Zat aditif makanan adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan untuk menjaga atau meningkatkan keamanan, kesegaran, rasa, tekstur, atau tampilannya. Zat aditif makanan terdapat dalam bentuk alami maupun buatan. Di Indonesia, zat aditif makanan disebut juga bahan tambahan pangan (BTP), penggunaannya diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Meskipun zat aditif makanan memiliki fungsi yang bermanfaat, ada beberapa jenis zat aditif makanan yang terlarang karena berbahaya bagi kesehatan. Zat aditif makanan terlarang ini biasanya digunakan untuk memperpanjang masa simpan, meningkatkan cita rasa, atau memperbaiki penampilan makanan. Namun, zat aditif makanan terlarang ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti alergi, kanker, kerusakan organ, atau bahkan kematian.
Jenis-Jenis Zat Aditif Makanan Terlarang
Beberapa zat aditif makanan yang sudah tidak boleh dipakai lagi adalah1:
- Asam borat (boraks): Zat ini biasa digunakan untuk salep kulit, antiseptik, pembasmi serangga, antijamur, dan bahan deterjen. Zat ini sering ditambahkan ke dalam makanan, seperti bakso, mie, tahu, atau kerupuk, untuk membuatnya lebih kenyal dan awet. Namun, zat ini dapat merusak sistem pencernaan, ginjal, dan hati, serta menyebabkan mual, muntah, diare, atau kejang.
- Formalin: Zat ini biasa digunakan untuk mengawetkan mayat atau bahan biologi. Zat ini sering ditambahkan ke dalam makanan, seperti ikan, daging, sayur, atau buah, untuk mencegah pembusukan dan menjaga kesegaran. Namun, zat ini dapat merusak selaput lendir, saluran pernapasan, dan sistem saraf, serta menyebabkan iritasi, batuk, sesak napas, atau koma.
- Kalium bromat: Zat ini biasa digunakan untuk pengembang roti atau kue. Zat ini sering ditambahkan ke dalam makanan, seperti roti, kue, atau donat, untuk membuatnya lebih mengembang dan lembut. Namun, zat ini dapat menyebabkan kanker, gangguan tiroid, atau anemia.
- Dietilpirokarbonat: Zat ini biasa digunakan untuk pengawet minuman. Zat ini sering ditambahkan ke dalam minuman, seperti jus, anggur, atau bir, untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Namun, zat ini dapat menyebabkan kanker, gangguan hati, atau alergi.
- Dulsin: Zat ini biasa digunakan untuk pemanis buatan. Zat ini sering ditambahkan ke dalam makanan, seperti permen, cokelat, atau sirup, untuk memberikan rasa manis. Namun, zat ini dapat menyebabkan kanker, gangguan ginjal, atau keracunan.
Cara Menghindari Zat Aditif Makanan Terlarang
Untuk menghindari zat aditif makanan terlarang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain2:
- Membaca label kemasan makanan: Perhatikan kandungan, komposisi, dan kode zat aditif makanan yang tertera pada label kemasan makanan. Hindari makanan yang mengandung zat aditif makanan terlarang atau yang tidak jelas asal-usulnya.
- Memilih makanan segar: Pilihlah makanan yang segar, seperti sayur, buah, daging, atau ikan, yang tidak mengandung zat aditif makanan. Cek kondisi makanan, seperti warna, tekstur, aroma, dan rasa, sebelum membeli atau mengonsumsinya.
- Mengolah makanan sendiri: Olahlah makanan sendiri di rumah dengan menggunakan bahan-bahan alami, seperti garam, gula, cuka, atau rempah-rempah, sebagai bumbu atau pengawet. Hindari menggunakan bahan-bahan kimia, seperti boraks, formalin, atau kalium bromat, dalam mengolah makanan.
- Mengonsumsi makanan dengan porsi yang wajar: Jika tidak dapat menghindari makanan yang mengandung zat aditif makanan, konsumsilah makanan tersebut dengan porsi yang wajar dan tidak berlebihan. Jangan lupa untuk minum air putih yang cukup untuk membantu mengeluarkan racun dari tubuh.
Zat aditif makanan terlarang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi secara terus-menerus atau berlebihan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis-jenis zat aditif makanan terlarang dan cara menghindarinya. Selain itu, perlu juga untuk menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, serta mengonsumsi makanan yang bergizi dan alami.
Sumber:
(1) 15 Contoh Zat Aditif dalam Makanan dan Fungsinya. https://kumparan.com/ragam-info/15-contoh-zat-aditif-dalam-makanan-dan-fungsinya-21N6APftS4D.
(2) 7 Zat Aditif pada Makanan yang Perlu Dihindari – Alodokter. https://www.alodokter.com/bahan-zat-aditif-yang-disarankan-untuk-dihindari.
(3) 11 Zat Aditif Pada Makanan Yang Berbahaya | HonestDocs. https://www.honestdocs.id/12-zat-aditif-pada-makanan-yang-berbahaya.
(4) Zat Aditif pada Makanan, Kenali Jenis dan Efek Sampingnya – Hello Sehat. https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/efek-zat-aditif-pada-makanan/.