Stratifikasi sosial adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Stratifikasi sosial berasal dari kata stratum yang berarti lapisan dan sosial yang berarti masyarakat. Jadi, stratifikasi sosial dapat diartikan sebagai lapisan masyarakat.
Stratifikasi sosial terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan antara individu atau kelompok dalam masyarakat, baik yang bersifat horizontal maupun vertikal. Perbedaan-perbedaan tersebut dapat berkaitan dengan konsep kekuasaan, status sosial, kekayaan, kehormatan, ilmu pengetahuan, dan sebagainya.
Pengertian Stratifikasi Sosial Menurut Para Ahli
Berbagai ahli sosiologi dan antropologi telah memberikan definisi tentang stratifikasi sosial dari sudut pandang mereka. Berikut adalah beberapa pengertian stratifikasi sosial menurut para ahli:
| Nama Ahli | Pengertian Stratifikasi Sosial |
|---|---|
| Gaetano Mosca | Stratifikasi sosial adalah pembedaan di dalam masyarakat yang terkait dengan konsep kekuasaan, yakni ada sekelompok orang memang berkuasa atas kelompok orang yang lain1 |
| Ralph Linton | Stratifikasi sosial adalah keterkaitan dengan konsep status sosial, baik itu status utama (master status), status yang diraih (achieved status), dan status yang diperoleh (ascribed status). Adanya perbedaan-perbedaan status sosial itu juga turut mempengaruhi pembentukan stratifikasi sosial2 |
| Pitirim Sorokin | Stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis). Stratifikasi sosial merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur3 |
| Robert M.Z. Lawang | Stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise |
| Max Weber | Stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise |
| Astrid S. Susanto | Stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan hubungan antarmanusia secara teratur dan tersusun sehingga setiap orang mempunyai situasi yang menentukan hubungannya dengan orang baik secara vertikal maupun mendatar |
| D. Hendropuspito | Stratifikasi sosial adalah tatanan vertikal berbagai lapisan sosial berdasarkan tinggi rendahnya kedudukan |
Fungsi Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial memiliki beberapa fungsi bagi masyarakat, antara lain:
- Distribusi hak istimewa yang sifatnya objektif. Fungsi ini berkaitan dengan pemberian hak-hak istimewa kepada anggota masyarakat sesuai dengan lapisan atau kelasnya. Hak-hak istimewa tersebut dapat berupa akses terhadap sumber daya, fasilitas, layanan, dan sebagainya.
- Menentukan prestise serta penghargaan. Fungsi ini berkaitan dengan penilaian terhadap kualitas atau kemampuan seseorang atau kelompok dalam masyarakat. Prestise dan penghargaan dapat diberikan berdasarkan pencapaian, kontribusi, atau peranan seseorang atau kelompok dalam masyarakat.
- Kriteria dari sistem pertentangan. Fungsi ini berkaitan dengan adanya persaingan atau konflik antara lapisan-lapisan sosial dalam masyarakat. Sistem pertentangan dapat mendorong terjadinya perubahan sosial, baik yang bersifat positif maupun negatif.
- Menentukan simbol status maupun kedudukan seseorang. Fungsi ini berkaitan dengan adanya tanda-tanda atau lambang-lambang yang menunjukkan status atau kedudukan seseorang dalam masyarakat. Simbol status dapat berupa pakaian, kendaraan, rumah, gelar, dan sebagainya.
- Alat solidaritas antar individu atau antar kelompok. Fungsi ini berkaitan dengan adanya rasa saling menghargai dan membantu antara individu atau kelompok yang memiliki lapisan sosial yang sama atau berbeda. Solidaritas dapat meningkatkan kerjasama dan harmoni dalam masyarakat.
Sifat Stratifikasi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, sifat stratifikasi sosial dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, yakni:
- Stratifikasi sosial tertutup. Sistem lapisan sosial tertutup membatasi seseorang untuk pindah dari satu lapisan sosial ke lapisan sosial lainnya. Sistem ini biasanya didasarkan pada status yang diperoleh (ascribed status), seperti keturunan, ras, agama, dan sebagainya. Contoh sistem lapisan sosial tertutup adalah sistem kasta di India.
- Stratifikasi sosial terbuka. Sistem lapisan sosial terbuka memberikan kesempatan kepada seseorang untuk pindah dari satu lapisan sosial ke lapisan sosial lainnya. Sistem ini biasanya didasarkan pada status yang diraih (achieved status), seperti pendidikan, pekerjaan, prestasi, dan sebagainya. Contoh sistem lapisan sosial terbuka adalah sistem kelas di Amerika Serikat.
- Stratifikasi sosial campuran. Sistem lapisan sosial campuran merupakan gabungan antara sistem lapisan sosial tertutup dan terbuka. Sistem ini memperhatikan baik status yang diperoleh maupun status yang diraih dalam menentukan lapisan sosial seseorang. Contoh sistem lapisan sosial campuran adalah sistem feodal di Eropa.
Faktor Pembentuk Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial terbentuk karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan-perbedaan antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Berikut adalah beberapa faktor pembentuk stratifikasi sosial:
- Kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi atau mengendalikan orang lain atau kelompok lain sesuai dengan kehendaknya. Kekuasaan dapat bersumber dari jabatan, otoritas, keahlian, karisma, dan sebagainya. Orang-orang yang memiliki kekuasaan cenderung memiliki lapisan sosial yang lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan.
- Kekayaan. Kekayaan adalah jumlah harta benda atau sumber daya yang dimiliki seseorang atau kelompok. Kekayaan dapat bersumber dari warisan, usaha, investasi, korupsi, dan sebagainya. Orang-orang yang memiliki kekayaan cenderung memiliki lapisan sosial yang lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak memiliki kekayaan.
- Kehormatan. Kehormatan adalah penghargaan atau pengakuan yang diberikan kepada seseorang atau kelompok atas jasa-jasa atau kontribusi-kontribusinya bagi masyarakat. Kehormatan dapat bersumber dari prestasi, pengabdian, loyalitas, moralitas, dan sebagainya. Orang-orang yang memiliki kehormatan cenderung memiliki lapisan sosial yang lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak memiliki kehormatan.
- Ilmu Pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan atau informasi yang didapatkan seseorang atau kelompok melalui proses belajar atau penelitian. Ilmu pengetahuan dapat bersumber dari pendidikan formal, informal, nonformal, pengalaman, dan sebagainya. Orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan cenderung memiliki lapisan sosial yang lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan.
Sumber:
(1) Stratifikasi sosial – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial.
(2) Stratifikasi Sosial: Pengertian, Fungsi, Sifat, hingga Faktor Pembentuk. https://www.gramedia.com/literasi/stratifikasi-sosial/.
(3) Stratifikasi Sosial: Pengertian, Indikator, dan Jenisnya – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5636809/stratifikasi-sosial-pengertian-indikator-dan-jenisnya.
(4) Getty Images. https://www.gettyimages.com/detail/illustration/social-stratification-with-money-royalty-free-illustration/648676612.