Menu Tutup

Anekdot : Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contoh

Pengertian Teks Anekdot

Teks anekdot adalah teks yang berisi cerita lucu atau menggelitik yang mengandung kritik sosial atau sindiran halus. Teks anekdot biasanya bersifat fiktif atau tidak nyata, tetapi dapat pula berdasarkan kisah nyata yang dialami oleh seseorang. Tujuan teks anekdot adalah untuk menghibur pembaca sekaligus menyampaikan pesan moral atau nilai-nilai tertentu.

Ciri-Ciri Teks Anekdot

Teks anekdot memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

– Menggunakan bahasa yang sederhana, ringan, dan santai.
– Mengandung unsur humor, ironi, atau satir.
– Memiliki tokoh dan latar yang jelas, tetapi tidak terlalu detail.
– Memiliki alur cerita yang singkat dan padat.
– Memiliki konflik yang berkaitan dengan masalah sosial atau kehidupan sehari-hari.
– Memiliki penyelesaian yang mengejutkan, menarik, atau mengandung hikmah.

Struktur Teks Anekdot

Teks anekdot terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:

– Abstrak: bagian awal yang berisi pengenalan tokoh, latar, dan tema cerita.
– Orientasi: bagian yang menjelaskan situasi atau peristiwa yang menjadi latar belakang cerita.
– Krisis: bagian yang menampilkan konflik atau masalah yang dihadapi oleh tokoh.
– Reaksi: bagian yang menunjukkan sikap atau tindakan tokoh dalam menghadapi konflik atau masalah.
– Koda: bagian akhir yang berisi penyelesaian cerita dan pesan moral atau sindiran.

Contoh Teks Anekdot

Berikut adalah contoh teks anekdot:

Anekdot Tentang Korupsi

Abstrak: Seorang hakim dan seorang jaksa sedang makan siang bersama di sebuah restoran mewah.

Orientasi: Mereka berdua adalah teman lama yang sudah saling kenal sejak kuliah. Mereka sering bekerja sama dalam menangani kasus-kasus hukum, terutama kasus korupsi.

Krisis: Di tengah percakapan mereka, datang seorang pelayan yang membawa piring berisi uang tunai. Pelayan itu mengatakan bahwa uang itu adalah hadiah dari seorang pengusaha yang sedang dituntut oleh jaksa karena kasus korupsi. Pengusaha itu berharap agar jaksa dan hakim mau meringankan hukumannya.

Reaksi: Jaksa dan hakim pun terkejut dan marah. Mereka menolak uang itu dan memerintahkan pelayan untuk membawanya kembali. Mereka juga mengancam akan menambah hukuman bagi pengusaha itu karena mencoba menyogok mereka.

Koda: Namun, sebelum pelayan itu pergi, hakim berkata pelan kepada jaksa, “Eh, ambil saja uangnya. Nanti kita bagi dua.” Jaksa pun tersenyum dan mengangguk. Mereka kemudian melanjutkan makan siang mereka dengan riang. (Sindiran: Hakim dan jaksa sama-sama korup)

Posted in Ragam

Artikel Lainnya