Menu Tutup

Panduan Lengkap Beasiswa Dosen S3: Peluang, Persyaratan, dan Tips Sukses

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah dengan meningkatkan kualifikasi dosen melalui pendidikan S3. Dengan memiliki gelar doktor, dosen dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam di bidang keahliannya, serta berkontribusi dalam menghasilkan penelitian dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Namun, melanjutkan studi S3 tidaklah mudah. Dosen yang ingin melanjutkan studi S3 harus menghadapi berbagai tantangan, seperti biaya pendidikan yang tinggi, persaingan yang ketat, kesulitan dalam mencari topik penelitian, hingga keseimbangan antara pekerjaan dan studi. Oleh karena itu, dosen membutuhkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, salah satunya adalah beasiswa.

Beasiswa adalah bantuan finansial yang diberikan oleh pemberi beasiswa kepada penerima beasiswa untuk menyelesaikan pendidikan S3. Beasiswa dapat berasal dari berbagai sumber, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa program beasiswa dosen S3 bahkan memberikan kesempatan kepada dosen untuk belajar di universitas-universitas terkemuka di dunia.

Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI)

Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendukung pengembangan karir dosen melalui pendidikan S3 . Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi dosen dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya.

Persyaratan umum untuk mengikuti program BUDI adalah sebagai berikut :

  • Warga negara Indonesia
  • Berstatus sebagai dosen tetap atau tidak tetap di perguruan tinggi negeri atau swasta
  • Memiliki ijazah S2 dari perguruan tinggi terakreditasi minimal B
  • Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.25 pada skala 4.00
  • Memiliki skor TOEFL ITP minimal 550 atau TOEFL iBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.0
  • Memiliki skor GRE minimal 300 atau GMAT minimal 500 (untuk program studi tertentu)
  • Memiliki surat rekomendasi dari pimpinan perguruan tinggi asal
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk mengabdi di perguruan tinggi asal setelah menyelesaikan studi
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk tidak menerima beasiswa lain selama mengikuti program BUDI

Proses seleksi program BUDI terdiri dari tiga tahap :

  • Tahap administrasi: Pendaftaran online dan verifikasi dokumen
  • Tahap substansi: Penilaian proposal penelitian dan wawancara
  • Tahap akhir: Pengumuman hasil seleksi dan penandatanganan kontrak

Manfaat yang diberikan oleh program BUDI adalah sebagai berikut :

  • Biaya kuliah penuh atau sebagian sesuai dengan ketentuan perguruan tinggi tujuan
  • Biaya hidup bulanan sesuai dengan standar negara tujuan
  • Biaya buku dan alat tulis
  • Biaya penelitian dan publikasi
  • Biaya tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi
  • Biaya visa dan asuransi kesehatan
  • Biaya bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya (jika diperlukan)

Durasi program BUDI adalah maksimal empat tahun, dengan rincian sebagai berikut :

  • Tahun pertama: Program persiapan, seperti kursus bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, kursus metodologi penelitian, dan kursus akademik
  • Tahun kedua dan ketiga: Program inti, seperti kuliah, seminar, ujian kualifikasi, dan penelitian
  • Tahun keempat: Program penyelesaian, seperti penyusunan disertasi, ujian promosi, dan publikasi

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan S3. Program ini bertujuan untuk mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas, berkompeten, dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Persyaratan umum untuk mengikuti program BPI adalah sebagai berikut:

  • Warga negara Indonesia
  • Berusia maksimal 40 tahun pada saat pendaftaran
  • Memiliki ijazah S2 dari perguruan tinggi terakreditasi minimal B
  • Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.00 pada skala 4.00
  • Memiliki skor TOEFL ITP minimal 500 atau TOEFL iBT minimal 61 atau IELTS minimal 5.5
  • Memiliki skor GRE minimal 300 atau GMAT minimal 500 (untuk program studi tertentu)
  • Memiliki surat rekomendasi dari dua orang yang relevan dengan bidang studi yang dipilih
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk mengabdi di Indonesia setelah menyelesaikan studi
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk tidak menerima beasiswa lain selama mengikuti program BPI

Proses seleksi program BPI terdiri dari empat tahap:

  • Tahap administrasi: Pendaftaran online dan verifikasi dokumen
  • Tahap substansi: Penilaian potensi akademik dan kepemimpinan melalui tes tertulis dan wawancara
  • Tahap akhir: Pengumuman hasil seleksi dan penandatanganan kontrak
  • Tahap persiapan: Program persiapan keberangkatan, seperti kursus bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, kursus budaya negara tujuan, dan orientasi beasiswa

Manfaat yang diberikan oleh program BPI adalah sebagai berikut:

  • Biaya kuliah penuh sesuai dengan ketentuan perguruan tinggi tujuan
  • Biaya hidup bulanan sesuai dengan standar negara tujuan
  • Biaya buku dan alat tulis
  • Biaya penelitian dan publikasi
  • Biaya tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi
  • Biaya visa dan asuransi kesehatan
  • Biaya bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya (jika diperlukan)

Durasi program BPI adalah maksimal empat tahun, dengan rincian sebagai berikut:

  • Tahun pertama: Program persiapan, seperti kursus bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, kursus metodologi penelitian, dan kursus akademik
  • Tahun kedua dan ketiga: Program inti, seperti kuliah, seminar, ujian kualifikasi, dan penelitian
  • Tahun keempat: Program penyelesaian, seperti penyusunan disertasi, ujian promosi, dan publikasi

Beasiswa Hong Kong PhD Fellowship Scheme (HKPFS)

Beasiswa Hong Kong PhD Fellowship Scheme (HKPFS) adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh Research Grants Council of Hong Kong untuk mendukung mahasiswa internasional yang berprestasi untuk menempuh pendidikan S3 di delapan universitas riset di Hong Kong. Program ini bertujuan untuk menarik mahasiswa berbakat dari seluruh dunia untuk mengejar studi doktoral di Hong Kong, yang merupakan salah satu pusat pendidikan dan penelitian di Asia.

Persyaratan umum untuk mengikuti program HKPFS adalah sebagai berikut:

  • Warga negara asing atau pemegang paspor permanen dari negara lain selain Republik Rakyat Tiongkok dan Hong Kong
  • Memiliki ijazah S2 atau setara dari perguruan tinggi terakreditasi
  • Memiliki prestasi akademik yang sangat baik
  • Memiliki potensi penelitian yang tinggi
  • Memiliki skor TOEFL iBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.0
  • Memiliki skor GRE atau GMAT (untuk program studi tertentu)
  • Memiliki surat rekomendasi dari dua orang yang relevan dengan bidang studi yang dipilih
  • Memiliki surat pernyataan minat dan tujuan studi

Proses seleksi program HKPFS terdiri dari dua tahap:

  • Tahap pertama: Pendaftaran online dan pengajuan aplikasi ke salah satu atau lebih dari delapan universitas riset di Hong Kong, yaitu:
    • City University of Hong Kong
    • Hong Kong Baptist University
    • Lingnan University
    • The Chinese University of Hong Kong
    • The Education University of Hong Kong
    • The Hong Kong Polytechnic University
    • The Hong Kong University of Science and Technology
    • The University of Hong Kong
  • Tahap kedua: Penilaian oleh panel ahli dari Research Grants Council of Hong Kong dan pengumuman hasil seleksi

Manfaat yang diberikan oleh program HKPFS adalah sebagai berikut:

  • Biaya kuliah penuh sesuai dengan ketentuan universitas tujuan
  • Biaya hidup bulanan sebesar HK$25,800 (sekitar Rp50 juta) selama maksimal empat tahun
  • Biaya perjalanan konferensi sebesar HK$12,900 (sekitar Rp25 juta) per tahun selama maksimal empat tahun
  • Biaya tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi sekali sepanjang program

Durasi program HKPFS adalah maksimal empat tahun, dengan rincian sebagai berikut:

  • Tahun pertama: Program persiapan, seperti kursus bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, kursus metodologi penelitian, dan kursus akademik
  • Tahun kedua dan ketiga: Program inti, seperti kuliah, seminar, ujian kualifikasi, dan penelitian
  • Tahun keempat: Program penyelesaian, seperti penyusunan disertasi, ujian promosi, dan publikasi

Beasiswa Fulbright dari AMINEF

Beasiswa Fulbright dari AMINEF adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) untuk mendukung mahasiswa Indonesia yang berprestasi untuk menempuh pendidikan S3 di Amerika Serikat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui pertukaran budaya dan ilmu pengetahuan.

Persyaratan umum untuk mengikuti program Fulbright dari AMINEF adalah sebagai berikut:

  • Warga negara Indonesia
  • Berusia maksimal 40 tahun pada saat pendaftaran
  • Memiliki ijazah S2 dari perguruan tinggi terakreditasi minimal B
  • Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.00 pada skala 4.00
  • Memiliki skor TOEFL iBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.0
  • Memiliki skor GRE minimal 300 atau GMAT minimal 500 (untuk program studi tertentu)
  • Memiliki surat rekomendasi dari tiga orang yang relevan dengan bidang studi yang dipilih
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk mengabdi di Indonesia setelah menyelesaikan studi
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk tidak menerima beasiswa lain selama mengikuti program Fulbright dari AMINEF

Proses seleksi program Fulbright dari AMINEF terdiri dari tiga tahap:

  • Tahap administrasi: Pendaftaran online dan verifikasi dokumen
  • Tahap substansi: Penilaian potensi akademik dan kepribadian melalui tes tertulis dan wawancara
  • Tahap akhir: Pengumuman hasil seleksi dan penandatanganan kontrak

Manfaat yang diberikan oleh program Fulbright dari AMINEF adalah sebagai berikut:

  • Biaya kuliah penuh sesuai dengan ketentuan universitas tujuan
  • Biaya hidup bulanan sesuai dengan standar negara tujuan
  • Biaya buku dan alat tulis
  • Biaya penelitian dan publikasi
  • Biaya tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi
  • Biaya visa dan asuransi kesehatan
  • Biaya bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya (jika diperlukan)

Durasi program Fulbright dari AMINEF adalah maksimal lima tahun, dengan rincian sebagai berikut:

  • Tahun pertama: Program persiapan, seperti kursus bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, kursus metodologi penelitian, dan kursus akademik
  • Tahun kedua dan ketiga: Program inti, seperti kuliah, seminar, ujian kualifikasi, dan penelitian
  • Tahun keempat dan kelima: Program penyelesaian, seperti penyusunan disertasi, ujian promosi, dan publikasi

Beasiswa Islamic Development Bank (IsDB)

Beasiswa Islamic Development Bank (IsDB) adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh Islamic Development Bank Group untuk mendukung mahasiswa dari negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menempuh pendidikan S3 di bidang yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk menciptakan generasi pemimpin yang mampu memberikan solusi bagi tantangan pembangunan di negara-negara OKI.

Persyaratan umum untuk mengikuti program IsDB adalah sebagai berikut:

  • Warga negara dari salah satu negara anggota OKI
  • Berusia maksimal 40 tahun pada saat pendaftaran
  • Memiliki ijazah S2 dari perguruan tinggi terakreditasi
  • Memiliki prestasi akademik yang sangat baik
  • Memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan bidang studi yang dipilih
  • Memiliki skor TOEFL iBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.0
  • Memiliki skor GRE atau GMAT (untuk program studi tertentu)
  • Memiliki surat rekomendasi dari dua orang yang relevan dengan bidang studi yang dipilih
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk kembali ke negara asal setelah menyelesaikan studi
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk mengabdi di negara asal setelah menyelesaikan studi
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk tidak menerima beasiswa lain selama mengikuti program IsDB

Proses seleksi program IsDB terdiri dari dua tahap:

  • Tahap pertama: Pendaftaran online dan pengajuan aplikasi ke salah satu atau lebih dari 300 universitas mitra IsDB di seluruh dunia
  • Tahap kedua: Penilaian oleh panel ahli dari IsDB dan pengumuman hasil seleksi

Manfaat yang diberikan oleh program IsDB adalah sebagai berikut:

  • Biaya kuliah penuh sesuai dengan ketentuan universitas tujuan
  • Biaya hidup bulanan sesuai dengan standar negara tujuan
  • Biaya buku dan alat tulis
  • Biaya penelitian dan publikasi
  • Biaya tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi sekali sepanjang program
  • Biaya visa dan asuransi kesehatan

Durasi program IsDB adalah maksimal tiga tahun, dengan rincian sebagai berikut:

  • Tahun pertama: Program persiapan, seperti kursus bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, kursus metodologi penelitian, dan kursus akademik
  • Tahun kedua dan ketiga: Program inti, seperti kuliah, seminar, ujian kualifikasi, dan penelitian

Beasiswa Monbukagakusho dari Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang

Beasiswa Monbukagakusho dari Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang (MEXT) adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh pemerintah Jepang untuk mendukung mahasiswa internasional yang berprestasi untuk menempuh pendidikan S3 di universitas-universitas di Jepang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama akademik dan budaya antara Jepang dan negara-negara lain.

Persyaratan umum untuk mengikuti program Monbukagakusho dari MEXT adalah sebagai berikut:

  • Warga negara asing atau pemegang paspor permanen dari negara lain selain Jepang
  • Berusia maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran
  • Memiliki ijazah S2 atau setara dari perguruan tinggi terakreditasi
  • Memiliki prestasi akademik yang sangat baik
  • Memiliki kemampuan bahasa Jepang yang memadai untuk mengikuti kuliah dan penelitian di Jepang
  • Memiliki skor TOEFL iBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.0
  • Memiliki skor GRE atau GMAT (untuk program studi tertentu)
  • Memiliki surat rekomendasi dari dua orang yang relevan dengan bidang studi yang dipilih
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk kembali ke negara asal setelah menyelesaikan studi
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk mengabdi di negara asal setelah menyelesaikan studi
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk tidak menerima beasiswa lain selama mengikuti program Monbukagakusho dari MEXT

Proses seleksi program Monbukagakusho dari MEXT terdiri dari tiga tahap:

  • Tahap pertama: Pendaftaran online dan pengajuan aplikasi ke kedutaan besar atau konsulat Jepang di negara asal
  • Tahap kedua: Penilaian oleh panel ahli dari MEXT dan pengumuman hasil seleksi awal
  • Tahap ketiga: Pengajuan aplikasi ke universitas tujuan di Jepang dan pengumuman hasil seleksi akhir

Manfaat yang diberikan oleh program Monbukagakusho dari MEXT adalah sebagai berikut:

  • Biaya kuliah penuh sesuai dengan ketentuan universitas tujuan
  • Biaya hidup bulanan sebesar ¥144,000 (sekitar Rp19 juta) selama maksimal tiga tahun
  • Biaya buku dan alat tulis
  • Biaya penelitian dan publikasi
  • Biaya tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi sekali sepanjang program
  • Biaya visa dan asuransi kesehatan

Durasi program Monbukagakusho dari MEXT adalah maksimal tiga tahun, dengan rincian sebagai berikut:

  • Tahun pertama: Program persiapan, seperti kursus bahasa Jepang, kursus metodologi penelitian, dan kursus akademik
  • Tahun kedua dan ketiga: Program inti, seperti kuliah, seminar, ujian kualifikasi, dan penelitian

Beasiswa DAAD dari German Academic Exchange Service

Beasiswa DAAD dari German Academic Exchange Service adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh pemerintah Jerman untuk mendukung mahasiswa internasional yang berprestasi untuk menempuh pendidikan S3 di universitas-universitas di Jerman. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama ilmiah dan budaya antara Jerman dan negara-negara lain.

Persyaratan umum untuk mengikuti program DAAD adalah sebagai berikut:

  • Warga negara asing atau pemegang paspor permanen dari negara lain selain Jerman
  • Berusia maksimal 36 tahun pada saat pendaftaran
  • Memiliki ijazah S2 atau setara dari perguruan tinggi terakreditasi
  • Memiliki prestasi akademik yang sangat baik
  • Memiliki kemampuan bahasa Jerman atau bahasa Inggris yang memadai untuk mengikuti kuliah dan penelitian di Jerman
  • Memiliki skor TOEFL iBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.0 (untuk program studi berbahasa Inggris)
  • Memiliki skor TestDaF minimal 4 atau DSH minimal 2 (untuk program studi berbahasa Jerman)
  • Memiliki skor GRE atau GMAT (untuk program studi tertentu)
  • Memiliki surat rekomendasi dari dua orang yang relevan dengan bidang studi yang dipilih
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk kembali ke negara asal setelah menyelesaikan studi
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk mengabdi di negara asal setelah menyelesaikan studi
  • Memiliki surat pernyataan kesanggupan untuk tidak menerima beasiswa lain selama mengikuti program DAAD

Proses seleksi program DAAD terdiri dari dua tahap:

  • Tahap pertama: Pendaftaran online dan pengajuan aplikasi ke kantor DAAD di negara asal atau ke universitas tujuan di Jerman
  • Tahap kedua: Penilaian oleh panel ahli dari DAAD dan pengumuman hasil seleksi

Manfaat yang diberikan oleh program DAAD adalah sebagai berikut:

  • Biaya kuliah penuh sesuai dengan ketentuan universitas tujuan
  • Biaya hidup bulanan sebesar €1,200 (sekitar Rp20 juta) selama maksimal tiga tahun
  • Biaya buku dan alat tulis
  • Biaya penelitian dan publikasi
  • Biaya tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi sekali sepanjang program
  • Biaya visa dan asuransi kesehatan
  • Biaya bahasa Jerman atau bahasa Inggris (jika diperlukan)

Durasi program DAAD adalah maksimal tiga tahun, dengan rincian sebagai berikut:

  • Tahun pertama: Program persiapan, seperti kursus bahasa Jerman atau bahasa Inggris, kursus metodologi penelitian, dan kursus akademik
  • Tahun kedua dan ketiga: Program inti, seperti kuliah, seminar, ujian kualifikasi, dan penelitian
Posted in Ragam

Artikel Lainnya