciuman
Indra penciuman dapat mengalami gangguan atau kelainan yang dapat mempengaruhi kemampuan mencium bau atau membedakan jenis bau. Gangguan indra penciuman dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penuaan, merokok, cedera kepala atau hidung, perubahan hormon, efek samping obat-obatan, atau penyakit tertentu.
Berikut adalah beberapa gangguan indra penciuman beserta definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya:
- Hiposmia. Hiposmia adalah menurunnya kemampuan mencium bau. Gejala hiposmia adalah kesulitan untuk mendeteksi atau mengenali bau-bau tertentu. Penyebab hiposmia antara lain adalah penuaan, merokok, alergi, sinusitis, polip hidung, atau infeksi saluran pernapasan atas. Pengobatan hiposmia tergantung pada penyebabnya, misalnya dengan menggunakan obat antihistamin, dekongestan, atau steroid untuk mengurangi peradangan atau pembengkakan pada hidung, atau dengan melakukan tindakan bedah untuk mengatasi polip hidung.
- Anosmia. Anosmia adalah kehilangan kemampuan mencium bau. Gejala anosmia adalah tidak dapat mencium atau mengenali bau sama sekali. Penyebab anosmia antara lain adalah cedera kepala atau hidung yang merusak saraf olfaktori, tumor otak atau hidung yang menekan saraf olfaktori, penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer atau Parkinson yang merusak sel-sel otak yang berkaitan dengan penciuman, atau penyakit infeksi seperti COVID-19 yang merusak sel reseptor bau. Pengobatan anosmia tergantung pada penyebabnya, misalnya dengan menggunakan obat antiinflamasi, antibiotik, atau antivirus untuk mengatasi infeksi, atau dengan melakukan tindakan bedah untuk mengatasi tumor otak atau hidung.
- Parosmia. Parosmia adalah perubahan persepsi tentang bau. Gejala parosmia adalah mencium bau yang berbeda dari bau aslinya, misalnya mencium bau busuk pada bunga atau bau manis pada sampah. Penyebab parosmia antara lain adalah cedera kepala atau hidung yang merusak saraf olfaktori, infeksi saluran pernapasan atas yang meradang selaput lendir olfaktori, atau efek samping obat-obatan tertentu yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Pengobatan parosmia tergantung pada penyebabnya, misalnya dengan menghentikan penggunaan obat-obatan yang menyebabkan parosmia, atau dengan melakukan terapi aroma untuk melatih kembali kemampuan menghidu.
- Phantosmia. Phantosmia adalah mencium bau yang tidak ada. Gejala phantosmia adalah mencium bau aneh atau tidak menyenangkan tanpa adanya sumber bau tersebut, misal mencium bau terbakar, bau busuk, atau bau kimia. Penyebab phantosmia antara lain adalah cedera kepala atau hidung yang merusak saraf olfaktori, tumor otak atau hidung yang menekan saraf olfaktori, penyakit neurologis seperti epilepsi atau migrain yang menyebabkan kejang pada otak, atau gangguan psikologis seperti depresi atau skizofrenia yang menyebabkan halusinasi bau. Pengobatan phantosmia tergantung pada penyebabnya, misalnya dengan menggunakan obat antikonvulsan, antidepresan, atau antipsikotik untuk mengatasi kejang atau halusinasi, atau dengan melakukan tindakan bedah untuk mengatasi tumor otak atau hidung.
Penutup
Indra penciuman adalah indra yang sangat penting bagi manusia. Indra penciuman dapat memberikan informasi tentang lingkungan sekitar, menambah kenikmatan makanan, mengingatkan pada orang atau tempat tertentu, mempengaruhi suasana hati, dan mempengaruhi aktivitas sosial atau seksual. Indra penciuman terdiri dari beberapa bagian, yaitu nostril, konka nasal, selaput lendir olfaktori, saraf olfaktori, dan bulbus olfaktori. Indra penciuman dapat mengalami gangguan atau kelainan, seperti hiposmia, anosmia, parosmia, dan phantosmia. Gangguan indra penciuman dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan memerlukan pengobatan yang sesuai.
Untuk menjaga kesehatan indra penciuman, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, antara lain:
- Menghindari pemicu alergi, seperti debu, serbuk sari, bulu binatang, atau makanan tertentu.
- Menjauhi asap rokok atau polusi udara yang dapat merusak sel reseptor bau.
- Membersihkan hidung secara teratur dengan menggunakan air garam atau semprotan hidung untuk mengeluarkan lendir atau kotoran yang dapat menghalangi bau.
- Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin A, C, E, dan seng yang dapat membantu menjaga fungsi sel reseptor bau.
- Berolahraga secara rutin untuk meningkatkan aliran darah ke otak dan hidung yang dapat membantu menjaga kesehatan saraf olfaktori.
- Memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala gangguan indra penciuman atau jika terjadi cedera pada kepala atau hidung.
Indra penciuman adalah anugerah yang patut kita syukuri dan rawat. Indra penciuman dapat meningkatkan kualitas hidup kita dengan memberikan sensasi-sensasi yang menyenangkan dan bermakna. Mari kita jaga indra penciuman kita agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik.
Sumber: P
(1) ALAT INDERA MANUSIA – Kemdikbud. https://lmsspada.kemdikbud.go.id/pluginfile.php/651063/mod_resource/content/1/8.%20Alat%20Indra%20Pada%20Manusia.pdf.
(2) Sistem Koordinasi dan Alat Indera pada Manusia – Kemdikbud. https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Sistem-Koordinasi-dan-Alat-Indera-pada-Manusia-/konten1.html.
(3) Mengenal Indra Penciuman Manusia, Fungsi dan Struktur Anatomi Hidung. https://caritahu.kontan.co.id/news/mengenal-indra-penciuman-manusia-fungsi-dan-struktur-anatomi-hidung.
(4) Sistem Koordinasi dan Alat Indera pada Manusia. https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Sistem-Koordinasi-dan-Alat-Indera-pada-Manusia-/konten15.html.
(5) (PDF) Indera Penciuman dan Indera Pengecap – Academia.edu. https://www.academia.edu/30142993/Indera_Penciuman_dan_Indera_Pengecap.
(6) (PPT) indera penciuman | Meutia Savitri – Academia.edu. https://www.academia.edu/16197070/indera_penciuman.
(7) (PPT) INDERA PENCIUMAN POWERPOINT | Nesri yanti – Academia.edu. https://www.academia.edu/34143905/INDERA_PENCIUMAN_POWERPOINT.